Bulan Desember akan segera datang. Akan
ada banyak pelajar maupun mahasiswa yang akan melaksanakan UAS atau akronim
dari Ujian Akhir Semester. Bagaimana semestermu yag sedang kau jalani saat ini?
Apakah terasa mudah kau lalui? Ataukah teramat susah untuk kau jalani? Mungkin
sedang dalam masa transisi. Mungkin engkau dulu masih SMA dan kini sudah
memasuki bangku kuliah. Lantas, kau temui berapa kesulitan dalam semester
pertama yang engkau jalani ini? Mungkin belum terbiasa dengan proses belajar di
kampus. Mungkin belum bisa move on dengan cara bealajr di masa-masa SMA?
Begitukah? Atau mungkin untukmu yang masih di dunia SMA? Adakah kesulitan di
semestermu saat ini? Mungkin sekarang materi lebih sulit? Guru lebih galak?
Atau? Memang engkau sekarang sedang di jenjang kelas XII sehingga engkau harus
mempersiapkan UNAS yang sekitar 5-6 bulan lagi akan menyapamu, (insya Allah)?
Atau, engkau yang sudah cukup lama
merasakan bangku perkuliahan. Masih adakah keulitan di semestermu saat ini?
Mata kulaih yang semakin sullit? Dosen yang semakin cuek? Atau? Ada hal lain
yang membatmu menyimpulkan bahwa semester inilah semester tersulit yang pernah
kau alami?
Dan, untuk engkau yang mungkin sedang
bekerja dan mengusahan hal lain. Adakah bahwa ini adalah semester yang amat
sulit untuk perjalanan hidupmu? Mungkin semakin banyaknya masalah pribadi. Atau
mungkin tentang keinginan yang tak kunjung terealisaikan? Pekerjaan yang amat
sulit, atau? Adakah bahwa masa ini adalah semester tersulit yang pernah kau alami
dalam kancah kehidupan di dunia ini?
SEMESTER YANG SULIT. Apa yang kau
fikirkan tentang ini? Satu semester kita hitung sebagai kurun waktu dari enam
bulan atau setengah tahun. Hitungan
semester tidak melulu dikhususkan untuk para pembelajar. Bahkan, hutang
Indonesia pun juga dihitung per-semester. Pun kegiatan pemerintahan lainnya.
Dan adakah bahwa ini (pertengahan tahun - akhir tahun 2015) sebagai hitungan
semseter yang sulit? Menurutmu?
Aku tak memintamu untuk mendefinisikan
bagaimana kesulitanmu menjalani semester yang sedang kau jalani. Tak perlu. Karena
untuk apa aku mendengar itu semua, lantas hati
ini cukup mendengar tanpa adanya usaha untuk membantumu keluar dari
segala kesulitan itu. Mata kuliah yag sulit? Deferensial? Atau hitungan
matematik ekonomi yang menyulitkan itu? Aku malah tidak bisa. Belum bisa.
Atau mungkin Try Out yang semakin sulit?
Hasil bimbel yang seolah-olah selalu FAIL? Atau susahnya pkerjaan yang sedang
engkau alami? Tanya aku? Aku bisa apa untuk membantumu?
Ya, inilah semester yang sulit. Untukku,
untukmu, dan untuk kita juga kalian. Inilah fase yang sulit. Fase saat kita
semua (sebagai ummat muslim, ummat dari Rassulullah Saw) sedang
dikambinghitamkan atas segala kerusakan dan kejahatan yang ada di dunia,
terutama dunia para pembesar kapitalis. Duni barat. Mungkin engkau lebih paham
akan ini. Aku hanya bisa apa? Aku hanya bisa bercerita kepadamu mengenai inilah
semester yang sulit untuk ummat muslim.
Bagaimana atas segala tragedi kejahatan
kemanusiaan yang sedang terjadi di negeri syam dan negeri muslim lainnya tak
pernah dilirik oleh mata dunia. Hanya secuil kematian yang jika dibandingkan
dengan kematian para muslimin di seluruh dunia, lantas seluruh dunia mengecam itu
semua. Aku tak pernah berfikir bahkan mengajakmu berfikir tentang jahatnya
dunia memandang tragedi kejahatan manusai yang menimpa golongan manusai di
berbagai negeri yang berbeda. Sekali lagi, aku hanya mengatakan dan lebih
tepatnya, aku sedang bercerita inilah semester yang sulit. Padahal, dalam
hadits Rasulullah SAW bersabda “Hancurnya
dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.”
(at-Tirmidzi (no. 1395)).
Inilah semseter yang sulit. Saat dewan
kejahatan dunia yang sesungguhnya menghancurkan masjid ummat muslim, masjidil
aqsha. Dan saat dewan kejahatan kemanusiaan yang sesungguhnya sedang menghantam
dengan mimik tertawanya, mereka menghantam muslim, tak peduli lelaki maupun
wanita, tak peduli anak-anak maupun dewasa, di banyak negeri. Suriah, palestina,
Rohingya, China, Iraq, dan banyak tempat lainnya.
Inilah semester yang sulit. Saat
muslimah berpakaian syar’i dikatakan sebagai teroris. Saat wanita muslim dengan
hijab syar’inya dikatakan sok suci dan sok agamis! Inilah juga saat semester
yang sulit. Saat lelaki dengan pakaian tuntunan Nabi SAW justru dikatakan sebagai
golongan wahabi! Ya, inilah semseter yang sulit. Untuk kaum muslimin di seluruh
dunia. Termasuk dalam perkara ketika remaja muslim hendak menjaga pendangannya
justru dikatakan tidak laku dan ntah, dengan berbagai julukan tak pantas
lainnya. Ya Allah, inilah semseter yang sulit.
Masih terus berlanjut semester sulit
lainnya. Dan aku akan berusaha menceritakannya ini kepadamu. Mohon kau baca ini
sampai titik terakhir dari apa yang akan aku tuliskan.
Benarlah hadits yang ucapkan oleh
Rasulullah SAW. Bahwa di akhir zaman ini akan banyak fitnah yang menimpa ummat
muslim. Dan secara perlahan berbagai fitnah-fitnah itu benar-benar akan menimpa
kaum muslimin.
Bersabda
Rasulullah SAW, “Hampir tiba masanya
kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan
hidangannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah kerana sedikitnya jumlah kita?”
”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih dipermukaan air. Dan Allah
telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah
telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya
Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:
”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR. Abu Dawud)
Inilah semester yang sulit. Saat banyak pemimpin
yang tidak lagi amanah dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Saat banyak
pemimpin yang korupsi. Mulai dari tingkat baawah sampai teratas. Saat banyak
amanah besar yang tidak diberikan kepada mereka yang mampu mengembannya. Saat
hukuman benar-benar tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Saat hukum bak roti
murah yang siapa saja boleh membelinya.
Astaghfirullah. Inilah semester yang
sulit. Saat sulit sekali didapati transaksi yang bebas dari riba. Saat banyak
dijumpai kecurangan dalam jual beli. Saat dijumpai bahwa pemakaian uang kertas
yang tak ternilai itu sebagai salah satu sumber kehancuran perekonomian dunia.
Dan cerita ini masih terus berlanjut.
Inilah semester yang sulit. Saat persatuan ummat muslim terdegradasikan oleh
virus penjuru kehancuran bernama AHOBIYAH! Bagaimana ummat muslim kini tengah
di kotak-kotakan, tentu oleh mereka yang gentar sekali dengan persatuan ummat
muslim. Dengan licik mereka mengadu domba ummat muslim di seluruh dunia ini,
hingga ummat muslim tersering lupa dengan hadits mengenai bahwa ummat muslim
adalah satu tubuh. Ketika ada muslim yang sedang kesakitan seharusnya muslim
yang lain juga akan meraskan kesakitan.
“Perumpamaan orang-orang beriman
dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu
tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut
merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR.
Muslim)
Bahkan,
dalam hadits lain Rasulullah SAW juga memerintahkan agar sesama muslim saling
menguatkan, “Seorang mukmin terhadap
mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR.
Al Bukhari dan Muslim).
Namun kini, justru mereka sedang asyik
dengan perdebatan khilafiyah. Sehingga lupa dengan permasalahan utama.
Asatghfirullah semoga aku saja yang salah mendefinisikan kondisi ini. Bagaimana
justru golongan lain asyik berkoalisi dengan pihak barat dan golongan lain
sedang asyik dalam penjudgeannya
menyalahkan golongan lain. Saling menuduh, saling menyalahkan, saling mengklaim
golongannya paling benar, dan ntah apa lagi?
Inilah semester yang sulit. Saat wanita
hanya dijadikan sebagai objek dari perdagangan. Dan peran negara hanya sebagai
regulator dalam memberikan pelayanan untuk masyarakatnya. Di manakah peran
negara yang sesungguhnya? Inilah semester yang sulit, saat berbagai bidang
pokok dalam kenegaraan dijauhkan dari Islam. Ya, sekularisme. Hingga muncullah
berbagai kesepakatan yang sangat melenceng dari hukum yang diturunkan oleh
Allah SWT. Yang dari hal tersebut maka ummat manusai banyak menjumpai berbagai
kesulitan hidup
Padahal, dalam firmanNya telah dikatakan
:
“Maka jika datang kepadamu petunjuk
daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat
dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka
sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS
Thaha [20] 123-124)
Dan
di ayat lain Allah menanyakan, lebih baik mana hukum buatan Allah atau hukum
jahiliyah (jauh dari hukum Allah yang sebenarnya)?, ”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah
yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al
Maidah ayat 50)
Inilah semseter yang sulit. Saat
pendidikan jauh dari nilai-nilai Islam sehingga mencetak generasi yang tak mau
memperjuangkan Islam, minimal untuk dirinya sendiri. Bahkan dari pihak pengajar
yang sekelas profesor! Banyak sekali pernyataan ngawur dari pemikiran mereka.
LGBT sebagai fitrah Tuhan, pembelajaran Islam sebagai salah satu alasan mengapa
anak menjadi radikal, dan ntah berapa banyak lagi argumen TIDAK BENAR yang
mereka ungkapkan? Dan mirisnya, bagaimana peran penegakan hukum untuk masalah
seperti ini. Mereka diam. Bahkan juga, pemeran mahasiswa yang digadang-gadang
sebagai intelektual muda dengan nada “proudly-present”
mempersebahkan acara berbau LGBT, ikhtilat bahkan khalwat, dan sederet
aktivitas yang tak ada korelasinya dengan kepentingan akhirat. Padahal, dengan
sungguh-sungguh masyarakat menjuluki mereka dengan julukan agent of change. Apakah change
yang mereka maksud adalah change
menuju keburukan?
Inilah semester yang sulit. Saat
kebebasan di dewakan dan aturan Tuhan dinomor duakan. Saat hukum buatan manusia
diagungkan dan hukum Allah disepelekan. Saat sistem pencetak generasi rusak
dipertahankan dan sistem mulia warisan sang Nabi ditidak percayakan.
Asatghfirullah. Inilah semseter yang sulit. Saat hukum-hukum Islam dicampakkan
dan hukum-hukum sekuler di niscayakan.
Maka, dengan itu semua berbagai
kerusakan begitu mudahnya berdatangan. Tidak
hanya itu, mungkin ini juga tanda bahwa akhir zaman begitu dekat. Bak
selangkah-dua langkah lagi dunia ini akan usai.
Sebenarnya semester sulit ini tidak
belaku hanya pada semester sekarang. Namun, sejak masa runtuhnya kekhilafahan
Utsmani yakni pada tahun 1924, maka setiap semester yang kita jalani adalah
kerusakan dan kerusakan. Mungkin kita tak merasakan kerusakan itu. Karena kita
hanya melihat sekup Indonesia ini saja, tanpa pernah menengok bagaimana di luar
sana. Atau mungkin kita memang sedang dilenakan dengan teror perang pemikiran
yang sedang berjalan saat ini. Ya, kita dijajah tidak dengan fisik melainkan
kita di jajah secara pemikiran. Maka pantas saja jika kita tak meraskan
berbagai kerusakan itu. Padahal, kerusakan itu benar-benar sudah sangat luar biasa, baik di Indonesia maupun di luar
Indonesia. Astaghfirullah.
Tenang saja, jika ingin terus merasakan
semester demi semseter yang sulit ini. Kita cukup hanya dengan berdiam diri.
Atau mungkin yang lebih besar, kita bisa dengan turut dalam pencegahan
perjuangan penegakan hukum Allah secara kaffah di dunia ini. Bisa dengan saling
serang dan menyalahkan antar kaum muslim. Antipati dengan diskusi ke-Islaman.
Hanya fokus pada permasalahan individu tanpa pernah mau melihat permasalahan
ummat muslim secara keseluruhan. Bisa juga dengan engkau bergabung dengan
golongan yang mendukung gerakan barat akan mengkotak-kotakan ummat Muslim.
Paling ashobiyah, dan ntah mungkin ada yang lebih kreatif dalam hal ini.
Atau dengan cara ini, jangan pernah
menyuarakan hukum Islam yang secara kompleks. Cukup Islam untuk diemban oleh
individu saja. Apakah ini salah? Justru aku tak bisa menyalahkan. Karena memang
Islam diwajibkan agar di emban oleh individu-individunya. Namun, tidak hanya
cukup pada hal itu saja, Islam harus juga diemban oleh masyarakat dan negara.
Agar, mudah dalam melaksanakan hukum Islam yang kompleks itu.
Astaghfirullah sungguh ingin sekali
keluar dari semester yang sulit ini. Jauhkanlah kami dari sekedar memikirkan
masalah individu kami saja. Bukakanlah pintu hati kamu agar turut bergerak
memikirkan permasalahan ummat muslim secara keseluruhan ini. Ya Allah, sungguh
peradaban saat ini banyak mengandung kerusakan dan menimbulkan perpecah belahan
untuk kaum muslim, semoga Engkau segerakan tangan dan kaki kami agar turut
bejuang menegakkan hukum-hukumMu di muka bumiMu ini. Semoga Engkau segerakan
kemenangan atas kaum Mulim yang dahulu kala Engkau firmankan
dalam ayatMu Ya Allah... aamiin.
Allah SWT berfirman, “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang
di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan
menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan
orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi
mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah
(keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka
tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi
barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang
yang fasik.” (QS. An-Nur : 55)
Sungguh bukan maksud diri tuk menggurui
bahkan merasa sok paling suci, diri ini hanya ingin menceritakan semester yang
sulit juga bermaskdu tuk berbagai.
Semoga ada hikmah yang bisa diambil.
Wallahu’alam. Cmiiw!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar