Kamis, 26 November 2015

SEMESTER YANG SULIT


Bulan Desember akan segera datang. Akan ada banyak pelajar maupun mahasiswa yang akan melaksanakan UAS atau akronim dari Ujian Akhir Semester. Bagaimana semestermu yag sedang kau jalani saat ini? Apakah terasa mudah kau lalui? Ataukah teramat susah untuk kau jalani? Mungkin sedang dalam masa transisi. Mungkin engkau dulu masih SMA dan kini sudah memasuki bangku kuliah. Lantas, kau temui berapa kesulitan dalam semester pertama yang engkau jalani ini? Mungkin belum terbiasa dengan proses belajar di kampus. Mungkin belum bisa move on dengan cara bealajr di masa-masa SMA? Begitukah? Atau mungkin untukmu yang masih di dunia SMA? Adakah kesulitan di semestermu saat ini? Mungkin sekarang materi lebih sulit? Guru lebih galak? Atau? Memang engkau sekarang sedang di jenjang kelas XII sehingga engkau harus mempersiapkan UNAS yang sekitar 5-6 bulan lagi akan menyapamu, (insya Allah)?

Atau, engkau yang sudah cukup lama merasakan bangku perkuliahan. Masih adakah keulitan di semestermu saat ini? Mata kulaih yang semakin sullit? Dosen yang semakin cuek? Atau? Ada hal lain yang membatmu menyimpulkan bahwa semester inilah semester tersulit yang pernah kau alami?

Dan, untuk engkau yang mungkin sedang bekerja dan mengusahan hal lain. Adakah bahwa ini adalah semester yang amat sulit untuk perjalanan hidupmu? Mungkin semakin banyaknya masalah pribadi. Atau mungkin tentang keinginan yang tak kunjung terealisaikan? Pekerjaan yang amat sulit, atau? Adakah bahwa masa ini adalah semester tersulit yang pernah kau alami dalam kancah kehidupan di dunia ini?

SEMESTER YANG SULIT. Apa yang kau fikirkan tentang ini? Satu semester kita hitung sebagai kurun waktu dari enam bulan atau setengah tahun.  Hitungan semester tidak melulu dikhususkan untuk para pembelajar. Bahkan, hutang Indonesia pun juga dihitung per-semester. Pun kegiatan pemerintahan lainnya. Dan adakah bahwa ini (pertengahan tahun - akhir tahun 2015) sebagai hitungan semseter yang sulit? Menurutmu?

Aku tak memintamu untuk mendefinisikan bagaimana kesulitanmu menjalani semester yang sedang kau jalani. Tak perlu. Karena untuk apa aku mendengar itu semua, lantas hati  ini cukup mendengar tanpa adanya usaha untuk membantumu keluar dari segala kesulitan itu. Mata kuliah yag sulit? Deferensial? Atau hitungan matematik ekonomi yang menyulitkan itu? Aku malah tidak bisa.  Belum bisa.

Atau mungkin Try Out yang semakin sulit? Hasil bimbel yang seolah-olah selalu FAIL? Atau susahnya pkerjaan yang sedang engkau alami? Tanya aku? Aku bisa apa untuk membantumu?

Ya, inilah semester yang sulit. Untukku, untukmu, dan untuk kita juga kalian. Inilah fase yang sulit. Fase saat kita semua (sebagai ummat muslim, ummat dari Rassulullah Saw) sedang dikambinghitamkan atas segala kerusakan dan kejahatan yang ada di dunia, terutama dunia para pembesar kapitalis. Duni barat. Mungkin engkau lebih paham akan ini. Aku hanya bisa apa? Aku hanya bisa bercerita kepadamu mengenai inilah semester yang sulit untuk ummat muslim.

Bagaimana atas segala tragedi kejahatan kemanusiaan yang sedang terjadi di negeri syam dan negeri muslim lainnya tak pernah dilirik oleh mata dunia. Hanya secuil kematian yang jika dibandingkan dengan kematian para muslimin di seluruh dunia, lantas seluruh dunia mengecam itu semua. Aku tak pernah berfikir bahkan mengajakmu berfikir tentang jahatnya dunia memandang tragedi kejahatan manusai yang menimpa golongan manusai di berbagai negeri yang berbeda. Sekali lagi, aku hanya mengatakan dan lebih tepatnya, aku sedang bercerita inilah semester yang sulit. Padahal, dalam hadits Rasulullah SAW bersabda “Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.” (at-Tirmidzi (no. 1395)).

Inilah semseter yang sulit. Saat dewan kejahatan dunia yang sesungguhnya menghancurkan masjid ummat muslim, masjidil aqsha. Dan saat dewan kejahatan kemanusiaan yang sesungguhnya sedang menghantam dengan mimik tertawanya, mereka menghantam muslim, tak peduli lelaki maupun wanita, tak peduli anak-anak maupun dewasa, di banyak negeri. Suriah, palestina, Rohingya, China, Iraq, dan banyak tempat lainnya.

Inilah semester yang sulit. Saat muslimah berpakaian syar’i dikatakan sebagai teroris. Saat wanita muslim dengan hijab syar’inya dikatakan sok suci dan sok agamis! Inilah juga saat semester yang sulit. Saat lelaki dengan pakaian tuntunan Nabi SAW justru dikatakan sebagai golongan wahabi! Ya, inilah semseter yang sulit. Untuk kaum muslimin di seluruh dunia. Termasuk dalam perkara ketika remaja muslim hendak menjaga pendangannya justru dikatakan tidak laku dan ntah, dengan berbagai julukan tak pantas lainnya. Ya Allah, inilah semseter yang sulit.

Masih terus berlanjut semester sulit lainnya. Dan aku akan berusaha menceritakannya ini kepadamu. Mohon kau baca ini sampai titik terakhir dari apa yang akan aku tuliskan.

Benarlah hadits yang ucapkan oleh Rasulullah SAW. Bahwa di akhir zaman ini akan banyak fitnah yang menimpa ummat muslim. Dan secara perlahan berbagai fitnah-fitnah itu benar-benar akan menimpa kaum muslimin.

Bersabda Rasulullah SAW, “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan hidangannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah kerana sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih dipermukaan air. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR. Abu Dawud)

Inilah semester yang sulit. Saat banyak pemimpin yang tidak lagi amanah dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Saat banyak pemimpin yang korupsi. Mulai dari tingkat baawah sampai teratas. Saat banyak amanah besar yang tidak diberikan kepada mereka yang mampu mengembannya. Saat hukuman benar-benar tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Saat hukum bak roti murah yang siapa saja boleh membelinya.

Astaghfirullah. Inilah semester yang sulit. Saat sulit sekali didapati transaksi yang bebas dari riba. Saat banyak dijumpai kecurangan dalam jual beli. Saat dijumpai bahwa pemakaian uang kertas yang tak ternilai itu sebagai salah satu sumber kehancuran perekonomian dunia.

Dan cerita ini masih terus berlanjut. Inilah semester yang sulit. Saat persatuan ummat muslim terdegradasikan oleh virus penjuru kehancuran bernama AHOBIYAH! Bagaimana ummat muslim kini tengah di kotak-kotakan, tentu oleh mereka yang gentar sekali dengan persatuan ummat muslim. Dengan licik mereka mengadu domba ummat muslim di seluruh dunia ini, hingga ummat muslim tersering lupa dengan hadits mengenai bahwa ummat muslim adalah satu tubuh. Ketika ada muslim yang sedang kesakitan seharusnya muslim yang lain juga akan meraskan kesakitan.
“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR. Muslim)
Bahkan, dalam hadits lain Rasulullah SAW juga memerintahkan agar sesama muslim saling menguatkan, “Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Namun kini, justru mereka sedang asyik dengan perdebatan khilafiyah. Sehingga lupa dengan permasalahan utama. Asatghfirullah semoga aku saja yang salah mendefinisikan kondisi ini. Bagaimana justru golongan lain asyik berkoalisi dengan pihak barat dan golongan lain sedang asyik dalam penjudgeannya menyalahkan golongan lain. Saling menuduh, saling menyalahkan, saling mengklaim golongannya paling benar, dan ntah apa lagi?

Inilah semester yang sulit. Saat wanita hanya dijadikan sebagai objek dari perdagangan. Dan peran negara hanya sebagai regulator dalam memberikan pelayanan untuk masyarakatnya. Di manakah peran negara yang sesungguhnya? Inilah semester yang sulit, saat berbagai bidang pokok dalam kenegaraan dijauhkan dari Islam. Ya, sekularisme. Hingga muncullah berbagai kesepakatan yang sangat melenceng dari hukum yang diturunkan oleh Allah SWT. Yang dari hal tersebut maka ummat manusai banyak menjumpai berbagai kesulitan hidup

Padahal, dalam firmanNya telah dikatakan :
“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (QS Thaha [20] 123-124)
Dan di ayat lain Allah menanyakan, lebih baik mana hukum buatan Allah atau hukum jahiliyah (jauh dari hukum Allah yang sebenarnya)?, ”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah ayat 50)
Inilah semseter yang sulit. Saat pendidikan jauh dari nilai-nilai Islam sehingga mencetak generasi yang tak mau memperjuangkan Islam, minimal untuk dirinya sendiri. Bahkan dari pihak pengajar yang sekelas profesor! Banyak sekali pernyataan ngawur dari pemikiran mereka. LGBT sebagai fitrah Tuhan, pembelajaran Islam sebagai salah satu alasan mengapa anak menjadi radikal, dan ntah berapa banyak lagi argumen TIDAK BENAR yang mereka ungkapkan? Dan mirisnya, bagaimana peran penegakan hukum untuk masalah seperti ini. Mereka diam. Bahkan juga, pemeran mahasiswa yang digadang-gadang sebagai intelektual muda dengan nada “proudly-present” mempersebahkan acara berbau LGBT, ikhtilat bahkan khalwat, dan sederet aktivitas yang tak ada korelasinya dengan kepentingan akhirat. Padahal, dengan sungguh-sungguh masyarakat menjuluki mereka dengan julukan agent of change. Apakah change yang mereka maksud adalah change menuju keburukan?

Inilah semester yang sulit. Saat kebebasan di dewakan dan aturan Tuhan dinomor duakan. Saat hukum buatan manusia diagungkan dan hukum Allah disepelekan. Saat sistem pencetak generasi rusak dipertahankan dan sistem mulia warisan sang Nabi ditidak percayakan. Asatghfirullah. Inilah semseter yang sulit. Saat hukum-hukum Islam dicampakkan dan hukum-hukum sekuler di niscayakan.

Maka, dengan itu semua berbagai kerusakan begitu mudahnya berdatangan.  Tidak hanya itu, mungkin ini juga tanda bahwa akhir zaman begitu dekat. Bak selangkah-dua langkah lagi dunia ini akan usai.

Sebenarnya semester sulit ini tidak belaku hanya pada semester sekarang. Namun, sejak masa runtuhnya kekhilafahan Utsmani yakni pada tahun 1924, maka setiap semester yang kita jalani adalah kerusakan dan kerusakan. Mungkin kita tak merasakan kerusakan itu. Karena kita hanya melihat sekup Indonesia ini saja, tanpa pernah menengok bagaimana di luar sana. Atau mungkin kita memang sedang dilenakan dengan teror perang pemikiran yang sedang berjalan saat ini. Ya, kita dijajah tidak dengan fisik melainkan kita di jajah secara pemikiran. Maka pantas saja jika kita tak meraskan berbagai kerusakan itu. Padahal, kerusakan itu benar-benar sudah sangat  luar biasa, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Astaghfirullah.

Tenang saja, jika ingin terus merasakan semester demi semseter yang sulit ini. Kita cukup hanya dengan berdiam diri. Atau mungkin yang lebih besar, kita bisa dengan turut dalam pencegahan perjuangan penegakan hukum Allah secara kaffah di dunia ini. Bisa dengan saling serang dan menyalahkan antar kaum muslim. Antipati dengan diskusi ke-Islaman. Hanya fokus pada permasalahan individu tanpa pernah mau melihat permasalahan ummat muslim secara keseluruhan. Bisa juga dengan engkau bergabung dengan golongan yang mendukung gerakan barat akan mengkotak-kotakan ummat Muslim. Paling ashobiyah, dan ntah mungkin ada yang lebih kreatif dalam hal ini.

Atau dengan cara ini, jangan pernah menyuarakan hukum Islam yang secara kompleks. Cukup Islam untuk diemban oleh individu saja. Apakah ini salah? Justru aku tak bisa menyalahkan. Karena memang Islam diwajibkan agar di emban oleh individu-individunya. Namun, tidak hanya cukup pada hal itu saja, Islam harus juga diemban oleh masyarakat dan negara. Agar, mudah dalam melaksanakan hukum Islam yang kompleks itu.

Astaghfirullah sungguh ingin sekali keluar dari semester yang sulit ini. Jauhkanlah kami dari sekedar memikirkan masalah individu kami saja. Bukakanlah pintu hati kamu agar turut bergerak memikirkan permasalahan ummat muslim secara keseluruhan ini. Ya Allah, sungguh peradaban saat ini banyak mengandung kerusakan dan menimbulkan perpecah belahan untuk kaum muslim, semoga Engkau segerakan tangan dan kaki kami agar turut bejuang menegakkan hukum-hukumMu di muka bumiMu ini. Semoga Engkau segerakan kemenangan atas kaum Mulim yang dahulu kala Engkau firmankan dalam ayatMu Ya Allah... aamiin.

Allah SWT berfirman, “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur : 55)

Sungguh bukan maksud diri tuk menggurui bahkan merasa sok paling suci, diri ini hanya ingin menceritakan semester yang sulit juga bermaskdu tuk berbagai.

Semoga ada hikmah yang bisa diambil. Wallahu’alam. Cmiiw!

Tidak ada komentar: