Minggu, 06 Juli 2014

The Secret Of 'Belok'? | #YukNgaji !!

Assalamu'alaikum wr wb.

Remaja adalah sosok yang sedang munuju dewasa dan sedang berusaha untuk melepaskan masa-masa kekanak-kanakannya. Ia banyak melakukan sesuatu yang terkadang ia sendiri tak memahami arti dari aktivitasnya tersebut. Katanya sih mencari jati diri, namun terkadang malah merusak diri. Asal nemu asal melakukan. Asal berbuat asal berkehendak. Padahal?. Itu semua adalah suatu proses yang sangat instan. Yang kadang malah tak menghasilkan apapun pada hasilnya. Yeah, semua itu bisa dirangkum menjadi kata LABIL.

Kalau ngomongin remaja, pasti tidak luput darikata LABIL. Yah, suatu sikap plin-plan. Tidak konsisten terhadap sesuatu.Selalu berubah-ubah fikirannya. Tidak jarang melakukan sesuatu tanpa difikirkan sebab akibatnya dulu. Hmm usia 15th-18than banget lah.

Jika kita mau menelaah lebih jauh, pastilah kita dapati berbagai macam problematika remaja. Yang tentu itu dihasilkan karena adanya pengaruh dari makhluk yang bernama LABIL tersebut dan tak lupa dari makhluk yang di impor dari Barat, Sekulerisme!. Sudah kenal kandengan Sekulerisme?, kan di artikel kemarin dah kenalan . Mulai dari style yang bebas tanpa batas, food yang tak lagi memandang harga dan hukum halal-haram, fun yang tak lagi memandang desa-kota semuanya sama-sama rusak dan jauh dari prinsip hidup Islami. Dan mungkin problematika yang sedang marak-maraknya adalah pacaran. Yah! Pacaran. Ada yang sekedar sms dan telefonan. Ada pula yang sekedar saling curi pandang. Dan ada pula yang extrim layaknya limbad memakan paku besi ; zina. (Astaghfirullah.. Naudzubillah..)

Pacaran cenderung dikatakan sebagaidua sosok yang sedang bersama. Yakni lelaki dan wanita. Dalam KBBI sendiri kata pacaran diartikan sebagai seorang lelaki dan seorang perempuan yang sedang bersama-sama. Mungkin maksudnya ntah kebersamaan itu hanya di dunia maya atau langsung nyata di dunia sungguhan seperti kebanyakan cerita. Sangat jarang kita temui orang mengatakan 'mereka sedang pacaran', kepada dua orang yang sama-sama lelaki atau perempuan yang mana mereka sedang saling bersama. Ini membuktikan, pandangan kebanyakan orang pacaran hanya dilakukan oleh lelaki dengan perempuan saja. Tidak bia jika sesama jenis. Tidak percaya?. Mari kita lanjutkan penelusuran di tulisan ini.

Kebetulan saya ada tahu beberapa aktivis dakwah. Mulai dari level antar kelas ke kelas sampai wilayah daerah satu ke wilayah daerah lain. Hampir 100% diantara mereka fokus dakwahnya dimedan remaja (yayalah, kan emang masuknya Team Remaja -.-" *kebanyakan).Dan di koridor PACARAN. Lagi-lagi pacaran yang dimaksud adalah pacaran yang dilakukan oleh seorang lelaki dan perempuan. Ya mungkin memang PACARAN adalah satu virus dari sekian virus yang paling sedang di gandrungi remaja sehingga kadang bikin males mengkaji Islam. Ditulisan kali ini saya bermaksud menyampaikan kepada rekan-rekan aktivis juga kepada rekan-rekan semuanya.Ternyata dalam kehidupan remaja saat ini tidak hanya pacaran antara lelaki dan perempuan saja yang marak. Namun juga pacaran sesama wanita. Dan inilah tema pokok yang akan saya angkat di tulisan ini. Ok Lets Go To Lanjut !. Semoga Manfaat.

Pernahkah rekan-rekan sekalian melihat kejadian seperti cerita dibawah ini. Atau bahkan rekan sendiri yang merasakannya.
Berikut ceritanya.
"Duhh orang itu ganteng banget. Rambutnya keren, badannya berisi, stylenya oke banget. Wahh ganteng dan keren banget deh. Mau dong kenalan" ungkap seorang perempuan.

"hai cowok! Boleh kenalan?.Nama kamu siapa?" uangkap seorang perempuan lagi.

"*senyumdoang*" yang ditanya cuma senyum aja.

"hei boleh tukeran nomor handphone?.Nama kamu siapa sih?" tanya versi kepo dari si wanita.

"Boleh, nama aku Dian" suara dengan nada wanita. (ternyata, Dian itu perempuan tomboy :D)

Huah !! Gimana coba rasanya?. Ngenes atau ngenes?. Melihat seorang yang dandanan hampir 100% seperti lelaki. Namun setelah tahu suaranya. Ya Allah... Itu mah CEWEK. Perempuan tomboy lebih tepatnya. Duhai rekan, pernahkah kalian mendapatkan moment seperti ini?. Atau tidak kalian pernah terjebak dengan dandanan para tomboy?. Kalau pernah sih ama deh dengan saya. Ini termasuk problem terbesar remaja saat ini. Setelah beberapa waktu lalu saya meneliti komunitas belok (penyuka sesama wanita) saya mendapatkan beberapa data. Sebelumnya saya akan menjelaskan apa itu 'belok' dan bagaimana seluk-beluk komunitas ini.

Setelah saya mencoba terus-menerus searching tentang 'belok', saya mendapatkan data bahwa komunitas ini ada karenaa danya duo grup dan para fansnya-lah yang memproklamirkannya. Yang mungkin rekan-rekan sudah bisa menebak, duo grup apakah itu. Namun data ini tidak valid, karena sumbernya tidak begitu jelas. Mungkin rekan-rekan binggung sendiri dengan sebutan 'belok'. Ntah apa maksudnya mereka mengganti sebutan'lesbi' dengan kata 'belok'. Mungkin agar terdengar lebih selow dan tidakkasar. Karena kalau kita menyebutnya dengan 'lesbi' pastilah sudah negatif kedengarannya. Namun jika 'belok' kan banyak yang belum mengetahui, jadi cenderung selow dan tidak menjurus pada kenegatifan. Padahal asalnya juga sama-sama negatif.

Kalau kita melihat di sekitar kita.Mungkin kita sulit melihat dengan nyata, apakah di lingungan kita ini ada atau tidak remaja yang terserang virus semacam ini. Namun perlu diketahui dan saya yakin pasti ada satu atau dua remaja 'keblinger' seperti ini di lingkungan sekitar kita. Awal coba-coba observasi saya tanya-tanya ke pelakunya langsung (ngga face to face sih, kan takut -.-"). Dan yang paling menyedihkan adalah saat mendapatkan pertanyaan "kamu labelnya apa?". Saya sempat binggung, apa maksudnya pertanyaan itu. Memang sih, jika ada seorang yang mencoba mendekati para pelaku 'belok' pasti dikiran mereka (yang bertanya) juga se-komunitas. Padahal kan enggak gitu juga. Barang kali aja mencoba mendekati karena ingin merubah atau hanya ingin sekedar bertanya-tanya. Kembali kepertanyaan yang saya dapatkan. Saya mencoba mencari-cari informasi lebih lanjut. Ternyata label yang dimaksud disini ada suatu sebutan khas bagitiap-tiap pelaku 'belok'.

Sebutan diantara komunitas tersebut beragam. Mulai dari 'Butchi', 'Fhem', dan 'Andro. Butchi diartikan sebagai dia yang penampilannya mirip dengan lelaki (tomboy). Kalau di nickname jejaring sosialnya, biasanya mereka memakai singkatan B sebagai label. Contoh : 'Dian B Jogja'.

Lalu ada Fhem, ia diartikan sebagai seorang yang lemah lembut, biasanya berambut panjang dan terlihat sangat anggun. Pelaku Fhem sedikit sekali yang dalam kesehariannya memakai kerudung (Yayalah, insya Allah wanita berkerudung hatinya dihijab juga kok) . Namun tidak bisa dihindari pasti ada satu atau dua dari mereka yang memakai kerudung.Karena saya lihat di facebook, adaa aja mah, ckck. Biasanya nick name mereka dijejaring sosial misalkan dengan contoh : ‘Dian F Jogja’

Dan yang terakhir adalah Andro, bisa dikatakan ia sebagai seorang yang plin-plan. Karena tidak tahu benar akan pendiriannya.sifatnya flexibel. Suatu saat bisa jadi Butchi dan di suatu waktulainnya bisa jadi Fhem. Atau bisa diartikan Andro adalah seorang Butchi yang berambut panjang. Biasanya nick name mereka di jejaring sosial misalkan dengan contoh : ‘Dian AF Jogja’ atau ‘Dian AB Jogja’. Maksudnya AF dan AB adalah jika ia cenderung pada Butchi maka mereka akan menamai label mereka dengan AB, pun begitu dengan AF.

Kalau sudah ngomongin ketiga label tersebut. Rasanya miris. Ya ! Sangat miris sekali. Bagaimana mungkin remaja yang seharusnya sebagai penerus Ummat dimasa mendatang malah berlaku dengan labelnya masing-masing. Yang pasti dengan adanya label tersebut...., ahhh sangat merugikan banyak orang. Saya kembali bercerita tentang observasi saya. Kali ini saya lakukan dengan banyak searching di google maupun di jejaring sosial. Saya mencoba mengetikkan keyword sebab mengapa mereka berlaku seperti ini. Saya mendapatkan data yang cukup mencengangkan. Porsentase terbesar karena mereka pernah melihat seorang perempuan yang disakiti seorang lelaki. Ntah itu ibu mereka, kakak perempuan mereka, teman perempuan mereka atau bahkan dirinya sendiri. Ada pula yang mengatakan karena mereka terlalu kurang akan kasih sayang. Bisa jadi dikarenakan keadaan rumah yang tak lagi menyenangkan. Atau karena cenderung dijauhi teman saat di sekolah atau rumahnya. Jadi intinya mereka mencoba mencari pelarian dengan memburu kasih dan sayang serta  perhatian. Mereka beranggapan perempuan itu lebih lembut sifatnya dari padalelaki. Yaa ini sih tidak bisa dipungkiri. Karena Allah SWT memang menciptakan lelaki dan perempuan dengan sifat yang berbeda. Mengapa perempuan lebih dilembutkan sifatnya?. Coba saja bayangkan kalau lelaki yang dilembutkan sifatnya. Pasti peran dalam keluarga untuk merawat dan mendidik anak akan diserahkan kepada si Ayah. Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang menurut sayasangat tidak masuk akal.

Duhai rekan, apa mata kita belum terbuka untuk melihat fenomena remaja yang satu ini?. Coba kita lihat sekarang ini. Hampir disetiap sudut daerah pastilah ada mereka yang seperti ini. Mereka yang mungkin belum begitu memahami apa arti dari berpasang-pasangan, mereka yang mungkin belum tahu apa hukum dari apa yang telah dilakukannya. Dan..Ntahlah.. Semoga Allah SWT memberikan banyak kemudahan untuk mereka agar segerasadar akan hal negatif yang dilakukannya.

Kita bisa membayangkan. Bagaimana kiranya masa depan ummat ini kalau pemuda-pemudanya saja berlaku 'keblinger'?.Mulai dari remaja SMP, SMA sampai kuliah bahkan telah bekerja. Hampir semua kalangan didapati ada saja yang keblinger seperti itu. Mereka jelas menyalahi kodrat sebagai manusia. Pada dasarnya manusia mempunyai suatu naluri yang namanya adalah Ghorizah Nau, yakni suatu naluri untuk melanjutkan keturunannya. Bisa juga dikatakan naluri untuk berkasih-sayang. Jelas naluri ini tidak bisa diganti dengan hubungan yang menyalahi apa yang telah Allah SWT tetapkan. Bagaimana bisa bangkit Ummat ini kalau remajanya saja malah sibuk dengan urusan-urusannya sendiri. Apalagi urusannya adalah berlaku maksiat.

***

Siapa yang salah?

Setiap kejadian pasti ada sebab terjadinya.Semisal kita ulangan harian mendapatkan nilai dibawah rata-rata. Mungkin penyebabnya adalah karena kita tidak belajar atau mungkin ulangan harian tersebut dilakukan mendadak. Begitu pula dengan fenomena 'belok' seperti ini. Menurut saya pribadi ada beberapa hal yang menyebabkan fenomena ini terjadi. Namun sumber pokoknya adalah tidak adanya peran pemerintah dalam menanggapi fenomena ini. Atau jikapun ada, itupun perannya juga ikut-ikutan keblinger. Pertama, mulai dari HAK ASASI MANUSIA. Siapa sih yang tidak kenal dengan HAM ini?. Dari SD saja sudah dijejali pelajaran ini. Dari hak ini maka akan muncul suatu kebebasan berekspresi, berperilaku, mengeluarkan pendapat sampai beragama.

Kebebasan berekspresi yang berlebihan, sampai-sampai wanita yang berpakaian layaknya lelakipun dihormati. Padahal ini sangat jelas menyalahi apa yang telah Rasulullah sabdakan. Yakni pada hadits "Nabi SAW melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki.." (Muttafaqun alaih). Lalu bagaimana nasib para tomboy?. Duhai kawan.. Sudah saatnyalah kalian kembali pada fitrah sebagai seorang muslimah. Menutup aurat secara sempurna. Kombinasikanlah Khimar +Jilbab + Kaus kaki. Bukan malah celana jeans dan 'hem' yang seharusnya dipakai lelaki. Dari kebebasan ini pula pemerintah mendiamkan munculnya artis-artis yang tak patut di contoh. Misalkan saja duo group yang saya maksudkan diatas tadi. Jika pemerintah benar-benar mengatakan akan mengurusi rakyat, pastilah tidak akan ada group semacam itu.

Namun lagi-lagi karena adanya  suatu paham kebebasan, yakni paham yang di impor dari negara kapitalis bin sekuler ;Amerika Serikat, maka sampai-sampai dengan adanya duo group semacam itu dikatakan sebagai 'nuansa baru dari musik Indonesia'. Hyahh.. Payah deh..Menyalahi aturan agama kok dikatakan baik gitu ya?. Duhai rekan, dalam tulisansaya ini, saya tidaklah bermaksud menyudutkan duo group tersebut. Namun ya inilah faktanya. Kebanyakan fans dari duo group tersebut memanglah sedikit kurang memahami arti dari pasang-berpasangan. Mereka semua adalah saudaraku, maka dari itu aku menuliskan ini. Bisa dikatakan ini sebagai rasa peduliku kepada teman-teman yang masuk dalam fenomena ini.

Kedua, tidak adanya hukum paten dari pemerintah yang menyoal fenomena ini. Toh ada, hukumannya juga tidak jelas. Berbeda dengan Islam. Dalam Islam semua hal pasti ada hukumnya. Mencuri hukumnya potong tangan, berzina dengan pelaku belum menikah hukumannya dicambuk100X dan diasingkan. Dan hukum-hukum lainnya. Coba kita bedakan dengan negaradi Indonesia ini. Adakah hukum yang mengatur ineraksi lelaki-perempuan?. Kalauada yang menjawab iya. Wuih hebat !!. Kalau di Islam, memang ada?. Pastilah adajawabannya. Sekarang kembali ke hukum tentang 'Hubungan Belok' ini. Dalam bahasa Arab, lesbi disebut dengan Mushaqatun Nisa'. Dan hukumnya berupa hukuman keras atau ta-zir. Dosa?. Jelas dosa (Yayalah). Karena ini menyalahi apa yangtelah Rasul SAW dan Allah SWT tetapkan.

Yang ketiga (sebenarnya ini bukanlah alasan yang terakhir, masih banyak alasan lain yang berasal dari diri sendir iatau individual pelaku masing-masing). Yakni tidak adanya suatu negara yang benar-benar menerapkan Islam secara kaffah. Arab saudi?, wah itu sih bukan menerapkan Islam secara kaffah. Dia kan bentuk pemerintahannya Kerajaan.

Duhai Rekan, di dunia ada ada berbagai macam bentuk negara. Mulai dari republik, kerajaan, komunis hingga Islam. Nah tau kan negara Islam?. Negara Islam adalah negara yang menempatkan Al-Quran dan Sunnah sebagai sumber hukumnya. Jadi semuanya akan diatur oleh duasumber hukum tadi. Beda dengan negara demokrasi (negara Indonesia, dkk) yang ditempatkan sebagai sumber hukumnya adalah UUD 1945 dan anak-anaknya seperti UU cabang begitulah kiranya. Kira-kira ada yang bertanya : Contoh negara Islam itu yang mana?. Contoh dari negara Islam adalah negara yang dulu didirikan dan dijalankan oleh Rasulullah SAW di Madinah, lalu para sahabat lalu juga para khalifah-khalifah setelahnya. Untuk sekarang?. Untuk sekarang belum ada, namun Insya Allah akan segera tegak. Takbir !! Allahu Akbar!!. Makanya temen-temen ikut merjuangin dong, hehe. Jadi intinya, fenomena 'belok' ini pokok kesalahannya adalah pada negara. Coba negara memberikan materi tentang agama disemua jenis sekolah. Pasti para pelaku akan merasa takut. Yah, takut sama dosa. Maka sudahlah sepantasnya kita memperjuangkan negara Islam yang menerapkan Islam secara kaffah dan menempatkan Al-Quran dan Sunnah sebagai sumber dari segala sumber hukumnya. Kalau di negara Islam, pastilah akan sangat kecil kemungkinannya untuk ada fenomena semacam ini. Karena semua remajanya akan dibekali tsaqofah-tsaqofah Islam. Ok ! Now, lets go to strugle for Tegaknya Negara Islam. Hehe. Sadar nggak sadar, ngaku nggak ngaku sebenarnya semua problematika remaja saat ini ada dikarenakan belum tegaknya aturan Islam secara Kaffah (menyeluruh) loh.

Coba bayangkan ketika semua aturan Islam di tegakkan, saya jamin 100% Insya Allah kita akan hidup aman, damai,nyaman dan tentram. Nggak percaya? (hehe nantilah ada pembahasan lainnya lagi).

Akhirnya, sudah saatnyalah kitasebagai remaja turut dalam memperjuangkan tegaknya Hukum-Hukum Allah. Marilah segera berevolusi untuk menjadi seorang remaja yang disetiap aktifitas harian kita terselip unsur untuk memikirkan ummat, ntah hanya satu, dua atau berapa. Bersegeralah dalam kebaikan, bersegeralah turut dalam perjuangan mulia ; menegakkan hukum Allah. #YukNgaji , #YukBerislamKaffah. Sulit?. Yups bener !!. Karena semuanya juga butuh proses, kita semua kan juga masih sama-sama belajar . Belajar pelan-pelan menjadi seorang remaja yang dirindukan Allah SWT dan RasulNya kelak di Jannah tertingginya. Aamiin...

 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dalamhadits Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu,

"Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnyasampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan,tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana diamendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkandari ilmunya". (HR. At-Tirmizi).

SubhanAllah, betapa sangat diperhatikannya seorang pemudadalam Islam. Sampai-sampai ada hadits yang semacam itu. Llau kawan, kalau sudahseperti ini. Akankah kita kelak menjawab pertanyaan dalam hadits tersebutdengan jawaban “Ya Allah, dulu saya waktu muda pacaran saja, main-main saja,shoping-shoping saja, dll”. Iyakah seperti itu?. Tentu saja kita tidakmengharapakn jawaban yang semacam itu. So, ayolah #YukNgaji J. Biar kita kelak dapatmenjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban terbaik. insyaAllah.
Takbir !!Allahu Akbar !!

* (behindscan)*

Allah Maha Baik yg telah menciptakanmu sebagai wanita cantik
Selayaknya bersyukur atas kecantikan tsb, ya?

Kecantikan seorang wanita itu ngga bisa dibohongi. Kalau cantik ya akan kelihatan kecantikannya.

Juga kodrat sebagai wanita, mau muncul dg tampilan apa aja, ya masih kelihatan kok kalau kamu itu wanita.

Hehe pengen ketawa lihat wanita-wanita cantik yg SOK GANTENG. Berdandan layaknya laki-laki.Rambutnya di model lelaki, bajunya model lelaki.
Tapi yo sadar lahhh, wajah sama suaramu itu lhoo...
Kodrat itu ngga bisa bohong..
Wajahmu dan suaramu selamanya akan menunjukkankalau kamu itu WANITA, bukan LELAKI .

***

mohon maaf apabila ada salah kata atau kalimat. kesempurnaan hanya milik ALLAH dan apabila ada kesalahan maupun kekurangan itu semata-mata hanyalah dari saya sebagai penulis artikel ini.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Tidak ada komentar: