Rabu, 18 Maret 2015

A Story Plot Of Da'wah (Kisah Dakwah Remaja)


Alkisah pada suatu hari di suatu negeri, bernama negeri ATB. Ada dua remaja, sebut saja Indah dan Alxi.
Keduanya sama-sama duduk dibangku SLTA. Lebih tepatnya di SLTA PHR (Penuh Harapan). Indah kelas X IPA sedang Alxi kelas X IPS.
Keduanya menikmati hidup layaknya orang tak hidup. Hidup berantakan, tak pernah sholat, menutup aurat "ogah", berbakti kepada ortu? Gakkk mungkin !
Waktu terus berjalan, Indah dan Alxi menemukan suatu komunitas bernama MHMLB (Merubah Hidup Menjadi Lebih Baik) Indah dan Alxi bertemu dengan sosok wanita shalihah bernama, Kak Sari.
Kak Sari, sosok penyabar, wajahnya indah krna wudhu dan lisannya berbobot karena tiada pernah tidak membaca al quran di setiap harinya.
Hari terus berlanjut, Indah dan Alxi menemukan jati dirinya. Perlahan ia mulai mengerti, apa hidup ini, dari mana ia berasal, untuk apa ia di dunia dan akan kemana setelahnya?
Begitupun saat di sekolah. Walau masih kelas X dan sebentar lagi ia beranjak kelas XI. Namun semangatnya sangatlah luar biasa.
Ditengah-tengah kehidupan dan pergaulan remaja di sekolahnya yang semakin jauh dari Islam. Mereka bertekad merubah semua itu.
Hingga pada suatu hari, Indah dan Alxi dicemooh oleh para temannya, oleh kakak kelasnya, bahkan oleh gurunya !
Oleh temannya, "Kamu masih baru pake kerudung kemaren aja udah sok ustadzah !"
Oleh kakak kelasnya "Cuih, adik kelas aja songgong banget sok nasihatin kakak kelas!"
Oleh gurunya "Kamu itu baru ngerti Islam kemarin kok udah sok-sokan berdakwah! Ngaca dulu sana. Jangan paling merasa benar!"
Hampir semua masyarakat sekolah menolak dakwah Indah dan Alxi.
Mereka berdua sedih? Pasti. Tapi mereka tetap berpegang teguh bahwasannya memang berdakwah itu untuk semua kalangan, termasuk remaja.
Hal itu sejalan dengan firman Allah dalam qs. 03 : 104. Belum lagi pada beberapa hadits yang disabdakan oleh Rasulullah SAW.
Semisal hadits  tentang perumpamaan perahu, hadits tentang harus mengurusi ummat, dan lain sebagainya.
Setelah menjalani hari-hari yang penuh dengan cemooh dan hinaan. Indah dan Alxi justru semakin bersemangat dalam berdakwah.
Mereka berdua teringat akan kisah Rasulullah pada awal menyiarkan Islam. Dulu Rasul juga dihina, bahkan disiksa.
Belum lagi para sahabat-sahabat lainnya. Semisal sosok remaja tampan nan pemberani, Musaib Bin Umair. Ada lagi Bilal bin Rabah, dan lain sebagainya.
Sesungguhnya memang tidak ada sesuatu yang tanpa ujian. Apalagi suatu kebaikan, pasti dan pasti akan di iringin dengan yang namanya ujian-ujian.
Karena hakikat ujian adalah sebuah ketentuan Allah untuk menjadikan hambaNya semakin naik grade dihadapanNya.
Pada suatu hari Indah dan Alxi menemui masa dimana bisa dikatakan paling membahagiakan
Setelah cukup lama mereka berdua terus berdakwah, hingga kini mereka telah beranjak menginjak kelas XI hamper semester 2.
Perlahan mulai ada yang menerima dakwah mereka berdua. Mereka sangat bersyukur. Meski hanya satu dua, tapi bagi mereka itu tak mengapa.
Yang terpenting adalah dakwah ini harus terus berlanjut. Apapun tanggapan sang objek dakwah, dakwah ini harus terus dijalani, terus dinikmati.
Itulah sedikit proses dari dua sahabat, Indah dan Alxi yang dengan kesabarannya mau terus menjalani setiap kesulitan-kesulitan dlam berdakwah.
Karena yakin dan yakin pasti ada masa di mana dakwah kita semua akan berhasil.
Ada yang ingin bertanya? Ini cerita fiksi ataukah non fiksi? Semua berhak menjawab dan semua berhak bertanya J
Tanyakanlah pada langit yang walau mereka tak dapat berbicara namun mereka akan sellau melihat apa-apa aktivita manusia di bumi.
Kisah berdakwah bagi seorang remaja di sekolah memang sangat menarik, sangat menantang dan sangat indah. Walau keindahan tak selamanya di dunia, terkadang juga di surgaNya kelak. Insya Allah.
Jangan pernah berhenti untuk berdakwah walau dakwah kita ditolak oleh kebanyakan orang. Bahwasannya yang Allah lihat adalah bagaimana proses kita. Bukan apa hasil kita.
Jika kita bisa ikhlas dan ma uterus berusaha, insya Allah pahala sudahlah untuk kita. Syaratnya kita harus ikhlas dan mencoba dulu.
Lalu poin terpenting melakukannya sesuai dengan apa yang Islam ajarkan, selayaknya Rasulullah saw.
Semoga dapat mengambil hikmah dari yang singkat dan kadang tidak teratur ini. Aamiin.

Tidak ada komentar: