Jumat, 09 Juni 2017

Kawan... Apa yang Kau Banggakan dari Usiamu Saat Ini?

Nb: kiranya apa ada yang menganggap bahwa tulisan seperti ini adalah berlebihan, terlalu mengandai-andai, mendramatisir dan LEBAY 😊?

Tiba-tiba terlintas dalam diri ini. Kiranya sampai mana usia kehidupan? Kini masih belasan tahun. Huh, sebuah ukuran usia yang masih sangat muda. Masih jauh dengan masa depan, apalagi kematian. Sungguh sesuatu yang masih tidak perlu untuk difikirkan.

Namun, teringat dalam diri ini. Bukankah kematian adalah suatu kepastian? Dan itu terjadi kapan saja di mana saja, bahkan itu bisa terjadi di waktu yang sungguh tidak kita inginkan.

RASA AMAN. Barangkali itu yang sering dipuja. Aku masih bahagia, sekarang sehat, sedang berbahagia dengan teman-teman sebaya, keluargapun iya, tidak ada beban, dan semuanya memang sedang baik-baik saja.

Astaghfirullah. Padahal malaikat maut senantiasa mengincar kita, mungkin kini mereka di dekat kita, 1 mm disamping kita. Mereka hendak mencabut nyawa kita, sedetik lagi, bahkan sepersepuluh detik lagi.

Astaghfirullah. Lihatlah, ada kawan kita yang sedang berbahagia bersama keluarganya di rumah. Ia masih belasan tahun. Namun apa? Nyawanya melayang begitu saja di tangan perampok keji. Mati di kamar mandi.

Dan lihatlah lagi, kawan di sana. Ia beberapa bulan lalu sehat-sehat saja. Tersenyum wajahnya saat berkumpul makan bersama teman-temannya di caffe. Namun apa? Beberapa bulan kemudian penyakit menghampirinya hingga ajalpun tak bisa ia elakkan.

Ada lagi kawan di sana, berniat pergi ke pantai melepas penat perkuliahan. Namun apa? Ombak menghempas nyawanya begitu saja.

Dan lihatlah di sana, seorang kawan yang hendak berangkat menuntut ilmu. Memakai sepeda motor, seperti biasanya. Namun apa? Belum sampai ia di gerbang sekolah, nyawa sudah mengakhiri ceritanya.

Atau mungkin kawan kita di luar sana? Sedang menikmati kepopularitasannya. Sedang sibuk memberi tanda tangan kepada fansnya. Ia nampak begitu bergembira pada saat itu. Namun apa? Lelaki jahat pembawa pistol itu menembaknya hingga mati di tempat.

Atau apa lagi? Dua sejoli yang sedang asyik memadu cinta? Bepergian ke tempat wisata? Namun apa? Seolah itu adalah kebersamaan terakhirnya, nyawa melayang terkena musibah.

Semua seperti sesuatu yang tak pernah terduga sebelumnya. Siapa mengira ajal begitu cepat datang dan menyapa mereka. Padahal apa? Mereka masih muda belia, bahkan masih ada yang 16 tahun. Seumuran kita? Sangat banyak!

Sungguh, kematian adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Barangkali ada yang menganggap bahwa apa yang aku tulis ini adalah sebuah ilusi. Namun sungguh, semua kejadian di atas adalah sesuatu yang benar-benar terjadi, bahkan di sekeliling diri ini.

Kita sering menganggap diri kita masih muda, masih belasan tahun, masih belum 25 tahun. Hingga kita terkesan main-main dengan kehidupan ini.

Tidak sholat, tidak menutup aurat, tidak melaksanakan syariat Allah yang lain, syariat Allah yang amat banyak itu. Dengan dalih apa? Masih sama saja, dalih itu adalah KITA MASIH PUNYA KESEMPATAN DI HARI TUA UNTUK MEMPERBAIKI ITU SEMUA. Padahal apa? Kematian adalah sesuatu yang akan menyapa kita tanpa menunggu kita bertaubat dahulu.

Bagaimana kesaksian kita kelak dihadapannya? Ingatlah, Allah kelak akan menanyai untuk apa masa muda kita? Lantas? Apa yang akan kita jawab jika di masa muda seperti ini kita masih terlalu main-main dengan kehidupan ini? Sabdanya, “Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) pada hari kiamat nanti di hadapan Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: ..., masa mudanya untuk apa dihabiskan, ...” (HR. At-Tirmidzi)

Sungguh, ini adalah peringatan terbesar untuk penulis. Barangkali ada sesuatu yang tidak mengenakkan, percayalah ini adalah bentuk kepedulian penulis kepada mereka yang mengagung-agungkan FOREVER YOUNG. Padahal, actually forever young it’s nothing. That’s true?

Ahhh...
31/Des/16

Tidak ada komentar: