Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2016

MAHASISWA AKTIVIS?

Banyak orang bilang bahwa mahasiswa adalah sosok agent of change. Agent of change di sini maknanya ternyata sangatlah luas. Ada yang mengarah ke arah perubahan sebenar-benarnya dan ada pula yang mengarah pada arah perubahan pragmatis.

Dengan adanya semboyan bahwa mahasiswa adalah agent of change maka bermunculanlah berbagai gerakan-gerakan yang ada di kampus. Baik yang ber-background keagamaan maupun bukan.

Di tulisan ini penulis tidak akan membahas gerakan-gerakan tersebut. Namun penulis akan lebih membahas mengenai subjek dari pelaku gerakan itu sendiri. Siapa lagi jika bukan mahasiswa. Ya, seperti yang dikatakan di atas bahwa mahasiswa adalah sosok agent of change. Namun pada kenyataannya tidak semua mahasiswa pantas untuk mendapatkan gelar kehormatan dari kebanyakan orang tersebut. Pada fakanya banyak sekali jenis-jenis mahasiswa yang berkeliaran di kampus. Dari berbagai macam tersebut ternyata hanya sedikit yang pantas dan berhak mendapatkan gelar agent of change.

Jenis pertama adalah mahasiwa akademis. Jenis mahasiswa ini fokus utama kuliah adalah mengikuti kelas secara rajin, aktif saat diskusi dan ntah bagaimanapun caranya dia harus mendaptkan IP minimal 3,5. Jika bertanya saat diskusi, mahasiswa jenis ini lebih suka menanyakan hal yang sangat teoritis dan sangat jauh dari implementasi dalam kehidupan nyata. Jika ada tugas analisis, biasanya mereka kurang mendapatkan fakta dan hanya berkecimpung dalam berbagai teori-teori. Namun, tidak semua mahasiswa akademis seperti ini. Hanya sebagain besar atau justru hanya sekian persen saja. Ohya mereka aktifitas kesehariannya hanyalah belajar, mengerjakan tugas, main, makan dan tidur saja. Lebih tepatnya tempat mereka berada hanya kelas  –  perpus  –  kost-kkostan.

Jenis kedua adalah mahasiswa instan. Jenis mahasiswa ini kurang suka mengikuti kelas dan selalu mengeluh saat diberi tugas. Fokus utama mereka kuliah adalah untuk mendapatkan kerja yang oke. Namun proses ia jalani dengan sangat tidak oke. Menyontek, sering bolos, hoby copy-paste makalah dan saat diskusi mereka cenderung suka di belakang dan memilih untuk tidur saja. Ada yang menarik dari mahasiswa jenis ini, dia sangat tidak suka aktifitas belajar tapi dia punya mimpi besar untuk bisa mendapatkan pekerjaan dan IP yang luar biasa. Tinggal pertanyaannya, emang bisa?

Jenis mahasiswa ketiga adalah mahasiswa aktivis. Bisa dikatakan mahasiswa ini adalah mahasiswa yang paling tidak punya waktu untuk main dan mereka sangat sibuk. Aktifitas kesehariannya selain kelas adalah rapat, mengadakan acara, kumpul dengan komunitasnya dan banyak lagi. Biasanya dia paling vokal saat di kelas. Paling aktif saat di kelas dan saat diskusi sering mengajukan pertanyaan yang bersifat analitis. Mereka mencoba menghubungkan ilmu yang di dapat di luar kelas untuk dikaitkan dengan ilmu di mata kuliah tertentu. Tapi lagi-lagi tidak semua mahasiswa aktifis seperti ini.

Jika berbicara mengenai mahasiswa aktifis  maka tidak akan ada habisnya. Bagi mereka tanggal merah dan hari libur its nothing. Pulang sore apalagi pulang siang juga its nothing. Setelah kelas biasanya mereka langsung on the way ke sekret organisasi mereka. Ya, mereka seolah terlihat sangat  sibuk sekali.

Itulah beberapa jenis mahasiswa yang dapat dipaparkan. Karena pada jenis mahasiswa aktivis masih banyak yang belum dikupas, maka pada tulisan ini akan difokuskan pada jenis mahasiswa aktivis tersebut.

Sebelum melangkah ke yang lebih jauh mengenai mahasiswa aktifis. Perlu kita ketahui siapa sih sebenarnya mahasiswa aktifis itu? Mahasiswa aktivis adalah mahasiswa yang selain kuliah, mereka juga bergabung secara aktif dalam organisasi. Organisasi yang dimaksud di sini tidak hanya organisasi intra, melainkan juga extra kampus.

Lalu bagaimana aktifitas seorang aktivis? Baik saat di kampus maupun saat di luar kampus. Baik saat di dunia nyata maupun  di dunia maya. Tidak bisa dipungkiri, setiap tindakan aitivis akan selalu jadi sorotan. Di manapun itu. Misalkan dalam sebuah kelas ada aktivis yang penampilannya awut-awutan, dan kebetulan dia mengikuti organisasi yang ber-background seni. Maka mahasiswa lain akan menganggap bahwa mahasiswa yang berpenampilan seperti itu pasti mengikuti oranisasi seni tersebut. Contoh lain, seorang mahasiswa yang mengikuti organisasi sosial misalkan peduli anak jalanan. Maka dalam setiap postingan di media sosialnya ia akan selalu mengangkat tema mengenai dunia anak jalanan.

Kesimpulan penjelasan di paragraf atas dapat dikatakan bahwa apa yang aktivis dapatkan saat di organisasi maka cenderung akan ia bawa dan akan dipropagandakan kepada khalayak umum. Baik  secara langsung maupun tidak secara langsung. Adapun caranya di sini juga sangat beragam.

Mahasiswa aktivis mempunyai banyak karakterisitik. Baik yang positif maupun negatif. Namun memang tidak semua karakteristik yang akan dipaparkan di bawah ini dimiliki oleh seorang mahasiswa aktivis. Namun bisa dipastikan mayoritas dari mereka mempunyai karakteristik ini:
1.      Pandai berbicara. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa aktivis lebih vokal daripada mahasiswa yang buakn aktivis. Hal ini adalah sesuatu yang wajar karena di luar sana pasti mereka lebih dituntut untuk bisa berbicara dan mengemukakan pendapat. Hal ini juga merupakan salah satu keuntungan dari berorganisasi, yakni dilatih untuk bisa berbicara di depan umum. Adapun harapan dari sisi ini adalah ia mampu menyampaikan apa-apa yang telah dikajinya bersama organisasi.
2.      Punya banyak jaringan. Biasanya mahasiswa aktivis sangat suka mengikuti berbagai acara atau agenda. Dan dari sinilah ia akan mendapatkan banyak teman baru dan kemudian akan dijadikan sebagai jaringan, ntah dalam bisnis, penyebaran informasi dan opini organisasinya, dan masih banyak lagi. Jadi jangan heran jika mahasiswa aktivis kontak di handphonenya sangat banyak. Karena memang kenalan dia sangat banyak dan beragam.
3.      Gaya bicaranya advertise-able. Mahasiswa aktivis gaya bicaranya penuh dengan makna tersembunyi. Hampir setiap perkataannya mengandung makna tertentu. Dan jangan ditanya lagi makna tersebut pasti menjurus pada ajakannya agar orang lain bisa mengikuti organisasinya, yah minimal menerima opini dan informasi yang organisasi sebar. Sanking pinternya ngajakin orang, mahasiswa yang mendapatkan mata kuliah marketingpun pasti akan kalah. Hal ini memang perlu karena tugas seorang mahasiswa aktivis salah satu yang seharusnya adalah membesarkan organisasinya. Minimal membuat apa yang dibawa organisasi akan mudah diterima oleh semua orang. Jadi di sini dipelukan bahasa atau gaya bicara yang sangat bersifat ngiklan.
4.      Membedakan teman. Ini adalah karakteristik yang ada pada mahsiswa aktivis yang seharusnya dihapus dan dibuang jauh-jauh oleh mereka. Beberapa mahasiswa aktivis karena sanking sibuknya akhirnya mereka berinteraksi hanya dengan orang-orang yang ada di organisasinya saja. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena setelah jam kuliah selesai mereka langsung on the way ke sekret organisasinya. Sehingga pembicaraan dengan teman sekelas hanya berkutat pada materi kuliah saja. Tidak sampai pada tataran untuk menanyakan kabar, asal kamu dari mana, hobby kamu apa dan berbagai pertanyaan atau pembicaran yang mengarah pada biar saling dekat dan saling kenal lebih jauh. Mereka saat di kelas cenderung tidak punya teman, tidak lain karena kurangnya interaksi mereka dengan teman sekelas. Sebaliknya, mereka lebih banyak punya teman di luar kelasnya. Padahal jika difikir teman kelas adalah lingkup terdekat dan akan berpotensi untuk disebarkan informasi dan opini yang organisasinya bawa. Mengapa demikian? Karena  teman kelas adalah teman yang setiap hari akan ditemui dan pasti akan berpotensi mengerjakan tugas bersama. Jika kedekatan non akademis tidak dibangun maka akan menyulitkan akademis mereka sendiri.
5.      Tipe mahasiswa aktivis salah fokus. Ada beberapa mahasiswa yang tujuan ikut organisasi bukan untuk mengikuti orangisasi secara legowo. Melainan mereka memiliki tujuan lain dalam bergabungnya dia ke organisasi. Dari yang paling wajar karena Cuma ikutan dan dari pada nganggur, sampai pada tataran biar dapet jodoh. Yah tidak bisa dikhianati memang banyak sekali aktivis yang kurang berperan maksimal di organisasinya, bisa jadi karena mereka telah salah fokus saat pertama kali bergabung dengan organisasinya. Karakteristik ini juga harus dibuang jauh-jauh. Jika masih tumbuh, segera padamkan dan matikan dengan menata niat kembali. [1]

Itulah beberapa karakteristik sosok mahasiswa aktivis. Barang kali masih banyak karakteristik yang lain, namun kelima karakterisitk di atas insya Allah sudah bisa mewakili, kira-kira bagaimana sih mahasiswa aktivis itu?

Menjadi mahasiswa aktivis bukanlah perkara yang mudah. Mengingat saat ini kehidupan kampus sangat sibuk. Tugas banyak, jadwal kuliah yang sering berubah-ubah,  birokrasi yang mengekang dan terlalu menuntut, serta doktrin bahwa fokus kuliah hanya meraih IP yang tinggi saja. Dari sini maka mahasiswa aktivis harus bisa membagi waktu dan membagi fikiran. Mereka harus pintar dalam mengalokasikan setiap waktunya, mereka harus paham mana yang harus difikirkan saat ini, bisa besok dan bisa minggu depan.

Dengan adanya berbagai tantangan tersebut, jika mahasiswa aktivis telah mendedikasikan waktu dan hidupnya untuk organisasinya, maka semuanya akan terasa menyenangkan dan tanpa beban. Sebaliknya, jika belum bisa berikrar untuk mendedikasikan seluruh waktu dan hidupnya untuk oraganisasi maka akan cenderung pada membawa dirinya pada berbagai tekanan dan tuntutan.

Pemaknaan dedikasi ini adalah berdedikasi pada apa yang organisasi emban. Bukan makna organisasi secara utuh.

Alangkah baiknya sebagai mahasiswa yang sudah memiliki taraf berfikir lebih kompleks daripada anak SMA maka seharusnya organisasi yang diikuti adalah organisasi yang akan membawa kebermanfaatan bagi dirinya, baik di masa sekarang dan di masa mendatang. Mendatang tidak hanya pada tataran dunia melainkan juga tataran akhirta. Karena perlu disadari kembali kita sebagai makhluk Allah yang mengimani kebenaran Al-Quran harus senantiasa beribadah kepada-Nya. Hal ini sesuai dengan firmanNya dalam QS. Adz-Dzariyat:56, yakni Allah tidak lain menciptakan manusia dan jin hanya untuk beribadah kepadaNya. Jadi apapun aktifitas yang dilakukan manusia harus ada unsur untuk beribadah kepada Allah.

Kebermanfaatan itu tidak hanya untuk diri sendiri. Tapi juga untuk orang lain. Apa yang organisasi kita emban harus memiliki dampak bagi orang lain. Dampak tentu harus hal-hal yang positif dan dampak itu harus yang bersifat kuratif dan preventif.

Wallahu’alam. Semoga yang sedikit ini dapat membawa manfaat bagi pembaca.

Bukan maksud diri sok benar sendiri, diri hanya ingin berbagi.

Rabu, 18 November 2015

CARA MUDAH LOLOS SBMPTN


Apa kabar para pejuang PTN?
Nggak usah basa-basi, jadi di tulisan ini aku akan berbagi sedikit tentang pengalamanku waktu ikut test SBMPTN 2015 serta beberapa tips yang tips ini btw juga banyak aku
kutip dari zenius.

Jadi dulu itu aku nggak optimis banget bisa lolos SBMPTN. Lihat kuota pendaftar dan kuota bangku yang disediakan aja nyaliku udah begitu miris. Sebelum ikut SBMPTN seperti siswa lainnya aku ikut test SNMPTN. Tapi naas, berbekal keoptimisan yang sangat luar biasa alias udah 100% aku yakin bakal keterima/lolos SNMPTN, ehh nyatanya pas ngecek pengumuman kotak tulisannya merah dengan nada tulisan "Maaf, anda tidak lolos" gitulah intinya.

Sebenarnya sih nggak ada rasa kecewa, sedih atau menyesal atau apalah. Cuman, pas orangtua tahu kalau aku nggak lolos, rasanya jadi sedih. Sedihnya, karena belum bisa memberikan yang terbaik untuk beliau berdua. Beliau yang memimpikan anaknya bisa belajar di PTN tapi di awal langkah justru sudah gagal. Ahh sedih kalau diingat *alay.

Masih inget banget, waktu itu 9 Mei. Dan 10 Meinya btw aku harus sudah ada di Surabaya (btw aku domisili di Malang). Ngapain? Waktu itu ada agenda menyeru penerapan hukum Islam secara kaffah, gitu. Akhirnya yang berasa sedih jadi bener-bener hilang. Sure deh. Soalnya udah sibuk sendiri dengan agenda itu, ya otomatis sedih gegara gagal SNMPTN nya langsung lenyap begitu saja. Alhamdulillah. Allah Maha Baik.

Btw hari terus berjalan. Dulu diajakin temen-temen daftar SBMPTN aku bener-bener ngomong "Aduh males deh. Soalnya kan soal anak SMA. Aku dari SMK, ah males. Ribet." Tapi, pas tahu kegagalan di SNMPTN dan melihat mimpi kedua orangtuaku, akhirnya dengan bismillah aku mendaftar SBMPTN. Dari situ aku langsung sering banget ke warnet. Download soal, ngeprint sampai habis puluhan ribu rupiah dan rajin nanya-nanya ke account twitternya zenius, streaming youtube dan intinya rajin buka internet untuk cari info-info.

Nah untuk proses belajarku kayak gimana. Nanti akan aku kasih tau di bagian tips belajar. Jadi langsung saja ke gimana ekspresi ketika tahu kalau ternyata aku lolos SBMPTN. Masya Allah, senengnya itu berminggu-minggu. Beneran deh. Hhhe.

Jadi waktu itu tanggal 9 Juli pas bulan puasa. Pengumuman kan jam 5 sore. Seketika jam 5 sore twitter sudah memanas dengan berbagai hastag tentang SBMPTN. Duh, jadi agak binggung perut ini lapar nunggu bedug maghrib atau karena cemas menunggu pengumuman?


Bisa dibilang sekitar 60% aku optimis nggak lolos. Soalnya apa? Ya itu tadi, melihat kuota itu nyaliku sudah pasrah aja, sudahlah terserah Allah mau ngaturnya gimana, hmm. Tapi btw, dalam Islam kita harus optimis ya, coz kan dalam hadits qudsi Allah adalah menurut prasangka hambaNya. Jadi kalau kita optimis lolos insya Allah, Allah bener-bener akan bikin kita lolos. Aamiin.

Pas SNMPTN begitu semangatnya aku ngecek pengumuman. Sampai waktu itu dibela-belain ke warnet. Tapi pas SBMPTN ini, huftt males banget untuk ngebela-belain ke warnet. Palingan hasilnya juga gitu-gitu aja ckck alias nggak lolos zzz.

Akhirnya, pas mau sholat maghrib ada temenku sms. Intinya nanyain aku lolos nggak? Ya aku bilang aja, aku belum ngecek. Tiba-tiba dia bilang kalau dia itu nggak lolos. Waduh hatiku makin nggak optimis astaghfirullah. Soalnya apa? Btw temenku ini yang banyak ngajarin aku soal TKPA matdas. Itu aja nggak lolos, lha gimana aku? Logikanya begitu lah.

Terus dia aku minta untuk ngecekin milikku. Yah nggak usah ditanya pasti dia maulah, btw kan dia temenku baik banget gitu *assik. Habis meng-sms-an no.pendaftaran ku aku tinggal dia sholat maghrib. Sehabis sholat maghrib aku lihat hp, dan ada sms dari dia. Huftt, deg-degan bukanya. Dannnn!!!...... Masya Allah... Aku loloss. Hiksss, terharu banget waktu itu. Seketika itu aku langsung bilang kedua orangtuaku kalau aku lolos. Masya Allah, nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan? Tidak ada!

Flash Back...
Usaha keras tidak akan mengkhianati. Itulah secarik kalimat yang aku percayai. Tahu kan lirik lagu apa itu? Dan secarik quote yang juga aku ambil dari salah satu lagu One Direction. We would  make it if we try. Yap, if we try. Dan yang nggak kalah paling menginspirasi adalah ayat Allah, coba deh kalian cek surat ke 47 dari al-quran dan cek ayat ke-7. Intinya banyak kata-kata dan ayat maupun hadits yang sangat menginspirasi aku dalam meraih mimpi bisa tembus PTN.

Dulu aku nggak pernah muluk-muluk untuk belajar. Maksudnya, aku bukan tipe orang yang kalau belajar sangat rajin dan berjam-jam. Layaknya pelajar pada umumnya, kadang ada bosen, males dan sebagainya. Al hasil belajar SBMPTN pun aku memilih cara belajar yang mengasyikan dan tidak terlalu serius. Tapi tetep, semua itu terjadwal. Ya walaupun tidak semua jadwal yang aku bikin bisa aku laksanakan dengan sebener-benernya. Ckck. Ya, aku belajar kebanyakan melalui handphoneku. Waktu itu belum punya laptop jadi untuk file pdf maupun word terpaksa aku print dan yang di hape aku lebih memaksimalkan untuk browsing. Belajar di zenius, twitter, grub facebook dan streaming youtube. Kalau ke warnet tidak lupa download video pembelajaran dan di taruh di hape. Nggak lupa juga downlod soal-soal dan langsung ngeprint. Masya Allah, pokoknya berusaha belajar dengan cara yang aku sukai dan aku anggap tidak membosankan.

Aku juga tidak lupa untuk, -ya istilah kasarnya- adalah memanfaatkan temen-temenku hehe. Dan bahasa lebih halusnya adalah aku banyak-banyak minta ajarin temen-temenku yang pastinya mereka lebih mumpuni dari aku. Ada yang bertanya secara langsung, belajar via sms maupun whatsapp. Intinya gimana caranya bisa belajar tapi asyik dan nggak ngebosenin. Yang terpenting minim modal *bhaks.

Selain itu ada beberapa tips dariku biar bisa semakin mudah lolos SBMPTN, kalian boleh nggak ngikutin ini soalnya aku juga bukan expert dalam hal ini, aku juga bukan bagian dari zenius *tsahh. Dan ini langsung aja tipsnya :
1.      Optimis
Bagaimanapun dalam agama Islam kita diperintahkan untuk selalu berfikir positif. Dalam sebuah hadits qudsi Allah saja berfirman, Dia adalah menurut prasangka hambaNya. Jadi kao kita optimis bisa lolos SBMPTN insya Allah yang akan di kasih Allah juga adalah sebah kelolosan. Namun perlu diingat. Ada qodho Allah. Toh kalo ternyata kita tidak lolos. Tenang, masih banyak jalur lain untuk bisa masuk PT kok. Ada test mandiri, UM-PTKIN, bisa ngulang tahun depan, atau ke PTS aja deh. Toh kan ada banyak PTS yang kualitasnya juga ala-ala PTN, misalkan saja Binus University, dll.
2.      Sadari kemampuan
Ini adalah yang paling penting setelah optimis. Memang kita percaya bahwa apapun bisa saja terjadi. Tapi kita juga harus sadar akan kemampuan kita. Minimal kita harus tahu dimana potensi kita. Jangan sampai kita paling nggak suka apapun tentang matematika, tapi ambil jurusan matematika murni. Duh! Ini bukan perkara meremehkan kemampuan tapi lebih kesadar diri. Bagaimana kita bisa maksimal dalam perkuliahan kalo kita saja sudah males dengan berbagai matkul yang harus kita pelajari? Tapi kalo ngomongin matematika, btw matematika is everywhere. Kita belajar apapun pasti ada matkul matematikanya kok. Mhhe.
Misal juga kita belajarnya minim banget dan emang bener-bener nggak maksimallah dalam SBMPTN, tapi kita dengan pedenya ngambil kedokteran di UNPAD. Duh! Ini juga harus bener-bener ngaca. Soalnya pesaingnya sangat tinggi. Btw masih inget kan, do’a tanpa usaha itu sama aja dengan bohong lho.
Intinya kalo kita sudah fokus mau ambil suatu jurusan, dan tahu tingkat persaingannya maka kita harus sadar diri dengan terus belajar dan belajar. Btw kita juga nggak tahu kan bisa aja pesaing kita pad les privat semua gitu, bisa jadi!
3.      Pilih lokasi PTN
Ada sebuah pengalaman yang aku dapetin dari Bapak ketua jurusanku saat ini beliau pernah sharing bahwa dalam penerimaan mahasiswa ada PTN yang menggunakan prinsip (bisa dibilang) pembagian wilayah. Jadi wajib hukumnya mahasiswa harus ada yang dari luar provinsi di mana PTN itu berada, dan itu harus sejumlah 20%. Jadi, misal ada si A yang tinggal di Surabaya. Dan ada di B yang tinggal di Bandung. Mereka sama-sama ngambil UNPAD dan sama-sama di jurusan X. Hasil skor SBMPTN si A jauh lebih rendah dari si B, namun karena adanya prisnip pembagian wilayah, maka yang diterima adalah si A.
Tapi aku juga nggak tahu apa prinsip ini dilakukan oleh semua PTN atau tidak. Tapi emang ini fakta kok  bahwa ada kampus yang pakek prinsip ini.
Tapi sebenarnya untuk masalah lokasi PTN harus bener-bener diskus sama keluarga besar + difikirkan untuk bagaimana masa depannya ya.
4.      Belajar dan terus berdo’a
Untuk bagian ini nggak usah aku jelaskan panjang x lebar lagi. Coz di atas sudah aku jelaskan dengan sangat gamblang bagaimana peranan usaha dan do’a dalam kesuksesan yang dalam hal ini adalah lolos SBMPTN. Cuma intinya adalah Usaha tanpa do’a sama aja dengan sombong dan do’a tanpa usaha sama aja dengan bohong!
5.      Jangan telat dapet info!
Ini juga sangat penting nih. Kita harus update terus dengan info-info yang sedang berkembang. Bisa update di twitter dan situs-situs resmi dikti.  Yang terpenting jangan sampai kita dapet infonya dalah info yang hanya sekedar isu dan hoax. Mending kalo dapet isu-isu langsung tanya ke yang paham aja deh jangan hanya kira-kira. Bisa juga update info dari sekolah kita. Atau tanya yang sudah pernah test SBMPTN itu juga sangat penting.
6.      Jangan sekedar kuliah!
Tips terakhir adalah janganlahh kit kuliah hanya sekedar kuliah. Kita kuliah hanya beralasan hal-hal yang ngaco. Misalkan karena kalo nggak kuliah nanti ngapain di rumah? Coz pengen kerja yang ada pangkatnya. Untuk nyari pacar, untuk mengejar gengsi, dll. Bahwasannya kedudukan kita di bangku kuliah adalah untuk MENUNTUT ILMU. Tidak hanya sekedar ilmu keduniaan melainkan juga ilmu untuk bekal akhirat (ntar bisa aktif di UKM keagamaan, dll). Jadi buang jauh-jauh alasan kenapa kita kuliah yang masih berasaskan kegengsian belaka. Semua amalan adalah tergantung dari niat, mumpung testnya masih agak lama, so yuk ubah niat dengan sebuah ucapan yang tulus bahwa kita kuliah hanya karena Allah dan untuk beribadah kepada Allah yang salah satu aktivitasnya adalah dengan mencari ilmu.

Kekuatan dari selain belajar
Aku adalah salah satu orang yang paling percaya bahwa kekuatan do’a itu mengalahkan segalanya. Tapi untuk bisa berdo’a tidak semudah yang orang-orang bayangin. Karena juga ada beberapa kondisi yang menjadikan do’a kita tidak dikabulkan oleh Allah. So, mending kita intropeksi. Dan coba cari tahu gimana caranya agar apa yang kita minta maka Allah akan mengabulkannya. Yah walaupun memang ada beberapa doa kita yang nggak dikabulkan Allah secepat yang kita minta. Percayalah bahwa ketika do’a kita tidak dikabulkan (contoh kita belum lolos SBMPTN) maka itulah qodho dari Allah untuk kita. So, sebagai seorang muslim kita harus sabar dan menerima kenyataan dengan strong!. Pasti dan pasti Allah sudah menyiapkan rencana yang lain dan pasti ada hikmah di balik semua itu.

Kembali ke do’a. Ada beberapa waktu yang dimana saat itulah do’a-do’a kita sulit untuk tidak dikabulkan Allah, antara lain saat kita dalam keadaan puasa, sahur, berbuka, wiyamul lail habis sholat wajib, iqomah, hujan dan lain sebagainya. Dan di saat itulah dulu aku terus berdo’a semoga aku bisa lolos SBMPTN. Bicara soal do’a pasti tidak ketinggalan dengan betapa do’a orang-orang sholeh pasti akan dikabulkan Allah. Jadi waktu itu aku juga banyak-banyak minta do’a ke orang lain. Grub di whatsapp kebetulan gabung dengan grub baca quran, al-matsurat, tahajud, dakwah, dll. Nahhhh, itulah saat yang tepat, minta do’a sama mereka semua, tak lupa kepada guru-guru kita. Selain itu juga jangan bosen-bosen untuk ngedo’ain temen-temen kita yang juga lagi berjuang masuk PTN.

Ohya btw sudah cek surat Muhammad ayat 7 belum? Kalo belum, coba beneran cek. Dan dari ayat itulah aku menemukan keberhasilan. Ya, ketika kita menolong agama Allah (menolong bisa dengan menerapkan hukum-hukum Allah, dan tak lupa mendakwahkannya so yuk mengkaji Islam dan mendakwahkannya!) maka Allah bener-bener akan menolong kita bahkan tidak hanya itu, Allah akan meneguhkan kedudukan kita. Masya Allah.

Kebanyakan siswa sekarang ketika banyak tugas maka mereka akan banyak ngeluh dan tidak mau ada urusan dengan urusan selain sekolah. Bahkan ada yang sangat anti dengan mengkaji Islam, coz beranggapan belajar Islam hanya akan buang-buang waktu dan tidak ada implikasi untuk kesuksesan pendidikan. Padahal, siapa sih yang ngasih kesuksesan itu? Guru? Orangtua? Temen? Bukan! Yang ngasih kesuksesan semua manusai adalah Allah. So, kalau mau dikasih kesuksesan, suksesin dulu ibadah kita ke Allah. Heheh. Intinya kedekatan kita dengan Allah harus kita jaga. Karena bagaimanapun usaha keras tanpa do’a itu sama saja dengan sombong, dan do’a banyak tanpa usaha itu sama aja dengan bohong. So, usaha dan do’a sama-sama penting.

Untuk mencapai kesuksesan termasuk dalam hal masuk PTN kita nggak bisa egois hanya dengan belajar dan belajar doang. Tapi harus ada Allah di dalam setiap usaha kita. Ya bisa dengen terus menjaga  ibadah kita kepada Allah, menolong agama Allah dengan berdakwah, terus mengkaji Islam dan lain sebagainya.

Dan setelah mengarungi SBMPTN namun hasilnya adalah FAIL. So, itu bukanlah FAIL, itu hanya sebuah ketertundaan dari kesuksesan yang semakin besar. Allah itu Sang Pembuat Skenario terbaik kok. Apapun yang Allah telah tentukan untuk kita maka itulah yang terbaik untuk kita. So, mari berpositif thinking dan terus berusaha.

Semangat............

Sungguh bukan maksud diri untuk menggurui, diri hanya ingin berbagi ^.^

***
“Memimpikan sesuatu amat mudah, memperolehnya tidaklah mudah dan mempertahankan setelah memperolehnya adalah susah.” | “Jika berfikir meraih sesuatu amat musykil, namun ingatlah bagi Allah tak ada sesuatu yang mustahil. Kun fayakuun!”.

*cmiiw

Minggu, 07 April 2013

Artikel Tentang Menyontek


Kondisi pelajar zaman sekarang sudah cukup memperihatinkan. Mereka-mereka yang mempunyai biaya(mampu) untuk melaksanakan sekolah justri tidak melakoni kegiatan sekolah itu dengan benar dan sungguh-sungguh. Kebanyakan dari mereka kurang mengerti bahwa masih banyak jutaan remaja yang tidak sekolah dikarenakan kurangnya biaya. Tidak hanya itu, banyak remaja Indonesia yang sudah mendekati UNAS, namun tidak bisa melanjutkan/mengikuti UNAS dikarenakan kurangnya biasa administrasi sekolah.

Mereka-mereka yang masih belum sadar saja dalam mensyukuri rezeki untuk bisa sekolah ini, kadang
menjalani kegtaian sekolah masih dengan sangat ugal-ugalan(seenaknya sendiri). Terutama dalam masalah mendapatkan nilai. Zaman sekarang ini, kebanyakan mreka sering menyontek saat dalam pengambilan nilai disekolah.

Saat UNAS, USEK, UH, bahkan PR sekaipun yang sejatinya masih bisa dikerjakan dengan cara minta tolong orang lain atau bahkan masih bisa Tanya Mbah.Google pun masih mereka lakukan dengan kegiatan haram, yaitu menyontek.

Wahai teman-temanku, ketahuilah menyontek itu ialah hal pembodohan dan hukumnya haram, karena bersifat curang dan membohongi khalayak banyak.

Saat melaksanakan segala macam ujian. Untuk hal ini, apakah pengajar kurang tegas/ketat dalam pengawasan atau justru pelajarnya yang semakin menggila dan tidak punya sopan santun ?. Dan yang paling menggila adalah sudah banyaknya macam-macam mengibuli guru yang dilakukan oleh siswa pada saat ujian. Ada yg ditulis dikertas kecil banget, tembok, bahkan tubuh. (Hayohh pembaca pernah atau tidak melakukan itu ??? ngakuu !!!).

Pelajar zaman sekarang memang sangat mengenaskan, dengan lihai dan tanpa rasa takut ia menyontek dan melihat buku (dibaca : ngerepek)

Allah-pun bersabda "Barang siapa yang berbuat curang, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa hasil kecurangannya" (TQS Ali-Imran [31] : 161).
Nah kalau sudah kayak gini, apa kalian masih tidak takut aja untuk menyontek ?

Mereka kurang mengerti bahwasannya memang guru itu bisa saja dikibulin, tapi ingat !. Ada satu yang tidak akan pernah bisa kita kibulin, yaitu ALLAH. yups ! Dzat Yang Maha Agung itu tidak akan pernah kita kibulin. Artinya, setiap kita menyontek sedikit saja, dosa akan senantiasa mengalir pada dirikita, karena semua perbuatan kita akan selalu di catat oleh para Malaikat Allah.

Teman-temanku yang hebat, ketahuilah Rasulullah pernah bersabda, "Ciri-ciri orang munafik ada 3 : apabila berkata ia dusta, apabila beranji ia ingkar dan apabila ia dipercaya (diberi Amanah) ia khianati.

Nah, apa kalian mau dikatakan sebagai orang munafik ??, tentu enggak kan !. Nah makanya itu kalian jangan berkata dusta kepada guru dan teman-teman kalian, contohnya "aku gak nyontek kok, beneran deh !". Tapi ihh nyatanya nyontek !. Kalian juga ingkar terhadap janji kalian kepada guru dan orangtua kalian, "Iya Bu.Guru/Pa/Ma aku kalau sekolah gak nyontek kok". Lalu, kalian juga mengingkari kepercayaan orang tua kalian untuk mempercayakan kalian besekolah dengan sungguh-sungguh. Dan bahwasannya menyontek juga termasuk kedalam golongan ingkar yang sangat ingkar, karena bersifat membohongi. Kita sudah membohongi guru, teman-teman dan diri kalian sendiri.

Dengan menyontek, berarti anda juga membohongi diri anda sendiri. Kalian bersifat tidak percaya diri dan bersifat menjerumuskan diri kalian sendiri.

Teman-teman, ketahuilah kita tak perlu dipandang hebat oataupun baik oleh para manudia dibumi ini. Kita cukup berusaha untuk menkadi yang terbaik di mata Allah dan para Malaikat-Nya. Maka InsyaAllah dengan itu, Allah akan memberikan pancaran kehebatan dan kebaikan untuk kita agar dapat di pandang oleh seluruh manusia-manusia dibumi ini.

Teman-teman marilah kita menuju dunia kejujuran yang akan membawa kita pada kesuksesan yang sesungguhnya. Mari kita berbondong-bondong bersama untuk meninggalkan kegiatan haram, yaitu menyontek (salah satunya). Karena jika kita sekolah dengan cara yang benar, baik, dan jujur. InsyaAllah jika kelak kita jadi seorang pejabat, maka pada saat pelepasan jabatan, kita akan melepaskan jabatan itu dengan cara terhormat. Namun lain lagi jika kita sekolah saja masih sering menyontek. Maka sudah pasti pada saat menjadi pejabat, kita akan menjadi pejabat yang curang ataupun korup. Dan yg paling memalukan kita akan diturunkan dari jabatan kita dengan sangat tidak hormat.

Untuk masalah pekerjaan akibat dari sering/tidaknya menyontek, itu tidak berdampak pada pekerjaan menjadi pejabat saja. Melainkan semua pekerjaan. Jika kita sekolahnya saja selalu meyontek, maka kelak kita akan mendapatkan pekerjaan yang tidak barokah. Dan sudah pasti begitupun sebaliknya.

So, Jujurlah dalam melakukan pencarian (termasuk pencarian ilmu), pasti Ma'unah (pertolongan) Allah akan datang. Takut dari dosa bagaikan minum obat dari penyakit, dan tidak sedikit obat
menjadi penyebab sehatnya.

salam #SEMANGKA !!!!
#SemangatKarenaAllah