Jumat, 13 Februari 2015

Life is Beautiful,Life is Easy, Life is A Boon

Sahabat Fillah, ketika kau dengar kata "Hidup", apa yang kan kau jabarkan? Sebuah duka-kah? Atau justru tentang bahagia? Bahwasannya hidup kita ini adalah sebuah anugerah terbesar dari Allah SWT. Coba bayangkan, kalau kita tidak diberikan kehidupan oleh Allah SWT. Pasti kita kelak tidak akan bisa merasakan bagaimana surga itu. Minimal, surga dunia. Yakni keindahan-keindahan di dalam dunia. Coba kita bayangkan lagi, bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan surga kalau kita tidak hidup dahlulu, toh meskipun itu hanya dalam kandungan Ibu. Ya! Hidup ini adalah anugerah. Jadi, apaun yang terjadi dengan kehidupan ini, maka bersyukurlah. Bukankah Allah akan melipatgandakan segala sesuatu yang kita syukuri?, ini sejalan dengan firmanNya :

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS Ibrahim : 7)

Bersyukurlah, sungguh itu salah satu cara kita berterimakasih kepada Allah, kepada Dia yang telah memberikan oksigen secara cuma-cuma alias gratis setiap waktu kepada kita. Bersyukurlah dengan cara semakin membaikan diri di hadapan Allah SWT. Terus melangkah di keadaan jiwa yang kadang gelisah dan di diri yang terkadang merasa lelah. Terus mendekatkan diri-lah kepada Allah, walau berbagai ujian telah kita (atau bahkan 'akan') kita terima dari Allah. Ingatlah, ujian itu adalah cara Allah mengangkat derajat kita, cara Allah menyayangi dan mencintai kita, cara Allah agar kita semakin dimudahkan jalan menuju surgaNya kelak, cara Allah agar kita lebih lihai, pandai dan hebat dalam menghadapi hidup ini. Dan cara Allah, agar Allah mengetahui kadar keimanan kita.

Sahabat Fillah, kita datang di dunia ini dengan berbagai pembawaannya masing-masing. Ada yang sejak dari kecil telah diberikan berbagai ujian hidup, ada yang sejak menemukan 'makna kehidupan yang sesungguhnya' barulah dia mendapatkan berbagai ujian hidup. Dan ada pula yang sampai ia telah menemukan makna kehidupan itu, tapi dia belum juga mendapatkan ujian-ujian hidup. Namun terlepas dari itu semua, pasti dan pasti Allah akan memberikan ujian kepada setiap hambaNya, terlebih mereka yang mukmin. Dan ketahuilah Allah memberikan ujian itu sesuai dengan kadar kesanggupan kita:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(QS. Al-Baqoroh : 286)
Seberat apapun ujian, sedahsyat apapun cobaan, mari kita terus membentuk frame berfikir. Bahwasannya Allah memberikan itu semua kepada kita karena Allah telah tahu kadar kesanggupan setiap hambaNya. Dan karena Allah itu Maha Adil. Allah sudah tahu betul mana yang kita dapat menghadapi dan menyelesaikannya, serta mana yang kita tidak bisa menghadapi dan menyelesaikannya. Allah tahu kita, Allah tahu hati kita, Allah tahu dan paham kekuatan kita, Allah tahu semua tentang hambaNya. Allah Maha Tahu Akan Segala Sesuatu.Jika Allah memberikan suatu ujian kepada kita, itu juga dengan pengetahuan Allah, bahwa kita bisa menjalaninya. Bukan sekedar itu, tapi juga bahwa kita bisa menyelesaikannya. Ya! Allah tahu bahwa kita Mampu !

Sahabat Fillah, mari terus jalani kehidupan ini dengan penuh kebahagiaan. Bahagia menurut kacamata Allah dan RasulNya saja, bukan yang lain. Makna kebahagiaan bukan sekedar ketika apa-apa yang kita inginkan lalu kita berhasil mendapatkannya, bukan pula tentang ketika hidup kita bebas dari segala permasalahan. Namun bahagia itu adalah kala apa-apa yang kita lakukan Allah meridhoinya, toh walau saa melakukan itu kita dalam keadaan lemah, strong, atau apapun itu. Maka disitulah kita bahagia.

              Bahagia itu juga suatu pilihan, ketika kita memvonis diri kita sedang sedih maka saat itu juga kita sedih. Namun berbeda jika kita berusaha memvonis (memberikan energi positif) pada diri kita, bahwa kita ini sedang bahagia, tentu bahagia karena ridho Allah, maka ya saat itu pula kita bahagia. Bahagia itu kita yang memilih, bukan atas kehendak dan pilihan orang lain.

Dan satu lagi, hidup ini adalah cara kita atau sarana kita untuk terus beribadah kepada Allah, suatu cara kita untuk mengindahkan masa akhirat kita nanti. Karena bahwasannya bagaimana kita kelak di akhirat adalah ditentukan dari bagaimana kita di dunia saat ini.

            Sahabat Fillah, itulah sedikit tentang hidup ini. Hidup itu harus kita jalani, ini demi masa depan kita kelak. Masa depan yang tidak hanya di dunia melainkan juga masa depan kita di akhirat.[Tfy]


Tidak ada komentar: