Lega?
Ya mungkin teman-teman yang habis melaksanakan UN dapat bernafas lega, meskipun
belum sepenuhnya. Gimana bisa sepenuhnya lega gitu ya,? Ujiannya tiga atau
empat hari eh digantungnya hampir sebulanan. Memang UN tidak menentukan
kelulusan. Akan tetapi, nilau UN-nya itu loh yang jadi pikiran, iya nggak?
Ketika nilai UN kita bagus. Hmm asyik bener nih. Akan banyak kebahagiaan yang kita rasakan. Mulai dari bahagia karena membuat orang tua serta guru di sekolah bangga, rasa puas karena usaha kita selama ini benar-benar tidak mengkhianati, dan bahagia karena mendapatkan reward dari sekolah, hehe, btw di sekolah kalian kalau dapat nilai bagus sama sekolah dikasih reward kan? xD.
Ketika nilai UN kita bagus. Hmm asyik bener nih. Akan banyak kebahagiaan yang kita rasakan. Mulai dari bahagia karena membuat orang tua serta guru di sekolah bangga, rasa puas karena usaha kita selama ini benar-benar tidak mengkhianati, dan bahagia karena mendapatkan reward dari sekolah, hehe, btw di sekolah kalian kalau dapat nilai bagus sama sekolah dikasih reward kan? xD.
Selain
itu, ketika nilai kita bagus kita akan dimudahkan di masa mendatangnya. Ntah
kita mau kuliah atau kerja, bahkan nikah sekalipun. Kalau nilai kita bagus kita
akan dengan mudah meraih itu semua. Tahun ini saja penentuan SNMPTN salah satu
indikatornya dari nilai UN. Lalu kerja, pasti yang dilihat oleh perusahaan
pertama kali adalah ijazah (kini bisa dikatakan SKHUN), mereka akan melihat
berapa nilai UN kita. Nah, bisa bayangkan kan kalau nilai kita jelek, gimana
kita bisa dengan mudah diterima?. Lalu menikah, kalau kita nanti punya anak,
terus kita menyuruh anak kita "Nak, belajar biar pinterr", terus anak
kita jawab "Ibu mah nyuruh aku belajar terus, dulu aja ibu matematika
dapet 4, masa nyuruh aku belajar terus". Ckckck, naudzubillah deh ya. Tapi eitss, rizqi itu tetepp minallah kok,
bukan minnilai hehe. So kalau kita jujur dapat mendapatkan nilai, seberapapun
nilai kita, insya Allah Yang Diatas akan memudahkan semua urusan kita.
Terus,
kemarin cara kalian dalam mengerjakan gimana? Baik nggak? Apakah kalian berbuat
curang dengan menyontek, membeli kunci jawaban? Atau kalian memilih berlaku
jujur? Apapun itu, yang penting jujur itulah yang paling tepat. Mengapa? Karena
jujur itu akan membawa berkah dan rasa bangga yang mendalam buat pelakunya.
Tentu yang utamanya, ini diridhoi oleh Allah. Bukankah kebahagiaan hakiki
seorang muslim adalah ketika aktivitas yang dilakoninya memperoleh keridhoan Allah?
Masalah nilai, atau pekerjaan tidak perlu takut. Serahkan semuanya pada Allah.
Bukankah Allah Maha Adil? Kita sebagai manusia hanya mampu berusaha yang kita
mampu. Dan untuk sesuatu hal yang tidak kita mampu, biarlah Allah yang melakukannya.
Percuma
nilai bagus tapi tidak jujur. Karena bahwasannya dengan kalian tidak jujur itu
sudah sama dengan kalian membodohi diri kalian sendiri. Menganggap kalian tidak
mampu melakukan yang lebih. Ada sebagian dari pelajar kelas XII yang kemarin
sampai membeli jawaban dengan harga yang tidak murah. Hal ini benar-benar
konyol, mereka menghabiskan uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk
membeli secarik fotokopi yang berisi jawaban-jawaban. Padahal? Jawaban itu
belum tentu benar. Karena bisa saja semua itu palsu.
Kini,
usaha telah dilewati, tinggal berdoa yang terus dijalani. Terlepas dari semua
itu, kalian apa-kan waktu luang kalian selama menunggu? Kan pasti nggak sesibuk
sebelum UN tuh. Mau nglibur nggak berangkat sekolah aja nggak dimarahain atau dicredit point sama guru. Istilahnya
kalian lebih leluasa berbuat seenaknya gitu. Apakah digunakan untuk hal yang
positif? Atau malah sebaliknya?
Waktu
luang mempunyai dua sisi, bisa jadi negatif bisa jadi positif. Artinya, ketika
kita punya waktu luang, kita bisa terjerumus dengannya atau kita justru akan
lebih maju dengannya. Dalam Islam aja waktu diartikan seperti pedang. Ketika
kita tidak bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin, wah bisa alamat tuh. So, alangkah baiknya waktu luang setelah
UN ini benar-benar kita manfaatkan untuk kemajuan hidup kita.
Jadikanlah
masa-masa ini untuk menyelesaikan apa yang sempat tertunda karena terlalu
memikirkan UN. Semisal, yang dulunya bolong-bolong ngaji Islam, yuk sekarang
kan sudah ngga sesibuk dulu, jadi bisa dong mengkaji Islam. Bahkan kalau perlu
benar-benar dimaksimalkan.
UN
selesai bukan berarti belajarnya juga selesai loh ya. Belajar atau menuntut ilmu
itu hukumnya wajib. Apalagi ilmu Islam, wah sangat wajib tuh. Ingin sukses
didunia ya harus dengan ilmu. Begitupun ingin sukses diakhirat juga harus
dengan ilmu. Banyak dari teman-teman kita yang salah kaprah memahami hakikat
belajar. Mereka paham wajibnya belajar bahwasannya belajar itu didapat dari
sekolah. Kan ada tuh slogan "Wajib belajar dua belas tahun".
Perlu
diingat yah, belajar itu tidak ada batasnya kecuali mati. Mau kita tua, muda,
kaya, miskin, dll itu tidak berpengaruh. Kan ada tuh hadist yang berbunyi
"menuntut ilmu itu wajib bagi setiap
muslim". So, jika kamu
mengaku muslim, maka wajib buat kamu buat menuntut ilmu. Sekolah, kuliah atau
lembaga pendidikan lainnya dari pemerintah itu hanyalah sarana yang digunakan
untuk menuntut ilmu. Dalam Islam bukan sekolahnya yang wajib, tapi menuntut
ilmunya lah yang wajib.
Teman-teman
bisa melihat dua contoh tokoh berikut : pertama, Bill Gates. Pasti sudah tau
kan dia? Yups ! Dia saat ini di nobatkan sebagai salah satu orang terkaya di
dunia. Pertanyaannya, apakah dia menuntut ilmu? Wahh ya jangan ditanya, sudah
tentu dia mencari ilmu. Masa iya penemu Microsoft
dulunya ngga mencari ilmu. Lalu pertanyaan kedua, dengan penemuannya yang
sebegitu bermanfaatnya untuk semua orang di dunia ini, iyakah dia kelak akan
masuk surga? Pasti semua sudah bisa jawab, dia aja bukan seorang muslim (saat
ini), jadi begitulah jawabannya. Padahal kesuksesan tertinggi adalah ketika
kita sukses masuk surga Allah.
Yang
kedua, Muhammad Al Fatih. Btw, you know
siapa beliau itu? Yups ! Bener banget, beliau adalah sosok yang menaklukan
Konstatinopel (dahulu sebagai negeri adidaya). Pertanyaannya sama, apakah
Muhammad Al Fatih dulu belajar? So
pasti dong, dia sejak kecil sudah berkelana kesana-kemari dan berguru pada para
ulama. Salah satu buktinya, beliau saja sampai bisa atau mahir tujuh bahasa
ketika berusia 24 tahun. Keren, kan?. Dan pertanyaan kedua, apakah beliau akan
masuk surga? Insya Allah.
Disini
teman-teman bisa mengambil hikmah, pintar ilmu dunia saja tak akan pernah
menjamin kesuksesan hakiki kita. So,
perlu banget yang namanya kita itu belajar ilmu agama. Ngga boleh tergantung mood, karena ini sudah kewajiban.
Mungkin dulu saat masih sibuk UN, diantara kita ada yang bilang "Haduh
sibuk nih, dan bla bla bla". Nah, sekarang kan udah ngga sibuk, yuk moment ini dijadikan sebagai awalan yang
baik. The good beginning.
Belajar
Islam atau ngaji Islam itu penting banget loh. Di zaman sekarang ini kalau kita
tidak membentengi diri kita dengan ilmu agama, yakin deh kita bakal kebawa arus
kehancuran. Lihat, kerusakan sekarang ini terjadi dimana-mana. Pelaku atau
korban kerusakan dari semua kalangan. Yuk buat teman-teman yang dulunya belum
sempat atau malas belajar ilmu agamanya sendiri, mulai sekarang dipaksa buat
belajar Islam. Berat? Awalnya aja, lama kelamaan enggak kok. Biasanya nih ya,
berat itu karena tidak menikmati. Coba deh pas belajar Islam dinikmati betul,
pasti nggak berat tuh
Selain
belajar (ilmu agama), masih banyak loh aktivitas yang bisa kita lakuin untuk
mengisi keluangan waktu ini. Mulai dari tilawah, puasa, berbuat baik, sedekah, nge-maksimalkan
hobby, dan yang paling keren adalah dakwah .
Mulai
dari tilawah, mungkin dulu ketika lagi sibuk-sibuknya belajar untuk UN ada
sebagian dari kita yang sampai dengan ikhlas bin legowonya meninggalkan baca Quran.
Padahal? Quran ini pedoman hidup kita, kalau kita ngga mau ngebacanya? Hmm aneh
kan? Gimana bisa tahu sama apa-apa yang ada dalam Islam coba kalo kita ngga mau
ngebacanya. Nah, ini kan mumpung kita lagi banyak freetime nya. Yuk lakukan baca quran. Semoga ini benar-benar
menjadi suatu awalan yang bagus. Semoga aja bisa keterusan walau ntar kita
sudah kuliah atau kerja sekalipun.
Dulu
habis maghrib pasti kita pada sibuk menata buku sambil mempersiapkan bahan
belajar untuk nanti malam. Nah, sekarang kan sudah ngga sibuk tuh? Yuk waktu
ini dijadikan membaca quran. Satu 'ain its
oke lah. Kan yang penting kontinue.
Lagipula kan Allah itu menyukai amalan yang sedikit tetapi istiqomah. Susah?
Udah coba dulu. Inget deh, aku punya slogan "we would make it if we try".
Coba ya. Bismillah.
Lalu
sekarang puasa. Btw pernah denger
ngga? Kalo mau UN jangan puasa, ntar pas ngerjakan Soal UN lemes dan nggak
fokus deh. Haduh, ni sebenarnya bener-bener salah kaprah. Dalil dari mana coba?
Hihih. Alhasil ada beneran orang-orang yang ngga mau puasa pas momentum sebelum
dan pas UN. Nah sekarang kan sudah ngga UN tuh? Bismillah yuk, kita mulai
puasa. Mulai dari bayar hutang puasa ramadhan deh. Ohya u know kan? Dah Rajab loh sekarang, Ramadhan berarti sebentar lagi.
Itu tandanya kita harus segera membayar hutang kita. Hehe. Kalau sudah lunas
hutangnya, tenang, masih ada puasa Senin - Kamis sama Ayyamul Bidh. Itu tuh,
puasa yang tiga hari dipertengahan setiap bulannya (bulan dalam Islam). Susah?
Ya pasti. Surga kan diatas, jadi maklum aja kalo kita melakukan kebaikan pasti
susah. Bismillah aja deh. Pasti bisa kok.
Lalu
berbuat baik. Saat ini status kita adalah anak. Ingat kan kewajiban seorang
anak apa? Ya birul walidyin, berbuat
baik terhadap orangtua. Ingat, ridho Allah ridho orangtua. Begitu pun dengan
murkanya Allah. Nah, selama ini sudahkah kita berbuat baik pada kedua insan
mulia ini? Kalau belum, yuk mulai sekarang kita buktikan bahwa kita patut
menjadi anak yang mampu dibanggakan. Dengan apa? Dengan menuruti perintah
keduanya selama dalam lingkup ketaatan loh ya. Kalau dalam kemaksiatan kepada
Allah kita tidak dibolehkan taat. Berbuat baik tak hanya pada orangtua saja.
Akan tetapi juga dengan sesama. Dengan saudara, teman, sahabat, guru dan banyak
lagi. Berbuat baik itu tiada batasan. Lelah? Itu pasti. Tapi tenang, kelelahan
itu akan hilang. Tapi pahala atau kebaikan yang diperoleh tidak akan hilang.
Subhanallah..
Ya dan
mengisi waktu luang yang paling keren itu adalah dakwah. Nggak percaya? Monggo dicoba saja. Jangan pikirkan
berapa usiamu. Jangan pikirkan apa jabatanmu. Jangan pikirkan bahwa dakwah
hanya untuk orang yang suci. Mengapa? Karena kalau dakwah disyaratkan seperti
itu, dakwah tidak akan jalan. Dan islam tidak akan sampai pada sekarang. Ingat,
kita hanya manusia biasa. Tempatnya salah dan diliputi dosa. Rasulullah
bersabda " sampaikanlah dariku walau
hanya satu ayat". Ya, kita hanya disuruh menyampaikan. Apa yang kita
dengar selama itu baik dan benar #Islam, ya kita sampaikan. Untuk apa? Untuk mengajak
pada jalan kebenaran yang akan membawa kebaikan.
Oke,
denger kata dakwah yang ada dipikiran teman-teman seperti apa? Dakwah
diperuntukan bagi mereka yang bergelar ustadz - ustadzah? Dakwah itu
disampaikan di masjid-masjid, iya? Wahhh, kalau iya pemahaman kalian belum
benar nih. Dakwah bisa ditujukan dimana saja, dan oleh muslim siapa saja. Mau
di masjid, sekolah, pasar, kuliahan, atau dari ustadzah, kyai, pelajar, ibu
rumah tangga, guru dll. Dakwah tidak harus resmi berupa forum kajian. Akan
tetapi, ketika kita melihat orang yang tidak menutup aurat lalu kita
menegurnya, ini dakwah. Ketika ada teman yang menyontek kita mengingatkannya,
ini dakwah. Ketika ada orang yang tidak sholat dan kita menyuruhnya, ini pun
juga dakwah.
"Kalau
sering negur, ngingetin, ntar dibilang cerewet gimana dong?". Ya nggak
gimana-gimana, cerewet untuk kebaikan itu baik. Kalau kita diamkan saja orang
yang terang-terangan dalam maksiat dia dosa, kita pun juga dosa karena
membiarkan.
Gunakanlah
prinsip PAS (Pelajari, Amalkan, dan Sampaikan (dakwah)). Teman-teman sudah
mempelajari ilmu. Kalau sudah dipelajari langsung diamalkan. Biar berarti bari
deh di sampaikan pada orang lain. Betapa indahnya orang yang menyampaikan
kebaikan dan kebaikan itu dilakukan oleh orang yang didakwahkan. Orang yang
mendakwahkan akan menndapat pahala dari orang yang melakukan, tanpa mengurangi
pahala orang yang melakukan. Begitupun terus selanjutnya. Investasi pahala tuh.
Dan
ini pembahasan terakhir. Meskipun sebenarnya ini bukanlah opsi terakhir yang
akan kami bahas untuk mengisi keluangan waktu setelah UN ini. Ketika banyak
waktu luang, alangkah baiknya kita mengisinya dengan hal-hal positif. Apalagi
kalau hal positif adalah hobby kita?
Syukur-syukur sama Allah kehitung pahala kebaikan untuk kita. Lebih syukur lagi
kalau bisa mendatangkan uang pula. Hmm seru kan? Tapi btw gimana ya caranya?
Oke,
karena kita disini terlalu baik (hehe, ngarep banget ya dibilang baik), maka
kita akan ngasih tau temen-temen nih. Misal nih ya hobby kalian membaca. Bisa tuh kalian lahap banyak buku yang sempat
tertunda. Daripada habis baca buku diem aja, coba bikin resensi. Kirim ke media
cetak. Kalo diterima syukur Alhamdulillah. Kalo engga? Tetep Alhamdulillah.
Coba bikin blog dan post deh tulisanmu di blog. Pasti
bermanfaat buat banyak orang. Pahala deh. Simple
kan?
Misal
juga kalian hobby nulis, bisa juga waktu free
sekitar 1,5 bulan ini kalian bikin untuk membuat suatu mahakarya (ciye
bahasanya mahakarya, hehe). Maksudnya ya ntah nulis cerbung, cerpen, artikel,
esai, buku atau novel sekalipun kalau perlu. Sehari satu bab. Hmm, satu bulan
udah jadi deh tu buku. Tinggal kirim ke penerbit, berdoa semoga proses
pencetakannya dimudahkan sama Allah. Dapet uang, dapet pengalaman, dapet ilmu,
ngelatih skill, dapet pahala. Waduh
banyak banget keuntungannya. Asik atau asik, nih?
Dan
mungkin kalian punya hobby-hobby lainnya.intinya, apapun hobby kalian
maksimalkanlah. Mumpung ada waktu. Jadikan masa luang belajar ilmu sekolah ini
untuk mengawali berbagai kegiatan positif. Semoga menjadi kebiasaan. Aamiin
Ya,
seperti kata diawal tadi "waktu adalah pedang". Meskipun di negeri
kita tercinta ini, waktu adalah karet hhehehe. Intinya mah tetap waktu itu
sangat penting. Apa yang terjadi tidak bisa diulangi. So, buat teman-teman semuanya yuk gunain waktu kamu untuk hal yang
bernilai positif . Tak hanya itu, tentu juga bisa membawa manfaat baik diri
sendiri maupun oranglain. Bijaklah dalam menggunakan waktu luang liburmu.
Selamat menunggu , semoga hasil UN kita dapat buat airmata jatuh haru. Dan dapat
menambah kemuliaan bagi agama kita, Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar