Mu'adz bin Jabal adalah salah seorang sahabat Rasulullah yang masih sangat
muda. Ia masuk Islam dalam usia kurang dari 20 tahun. Dan ketika Rasulullah
menghadap ke hadirat Allah SWT, Mu'adz berusia 31 tahun.
Mu'adz bin Jabal juga merupakan salah satu sahabat yang paling di sukai oleh Rasulullah. Suatu ketika beliau memegang tangan Mu'adz dan bersabda "Hai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar menyukaimu". Lalu Mu'adz berkata kepada Rasulullah "Sungguh, ya Rasulullah, demi Allah, aku benar-benar menyukaimu". Nabi bersabda "Aku berpesan kepadamu, setiap sholat jangan sekali-kali kamu meninggalkan do'a :
"Ya Allah, berilah pertolongan untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah kepadaMu dengan baik"
Kecintaan Mu'adz terhadap ilmu
menghantarkannya pada kedudukan yang mulia di mata Allah dan Rasulnya. Mu'adz
bin Jabal pernah mengatakan pendapatnya tentang ilmu, yakni :
"Pelajarilah ilmu, karena mempelajari
ilmu adalah (bukti adanya) rasa takut (kepada Allah SWT), menuntut ilmu adalah
ibadah, mendiskusikan ilmu adalah tasbih, mencari ilmu adalah jihad,
mengajarkan ilmu kepada orang yang belum tahu adalah sedekah, dan berbagi ilmu
dengan keluarga adalah upada mendekatkan diri kepada Allah. Hal itu dikarenakan
ilmu adalah rambu-rambu halal dan haram, mercusuar dan jalan bagi penghuni
surga, teman di kala sepi, sahabat di tempat yang asing, lawan bicara di kala
sendiri, penunjuk jalan di kala suka dan duka, senjata untuk menghadapi musuh
dan perhiasan di mata kawan. Dengan ilmulah Allah mengangkat derajak banyak
orang dan menjadikan mereka sebagai komandan dan pemimpin dalam kebajikan. Mereka
dido'akan oleh setiap benda yang basa maupun yang kering, termasuk ikan-ikan di
lautan, serangga, binatang buas dan binatang ternak. Memikirkan ilmu setara
dengan puasa dan mengkajinya sebanding dengan shalat malam. Dengan ilmu tali
persaudaraan bisa dijalin dengan baik dan halal-haram bisa diketahui. Ilmu
adalah pemimpin amal. Amal adalah pengikut ilmu. Ilmu dianugerahkan kepada orang-orang
yang bahagia hidupnya dan tidak diberikan kepada orang-orang yang
sengsara".
Suatu ketika Mu'adz juga pernah mengingatkantentang konskuensi dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh orang-orang yang berilmu. Muadz mengatakan, "Pelajarilah ilmu apa saja yang ingin kau pelajari. Akan tetapi Allah tidak akan memberikan manfaat apapun kepadamu sebelum kamu mengamalkan ilmu yang telah kamu miliki".
Suatu ketika Mu'adz juga pernah mengingatkantentang konskuensi dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh orang-orang yang berilmu. Muadz mengatakan, "Pelajarilah ilmu apa saja yang ingin kau pelajari. Akan tetapi Allah tidak akan memberikan manfaat apapun kepadamu sebelum kamu mengamalkan ilmu yang telah kamu miliki".
Ibnu Abdil Barr meriwayatkan dalam
kitabnya, Jami'ul Ilmi, bahwasannya Muadz berkata, "Kedua telapak kaki
seseorang tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak sebelum ditanya tentang
tubuhnya untuk apa ia menggunakannya, tentang umurnya untuk apa ia habiskan,
tentang hartanya dari mana ia mendapatkannya dan kemana ia membelanjakannya,
dan tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkannya".
***
Masya Allah, itulah arti indah dan urgentnya ilmu menurut sahabat yang sangat dicintai Rasulullah, Mu'adz bin Jabal.
Semoga kita senantiasa menjadi pribadi
yang selalu haus akan ilmu. Aamiin.
Wallahu alam bisshowab.
Wallahu alam bisshowab.
[diambil dari buku berjudul Pemuda-Pemuda di Sekitar Nabi, dengan tambahan]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar