Alkisah
pada suatu hari di suatu negeri, bernama negeri ATB. Ada dua remaja, sebut saja
Indah dan Alxi.
Keduanya
sama-sama duduk dibangku SLTA. Lebih tepatnya di SLTA PHR (Penuh Harapan).
Indah kelas X IPA sedang Alxi kelas X IPS.
Keduanya
menikmati hidup layaknya orang tak hidup. Hidup berantakan, tak pernah sholat,
menutup aurat "ogah", berbakti kepada ortu? Gakkk mungkin !
Waktu
terus berjalan, Indah dan Alxi menemukan suatu komunitas bernama MHMLB (Merubah
Hidup Menjadi Lebih Baik) Indah dan Alxi bertemu dengan sosok wanita shalihah
bernama, Kak Sari.
Kak
Sari, sosok penyabar, wajahnya indah krna wudhu dan lisannya berbobot karena
tiada pernah tidak membaca al quran di setiap harinya.
Hari
terus berlanjut, Indah dan Alxi menemukan jati dirinya. Perlahan ia mulai
mengerti, apa hidup ini, dari mana ia berasal, untuk apa ia di dunia dan akan
kemana setelahnya?
Begitupun
saat di sekolah. Walau masih kelas X dan sebentar lagi ia beranjak kelas XI.
Namun semangatnya sangatlah luar biasa.
Ditengah-tengah
kehidupan dan pergaulan remaja di sekolahnya yang semakin jauh dari Islam.
Mereka bertekad merubah semua itu.
Hingga
pada suatu hari, Indah dan Alxi dicemooh oleh para temannya, oleh kakak
kelasnya, bahkan oleh gurunya !
Oleh
temannya, "Kamu masih baru pake kerudung kemaren aja udah sok ustadzah
!"
Oleh
kakak kelasnya "Cuih, adik kelas aja songgong banget sok nasihatin kakak
kelas!"
Oleh
gurunya "Kamu itu baru ngerti Islam kemarin kok udah sok-sokan berdakwah!
Ngaca dulu sana. Jangan paling merasa benar!"
Hampir
semua masyarakat sekolah menolak dakwah Indah dan Alxi.
Mereka
berdua sedih? Pasti. Tapi mereka tetap berpegang teguh bahwasannya memang
berdakwah itu untuk semua kalangan, termasuk remaja.
Hal itu
sejalan dengan firman Allah dalam qs. 03 : 104. Belum lagi pada beberapa hadits
yang disabdakan oleh Rasulullah SAW.
Semisal
hadits tentang perumpamaan perahu,
hadits tentang harus mengurusi ummat, dan lain sebagainya.
Setelah
menjalani hari-hari yang penuh dengan cemooh dan hinaan. Indah dan Alxi justru
semakin bersemangat dalam berdakwah.
Mereka berdua
teringat akan kisah Rasulullah pada awal menyiarkan Islam. Dulu Rasul juga
dihina, bahkan disiksa.
Belum lagi
para sahabat-sahabat lainnya. Semisal sosok remaja tampan nan pemberani, Musaib
Bin Umair. Ada lagi Bilal bin Rabah, dan lain sebagainya.
Sesungguhnya
memang tidak ada sesuatu yang tanpa ujian. Apalagi suatu kebaikan, pasti dan
pasti akan di iringin dengan yang namanya ujian-ujian.
Karena hakikat
ujian adalah sebuah ketentuan Allah untuk menjadikan hambaNya semakin naik
grade dihadapanNya.
Pada suatu
hari Indah dan Alxi menemui masa dimana bisa dikatakan paling membahagiakan
Setelah
cukup lama mereka berdua terus berdakwah, hingga kini mereka telah beranjak
menginjak kelas XI hamper semester 2.
Perlahan
mulai ada yang menerima dakwah mereka berdua. Mereka sangat bersyukur. Meski hanya
satu dua, tapi bagi mereka itu tak mengapa.
Yang
terpenting adalah dakwah ini harus terus berlanjut. Apapun tanggapan sang objek
dakwah, dakwah ini harus terus dijalani, terus dinikmati.
Itulah sedikit
proses dari dua sahabat, Indah dan Alxi yang dengan kesabarannya mau terus
menjalani setiap kesulitan-kesulitan dlam berdakwah.
Karena yakin
dan yakin pasti ada masa di mana dakwah kita semua akan berhasil.
Ada yang
ingin bertanya? Ini cerita fiksi ataukah non fiksi? Semua berhak menjawab dan
semua berhak bertanya J
Tanyakanlah
pada langit yang walau mereka tak dapat berbicara namun mereka akan sellau
melihat apa-apa aktivita manusia di bumi.
Kisah berdakwah
bagi seorang remaja di sekolah memang sangat menarik, sangat menantang dan
sangat indah. Walau keindahan tak selamanya di dunia, terkadang juga di surgaNya
kelak. Insya Allah.
Jangan pernah
berhenti untuk berdakwah walau dakwah kita ditolak oleh kebanyakan orang. Bahwasannya
yang Allah lihat adalah bagaimana proses kita. Bukan apa hasil kita.
Jika kita
bisa ikhlas dan ma uterus berusaha, insya Allah pahala sudahlah untuk kita. Syaratnya
kita harus ikhlas dan mencoba dulu.
Lalu poin
terpenting melakukannya sesuai dengan apa yang Islam ajarkan, selayaknya
Rasulullah saw.
Semoga dapat
mengambil hikmah dari yang singkat dan kadang tidak teratur ini. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar