Selasa, 21 April 2015

Biar Liburanmu Ngga Garing !!!

Lega? Ya mungkin teman-teman yang habis melaksanakan UN dapat bernafas lega, meskipun belum sepenuhnya. Gimana bisa sepenuhnya lega gitu ya,? Ujiannya tiga atau empat hari eh digantungnya hampir sebulanan. Memang UN tidak menentukan kelulusan. Akan tetapi, nilau UN-nya itu loh yang jadi pikiran, iya nggak?

Ketika nilai UN kita bagus. Hmm asyik bener nih. Akan banyak kebahagiaan yang kita rasakan. Mulai dari bahagia karena membuat orang tua serta guru di sekolah bangga, rasa puas karena usaha kita selama ini benar-benar tidak mengkhianati, dan bahagia karena mendapatkan reward dari sekolah, hehe, btw di sekolah kalian kalau dapat nilai bagus sama sekolah dikasih reward kan? xD.


Selain itu, ketika nilai kita bagus kita akan dimudahkan di masa mendatangnya. Ntah kita mau kuliah atau kerja, bahkan nikah sekalipun. Kalau nilai kita bagus kita akan dengan mudah meraih itu semua. Tahun ini saja penentuan SNMPTN salah satu indikatornya dari nilai UN. Lalu kerja, pasti yang dilihat oleh perusahaan pertama kali adalah ijazah (kini bisa dikatakan SKHUN), mereka akan melihat berapa nilai UN kita. Nah, bisa bayangkan kan kalau nilai kita jelek, gimana kita bisa dengan mudah diterima?. Lalu menikah, kalau kita nanti punya anak, terus kita menyuruh anak kita "Nak, belajar biar pinterr", terus anak kita jawab "Ibu mah nyuruh aku belajar terus, dulu aja ibu matematika dapet 4, masa nyuruh aku belajar terus". Ckckck, naudzubillah deh ya. Tapi eitss, rizqi itu tetepp minallah kok, bukan minnilai hehe. So kalau kita jujur dapat mendapatkan nilai, seberapapun nilai kita, insya Allah Yang Diatas akan memudahkan semua urusan kita.

Terus, kemarin cara kalian dalam mengerjakan gimana? Baik nggak? Apakah kalian berbuat curang dengan menyontek, membeli kunci jawaban? Atau kalian memilih berlaku jujur? Apapun itu, yang penting jujur itulah yang paling tepat. Mengapa? Karena jujur itu akan membawa berkah dan rasa bangga yang mendalam buat pelakunya. Tentu yang utamanya, ini diridhoi oleh Allah. Bukankah kebahagiaan hakiki seorang muslim adalah ketika aktivitas yang dilakoninya memperoleh keridhoan Allah? Masalah nilai, atau pekerjaan tidak perlu takut. Serahkan semuanya pada Allah. Bukankah Allah Maha Adil? Kita sebagai manusia hanya mampu berusaha yang kita mampu. Dan untuk sesuatu hal yang tidak kita mampu, biarlah Allah yang melakukannya.

Percuma nilai bagus tapi tidak jujur. Karena bahwasannya dengan kalian tidak jujur itu sudah sama dengan kalian membodohi diri kalian sendiri. Menganggap kalian tidak mampu melakukan yang lebih. Ada sebagian dari pelajar kelas XII yang kemarin sampai membeli jawaban dengan harga yang tidak murah. Hal ini benar-benar konyol, mereka menghabiskan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk membeli secarik fotokopi yang berisi jawaban-jawaban. Padahal? Jawaban itu belum tentu benar. Karena bisa saja semua itu palsu.

Kini, usaha telah dilewati, tinggal berdoa yang terus dijalani. Terlepas dari semua itu, kalian apa-kan waktu luang kalian selama menunggu? Kan pasti nggak sesibuk sebelum UN tuh. Mau nglibur nggak berangkat sekolah aja nggak dimarahain atau dicredit point sama guru. Istilahnya kalian lebih leluasa berbuat seenaknya gitu. Apakah digunakan untuk hal yang positif? Atau malah sebaliknya?

Waktu luang mempunyai dua sisi, bisa jadi negatif bisa jadi positif. Artinya, ketika kita punya waktu luang, kita bisa terjerumus dengannya atau kita justru akan lebih maju dengannya. Dalam Islam aja waktu diartikan seperti pedang. Ketika kita tidak bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin, wah bisa alamat tuh. So, alangkah baiknya waktu luang setelah UN ini benar-benar kita manfaatkan untuk kemajuan hidup kita.

Jadikanlah masa-masa ini untuk menyelesaikan apa yang sempat tertunda karena terlalu memikirkan UN. Semisal, yang dulunya bolong-bolong ngaji Islam, yuk sekarang kan sudah ngga sesibuk dulu, jadi bisa dong mengkaji Islam. Bahkan kalau perlu benar-benar dimaksimalkan.

UN selesai bukan berarti belajarnya juga selesai loh ya. Belajar atau menuntut ilmu itu hukumnya wajib. Apalagi ilmu Islam, wah sangat wajib tuh. Ingin sukses didunia ya harus dengan ilmu. Begitupun ingin sukses diakhirat juga harus dengan ilmu. Banyak dari teman-teman kita yang salah kaprah memahami hakikat belajar. Mereka paham wajibnya belajar bahwasannya belajar itu didapat dari sekolah. Kan ada tuh slogan "Wajib belajar dua belas tahun".

Perlu diingat yah, belajar itu tidak ada batasnya kecuali mati. Mau kita tua, muda, kaya, miskin, dll itu tidak berpengaruh. Kan ada tuh hadist yang berbunyi "menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim". So, jika kamu mengaku muslim, maka wajib buat kamu buat menuntut ilmu. Sekolah, kuliah atau lembaga pendidikan lainnya dari pemerintah itu hanyalah sarana yang digunakan untuk menuntut ilmu. Dalam Islam bukan sekolahnya yang wajib, tapi menuntut ilmunya lah yang wajib.

Teman-teman bisa melihat dua contoh tokoh berikut : pertama, Bill Gates. Pasti sudah tau kan dia? Yups ! Dia saat ini di nobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Pertanyaannya, apakah dia menuntut ilmu? Wahh ya jangan ditanya, sudah tentu dia mencari ilmu. Masa iya penemu Microsoft dulunya ngga mencari ilmu. Lalu pertanyaan kedua, dengan penemuannya yang sebegitu bermanfaatnya untuk semua orang di dunia ini, iyakah dia kelak akan masuk surga? Pasti semua sudah bisa jawab, dia aja bukan seorang muslim (saat ini), jadi begitulah jawabannya. Padahal kesuksesan tertinggi adalah ketika kita sukses masuk surga Allah.

Yang kedua, Muhammad Al Fatih. Btw, you know siapa beliau itu? Yups ! Bener banget, beliau adalah sosok yang menaklukan Konstatinopel (dahulu sebagai negeri adidaya). Pertanyaannya sama, apakah Muhammad Al Fatih dulu belajar? So pasti dong, dia sejak kecil sudah berkelana kesana-kemari dan berguru pada para ulama. Salah satu buktinya, beliau saja sampai bisa atau mahir tujuh bahasa ketika berusia 24 tahun. Keren, kan?. Dan pertanyaan kedua, apakah beliau akan masuk surga? Insya Allah.

Disini teman-teman bisa mengambil hikmah, pintar ilmu dunia saja tak akan pernah menjamin kesuksesan hakiki kita. So, perlu banget yang namanya kita itu belajar ilmu agama. Ngga boleh tergantung mood, karena ini sudah kewajiban. Mungkin dulu saat masih sibuk UN, diantara kita ada yang bilang "Haduh sibuk nih, dan bla bla bla". Nah, sekarang kan udah ngga sibuk, yuk moment ini dijadikan sebagai awalan yang baik. The good beginning.

Belajar Islam atau ngaji Islam itu penting banget loh. Di zaman sekarang ini kalau kita tidak membentengi diri kita dengan ilmu agama, yakin deh kita bakal kebawa arus kehancuran. Lihat, kerusakan sekarang ini terjadi dimana-mana. Pelaku atau korban kerusakan dari semua kalangan. Yuk buat teman-teman yang dulunya belum sempat atau malas belajar ilmu agamanya sendiri, mulai sekarang dipaksa buat belajar Islam. Berat? Awalnya aja, lama kelamaan enggak kok. Biasanya nih ya, berat itu karena tidak menikmati. Coba deh pas belajar Islam dinikmati betul, pasti nggak berat tuh

Selain belajar (ilmu agama), masih banyak loh aktivitas yang bisa kita lakuin untuk mengisi keluangan waktu ini. Mulai dari tilawah, puasa, berbuat baik, sedekah, nge-maksimalkan hobby, dan yang paling keren adalah dakwah .

Mulai dari tilawah, mungkin dulu ketika lagi sibuk-sibuknya belajar untuk UN ada sebagian dari kita yang sampai dengan ikhlas bin legowonya meninggalkan baca Quran. Padahal? Quran ini pedoman hidup kita, kalau kita ngga mau ngebacanya? Hmm aneh kan? Gimana bisa tahu sama apa-apa yang ada dalam Islam coba kalo kita ngga mau ngebacanya. Nah, ini kan mumpung kita lagi banyak freetime nya. Yuk lakukan baca quran. Semoga ini benar-benar menjadi suatu awalan yang bagus. Semoga aja bisa keterusan walau ntar kita sudah kuliah atau kerja sekalipun.

Dulu habis maghrib pasti kita pada sibuk menata buku sambil mempersiapkan bahan belajar untuk nanti malam. Nah, sekarang kan sudah ngga sibuk tuh? Yuk waktu ini dijadikan membaca quran. Satu 'ain its oke lah. Kan yang penting kontinue. Lagipula kan Allah itu menyukai amalan yang sedikit tetapi istiqomah. Susah? Udah coba dulu. Inget deh, aku punya slogan "we would make it if we try". Coba ya. Bismillah.

Lalu sekarang puasa. Btw pernah denger ngga? Kalo mau UN jangan puasa, ntar pas ngerjakan Soal UN lemes dan nggak fokus deh. Haduh, ni sebenarnya bener-bener salah kaprah. Dalil dari mana coba? Hihih. Alhasil ada beneran orang-orang yang ngga mau puasa pas momentum sebelum dan pas UN. Nah sekarang kan sudah ngga UN tuh? Bismillah yuk, kita mulai puasa. Mulai dari bayar hutang puasa ramadhan deh. Ohya u know kan? Dah Rajab loh sekarang, Ramadhan berarti sebentar lagi. Itu tandanya kita harus segera membayar hutang kita. Hehe. Kalau sudah lunas hutangnya, tenang, masih ada puasa Senin - Kamis sama Ayyamul Bidh. Itu tuh, puasa yang tiga hari dipertengahan setiap bulannya (bulan dalam Islam). Susah? Ya pasti. Surga kan diatas, jadi maklum aja kalo kita melakukan kebaikan pasti susah. Bismillah aja deh. Pasti bisa kok.

Lalu berbuat baik. Saat ini status kita adalah anak. Ingat kan kewajiban seorang anak apa? Ya birul walidyin, berbuat baik terhadap orangtua. Ingat, ridho Allah ridho orangtua. Begitu pun dengan murkanya Allah. Nah, selama ini sudahkah kita berbuat baik pada kedua insan mulia ini? Kalau belum, yuk mulai sekarang kita buktikan bahwa kita patut menjadi anak yang mampu dibanggakan. Dengan apa? Dengan menuruti perintah keduanya selama dalam lingkup ketaatan loh ya. Kalau dalam kemaksiatan kepada Allah kita tidak dibolehkan taat. Berbuat baik tak hanya pada orangtua saja. Akan tetapi juga dengan sesama. Dengan saudara, teman, sahabat, guru dan banyak lagi. Berbuat baik itu tiada batasan. Lelah? Itu pasti. Tapi tenang, kelelahan itu akan hilang. Tapi pahala atau kebaikan yang diperoleh tidak akan hilang. Subhanallah..

Ya dan mengisi waktu luang yang paling keren itu adalah dakwah. Nggak percaya? Monggo dicoba saja. Jangan pikirkan berapa usiamu. Jangan pikirkan apa jabatanmu. Jangan pikirkan bahwa dakwah hanya untuk orang yang suci. Mengapa? Karena kalau dakwah disyaratkan seperti itu, dakwah tidak akan jalan. Dan islam tidak akan sampai pada sekarang. Ingat, kita hanya manusia biasa. Tempatnya salah dan diliputi dosa. Rasulullah bersabda " sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat". Ya, kita hanya disuruh menyampaikan. Apa yang kita dengar selama itu baik dan benar #Islam, ya kita sampaikan. Untuk apa? Untuk mengajak pada jalan kebenaran yang akan membawa kebaikan.

Oke, denger kata dakwah yang ada dipikiran teman-teman seperti apa? Dakwah diperuntukan bagi mereka yang bergelar ustadz - ustadzah? Dakwah itu disampaikan di masjid-masjid, iya? Wahhh, kalau iya pemahaman kalian belum benar nih. Dakwah bisa ditujukan dimana saja, dan oleh muslim siapa saja. Mau di masjid, sekolah, pasar, kuliahan, atau dari ustadzah, kyai, pelajar, ibu rumah tangga, guru dll. Dakwah tidak harus resmi berupa forum kajian. Akan tetapi, ketika kita melihat orang yang tidak menutup aurat lalu kita menegurnya, ini dakwah. Ketika ada teman yang menyontek kita mengingatkannya, ini dakwah. Ketika ada orang yang tidak sholat dan kita menyuruhnya, ini pun juga dakwah.

"Kalau sering negur, ngingetin, ntar dibilang cerewet gimana dong?". Ya nggak gimana-gimana, cerewet untuk kebaikan itu baik. Kalau kita diamkan saja orang yang terang-terangan dalam maksiat dia dosa, kita pun juga dosa karena membiarkan.

Gunakanlah prinsip PAS (Pelajari, Amalkan, dan Sampaikan (dakwah)). Teman-teman sudah mempelajari ilmu. Kalau sudah dipelajari langsung diamalkan. Biar berarti bari deh di sampaikan pada orang lain. Betapa indahnya orang yang menyampaikan kebaikan dan kebaikan itu dilakukan oleh orang yang didakwahkan. Orang yang mendakwahkan akan menndapat pahala dari orang yang melakukan, tanpa mengurangi pahala orang yang melakukan. Begitupun terus selanjutnya. Investasi pahala tuh.

Dan ini pembahasan terakhir. Meskipun sebenarnya ini bukanlah opsi terakhir yang akan kami bahas untuk mengisi keluangan waktu setelah UN ini. Ketika banyak waktu luang, alangkah baiknya kita mengisinya dengan hal-hal positif. Apalagi kalau hal positif adalah hobby kita? Syukur-syukur sama Allah kehitung pahala kebaikan untuk kita. Lebih syukur lagi kalau bisa mendatangkan uang pula. Hmm seru kan? Tapi btw gimana ya caranya?

Oke, karena kita disini terlalu baik (hehe, ngarep banget ya dibilang baik), maka kita akan ngasih tau temen-temen nih. Misal nih ya hobby kalian membaca. Bisa tuh kalian lahap banyak buku yang sempat tertunda. Daripada habis baca buku diem aja, coba bikin resensi. Kirim ke media cetak. Kalo diterima syukur Alhamdulillah. Kalo engga? Tetep Alhamdulillah. Coba bikin blog dan post deh tulisanmu di blog. Pasti bermanfaat buat banyak orang. Pahala deh. Simple kan?

Misal juga kalian hobby nulis, bisa juga waktu free sekitar 1,5 bulan ini kalian bikin untuk membuat suatu mahakarya (ciye bahasanya mahakarya, hehe). Maksudnya ya ntah nulis cerbung, cerpen, artikel, esai, buku atau novel sekalipun kalau perlu. Sehari satu bab. Hmm, satu bulan udah jadi deh tu buku. Tinggal kirim ke penerbit, berdoa semoga proses pencetakannya dimudahkan sama Allah. Dapet uang, dapet pengalaman, dapet ilmu, ngelatih skill, dapet pahala. Waduh banyak banget keuntungannya. Asik atau asik, nih?

Dan mungkin kalian punya hobby-hobby lainnya.intinya, apapun hobby kalian maksimalkanlah. Mumpung ada waktu. Jadikan masa luang belajar ilmu sekolah ini untuk mengawali berbagai kegiatan positif. Semoga menjadi kebiasaan. Aamiin

Ya, seperti kata diawal tadi "waktu adalah pedang". Meskipun di negeri kita tercinta ini, waktu adalah karet hhehehe. Intinya mah tetap waktu itu sangat penting. Apa yang terjadi tidak bisa diulangi. So, buat teman-teman semuanya yuk gunain waktu kamu untuk hal yang bernilai positif . Tak hanya itu, tentu juga bisa membawa manfaat baik diri sendiri maupun oranglain. Bijaklah dalam menggunakan waktu luang liburmu. Selamat menunggu , semoga hasil UN kita dapat buat airmata jatuh haru. Dan dapat menambah kemuliaan bagi agama kita, Islam.

Tidak ada komentar: