Rabu, 06 Maret 2013

ANTOLOGI "CERPENKU, SEMUA TENTANG HIDUP"



RINDU BERTEPI
           
Disaat pagi mulai menyapa dunia melalui senyum dari sang mentari, dan angin-angin kecil yang mulai membuat embun-embun tertetes dari dedaunan. Tak ketinggalan pula kumpulan burung-burung yang mengocehkan kicauannya dengan sangat kompak di langit yang cerah biru itu. Ouhh.. hari ini aku dibangunkan oleh cahaya yang sangat menyorot kearah kamar kecilku, kulihat cahaya itu sangat terang, ia menerobos jendela kamarku. Untuk kedua kalinya mulutku menganga, kali ini baunya tak cukup wangi untuk dihirup. Pada pagi ini, aku menuliskan pada sahabat bisuku "Pena dan Bukuku sayang, hari ini aku berterimakasih kepada cahaya matahari, karena ia telah berhasil membangunkanku".

Pagi yang sangat hangat kali ini menemaniku menyusuri jalanan menuju sekolah. Dengan ucapan Bismilah aku mulai melangkahkan kaki. Hari ini adalah hari yang sangat kutunggu-tunggu sekaligus paling aku takutkan. Tepat hari ini aku akan melaksanakan wisuda pelepasan siswa disekolahku. Fikirku ini adalah hari kebahagiaanku karena sebentar lagi aku akan memasuki jenjang sekolah menengah atas. Tetapi ini juga hari yang sangat menyedihkan untukku, betapa tidak, dengan kelulusanku ini, berarti ini juga perpisahanku dengan dengan sahabat terbaikku sekaligus paling sempurna dimataku, Indah. Ahh !! aku sedikit kacau dengan keadaan hari ini.

Aku selalu teringat akan canda dan tawaku dengan Indah. Aku merasa sedih harus berpisah dengannya,tapi harus bagaimana lagi, aku dan Indah memang sudah menentukan sekolah yang berbeda yaitu ia disuatu sekolah kejuruan bidang Kimia Industri, sedangkan aku di salah satu sekolah Kejuruan pula, tetapi di bidang Bisnis Manajemen. Suatu hari aku bercakap dengan Indah dikelas yang saat itu sedang dalam keadaan sepi.
"Dinda, kamu mau lanjutin sekolah dimana ?"
"Di SMK Nusantara, kalau kamu Ndah ?"
"Hmm kita bakal pisah dong, aku mau ke SMK Bhakti yang di Kota ituloh"
"Iya Ndah, kita bakal pisah, tapi meskipun kita pisah, kita gak boleh putus hubungan loh ya, kita harus tetep saling komunikasi"
"Iya Din aku janji, kamu juga harus janji ya !" Indah mulai dengan guliran airmata dipipinya.
"Iya aku juga janji kok Ndah" Aku menyusul tangisan Indah, lalu aku memeluknya.

Indah, aku akan selalu mengingat kalimat kita itu, kalimat itu akan kusimpan baik-baik dalam memori yangkumiliki ini, aku akan selalu menjaganya. Andai Orangtuaku mengizinkan aku untuk sekolah ke Kota, pasti aku akan langsung memilih ke Sekolah yang sama denganmu. Tapi apa dayaku, aku tak pernah diizinkan olehnya. Yang paling membuatku sedih adalah sekarang kamu tak lagi tinggal dirumahmu, tapi kini kamu tinggal di sebuah Kos-Kosan. Berarti itu menandakan jarak kita semakin jauh. Sepertinya kita akan sulit bertatap muka lagi, walaupun hanya sekedar untuk berbagi senyuman ter-ikhlas.

Hari demi hari tlah terlewati, kini semua siswa dari SMPku telah dilepas. Masing-masing dari siswa telah mendaftarkan diri kesekolah impian masing-masing. Bahkan tak sedikit pula sudah ada yang diterima disekolah yang didaftarinya tersebut. Tak terkecuali Indah, dengan sangat suka cita ia memberi kabar kepadaku, aku sangat bahagia mendengar Indah diterima disekolah impiannya. Aku juga sangat bersyukur bisa melihat Indah akan menjadi seorang siswa di salah satu sekolah terkenal dan maju di Kota Malang ini.

Indah, kini engkau jauh disana, disini aku sendirian. Aku akan selalu meindukanmu. Ingatlah aku Ndah, meskipun kita berjauhan, namun kita akan tetap menjadi satu seperti disaat kita bersama-sama mengayuh sepeda menuju sekolah. Kita akan tetep menjadi sepasang burung merpati yang akan selalu melawan awan diangit bebas. Andai dunia mengerti betapa kita terlalu berat menghadapi perpisahan ini, mungkin ia akan kembali menuatukan kita dalam satu tempat yang sama. Namun apalah itu !. Pasti dunia menganggap kita terlalu hebat, sehingga ia sampai menjauhkan kita seperti ini. Ya ! Kita memang hebat, yakinlah itu. Kita akan dengan sangat mudah melawan arus dan hambatan-hambatan sekecil dan sebesar apapun dalam Longdistance Friendship yang kita lakoni ini.

Hari senin kali ini membawaku kesekolah baruku, SMK Nusantara. Hari ini aku akan melaksanakan kegiatan MOS. Aku sedikit canggung akan kegiatan hari ini, tapi karena tadi malam aku telah mendapatkan semangat dari Indah meskipun hanya melalui Sms saja, maka dari itu rasa canggungku ini dengan cepat memudar bak kain kusam yang telah lama direndam dalam pembersih pakaian yang mahal. Kejadian MOS ini kembali mengingatkanku padamemori 3 tahun silam, memori dimana aku dan Indah mulai saling kenal dan saling menyapa. Aku ingat betul, dulu sebelumrambut Indah diluruskan, rambutnya terlihat keriting. Aku juga sangat ingat saat aku dan Indah bersama-sama bermain voly. Pokoknya semua kenangan waktu itu masih kusimpan dan kuingat-ingat dalam memori permanen yang kumiliki ini.

MOS yang sangat melelahkan untuk hari ini, tidak jarang aku banyak dikerjain oleh kakak-kakak seniorku. Tidak hanya itu, aku juga belum merasa nyaman bersekolah disini, aku merasa tak ada teman yang cukup asik. Tapi itu mungkin karena aku masih terlalu singkat disini. Dulu waktu SMP aku juga merasa begini, tapi seiring waktu berjalan aku juga merasa sangat asik dengan teman-teman yang dulunya tak ku kenal.

Dimalam ini aku beristirahat sejenak untuk melepaskan capek akibat kegiatan MOStadi siang. Aku meneparkan tubuhku pada ranjang mini berwarna coklat ini dengan ditemani gemercik hujan yang menguyur daerah tempat tinggalku. Dihujan malam ini, aku tak pernah bisa menghitung berapa rintik air yang jatuh ke atap kamarku. Kedengarannya memang cukup keras serta berisik. Tetapi aku masih merasa bahwa malam ini sangat sunyi. Namun justru kesunyian yang kualami inilah yang lagi-lagi membawaku pada sebuah ingatan, yaitu saat dulu aku sering bercakap-cakap dengan Indah pada malam hari. Walaupun sekedar melalui sms ataupun telefonan, aku sudah sangat merasa lebih dan cukup. Saat itu, aku pernah mengucap janji dengan Indah, tidak hanya itu, aku dan Indah juga pernah memilih 1 lagu untuk persahabatan kami. Setelah lama ku mengingat-ingat memori malamku bersama Indah, tak terasa malam sudah akan terlewati. Ya ! Sekarang sudah menunjukkan pukul 23.40. Namun malam yang begitu dingin ini masih diiringi dengan rintik hujan. Hujan tidak hanya membasahi genting kamarku, tapi juga mulai membasahi pipiki. Malam ini aku benar-benar tak bisa memejamkan mata dengan tenang, aku terus dan terus teringat akan Indah,Indah dan Indah. Aku sangat dan sangat merindukan sosok Indah untuk bias kuajak bercerita di kesunyianku ini.

Dalam hati inginku bermaksud menghubungi Indah, tetapi aki takut mengganggu kesibukannya, karena aku sangat tau dia sedang disibukkan dengan kegiatan MOS disekolahnya yang cukup menyita waktu. Tetapi aku juga tidak kehabisan akal untuk seolah-olah mendatangkan sosok Indah agar berada disisiku pada malam ini. Dengan perlahan mulai kuambil figura berwarna hitam kemerahan ini dari meja belajarku, lalu aku mulai memutar lagu kesukaan Indah. Aku juga mulai memandangi foto ini, terlihat dalam foto sosok 2 wanita kecil yang sedang tersenyum manis memakai baju putih biru yang mulai kusam. Seiring lagu berputar, aku mulai terlelap dalam tidur. Posisi tidurku memeluk foto yang tadinya kupandangi itu. Itulah yang semakin menguatkan bahwa aku sangat dan sangat merindukan Indah yang karna memang kami sudah beberapa bulan tak bertemu sama sekali, berkomunikasipun juga tlah jarang.

Dalam kerinduanku pada sosok Indah sahabatku yang sangat mengebu-gebu, sementara hari terus berjalan. Disekolah akumulai menemukan beberapa teman yang menurutku asik serta baik. Namun tetap saja sebaik-baiknya teman adalah tetep paling paling baik Indah. Hmm mungkin karena dia telah terlalu banyak berkorban untukku, jadi aku merasa dialah yang paling baik, meskipun aku telah mendapatkan cukup banyak teman disekolah baruku. Setiap hari aku mencoba bangkit dari kerinduan ini, tapi rasanya teramat susah, bagaikan orang lumpuh yang sedang ingin menaiki puncak tertinggi Jaya Wijaya, namun keadaan tak mendukungnya.

Teng ..Teng .. Teng.. bel istirahat berbunyi, dengan segara aku mengajak Alxi teman yang paling kuanggap dekat denganku disekolah baruku kekantin. Aku mengajaknya membeli nasi Pecel. Aku berfikir mungkin dengan aku bisa dekat dengan teman baru disekolah ini, aku akan dapat bangkit dari keterpurukan yang selalu melanda jiwaku. Yups ! semoga saja pemikiranku itu benar. Tapi ntahlah, sepertinya Indah memang yang paling sempurna disepanjang hidupku. Karna seperti dulu pernah ku ucap, Indah adalah tetap yang terbaik meskipun banyak kawan baru yang baik datang kepadaku. Indahtetap menjadi permata terindah dan termahal yang paling kubanggakan.

**************
Setelah hampir empat bulan aku tak bertemu dengan Indah, aku semakin tersiksa dengan keadaan ini. Aku juga sempat takut karena Indah sangat jarang menghubungiku. Aku takut jika Indah akan melanggar janji yang pernah kamu buat semasa SMP dulu. Dan saat akan menuju Hari Ulang Tahun Indah yang ke-15, dengan sedikit kacau aku mulai mempersiapkan surprise jarak jauh untuknya. Khusus ditahun ini, karena waktu dan jarak memisahkan kami. Akhirnya kuputuskan untuk hanya membuatkan puisi Happy Birthday kepada Indah, serta mem berinya boneka kecil berwarna kuning, warna kesukaan Indah. Karena niatku adalah membuatkan surprise untuknya, jadi aku berlaku sembunyi-sembunyi ketika memberikan kado sederhana itu kepada Indah. Aku mempunyai rencana, yaitu dengan menitip kan kado kepada adik kelasku di SMP dulu yang kebetulan ia juga tetangga dekat Indah, aku menyuruhnya untuk memberikan kado itu kepada Ibu Indah dulu, karena aku juga tahu pasti Indah tak ada dirumahnya.
"Dek, ini kadonya nanti kasihkan ke Ibu nya Indah dulu ya, bilang kalau ini untuk Indah dari temennya. Ingat ! jangan sampai memberi indentitas sedikitpun ya, jangan nyebut nama pokoknya, apalagi namaku" Instruksiku kepada Dinda adik kelasku.
"Okey sip kak, tenang saja kalau sama aku. Pasti sukses deh hehe".

             Diwaktu malam aku menunggu dengan harap-harap cemas menanti apakah surpriseku akan sukses atau justru sebaliknya. Saat malam tepat pukul 23.55 alarmku berbunyi menandakan tanggal 30 akan segera datang, berarti sebentar lagi Indah akan menginjak usia 15 Tahun. Aku segera bersiap-siap untuk mengirim puisi Happy Birthday ku kepada Indah. Ini memang tradisiku dengan Indah yang selalu ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk yang pertama. 5, 4, 3, 2, 1 jam lonceg telah berbunyi, aku langsung menekan tombol SEND di messages Handphoneku. Aku mulai tenang, karena aku telah berhasil mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Indah di detik pertama pertambahan usianya. Sekitar 10 menit aku tunggu-tunggu tak ada balasan sms, akhirnya kuputuskan untuk tidur saja, mungkin Indah juga sedang asik dengan mimpinya.

            Pagi hari pukul 4 aku terbangun dari tidurku, kali ini yang membangunkanku adalah suara pesan masuk, kulihat dari kontak yang dimana ialah satu-satunya nama kontak yang aku beri tanda Smile. Bukan tanpa maksud aku memberi tanda smile tersebut, itu karena agar setiap ada pesan ataupun telefon masuk dari Indah, aku dapat merasakan adanya senyuman nyata disampingku, selain itu juga agar aku dapat menyaksikan senyum manis dari Indah meskipun ia sedang marah kepadaku.

Dengan cepat mulai kulebarkan mataku, lalu aku mulai bisa menyaksikan huruf-huruf kecil di Handphoneku.
"Terimakasih ya Din, kamu memang baik dan pengertian, kamu selalu menjadi yang pertama dalam memberi ucapan Selamat Ulang Tahun kepad aku. Kamu memang selalu ingat akan semua tentangku. Terimakasih banyak untuk semuanya sahabatku sayang. Aku sayang kamu ,sayang banget Din" Begitulah isi pesan dari Indah.
Aku yang sedang mangantukpun mulai terbawa dalam suasana, aku begitu merasakan kalimat-kalimat Indah. Tak terasapun guliran air dalam mataku mulai berontak,mungkin mereka ingin cepat keluar dari bola mata ini, TES.. air matakupun mengalir bebas kepipiku, aku sangat terharu membaca kalimat dari Indah itu. Saat itu aku juga merasa teramat senang. Karena aku dapat melihat kebahagiaan Indah walau hanya pada sebuah kalimat. Pada waktu siang hari Indah kembali menghubingiku, kali ini ia membahas kado yang kebetulan kubungkus dengan kertas warna kuning kesukaan Indah itu.
"Din, barusan aku baru pulang dari Kos langsung disambut oleh sebuah kado nih. Din, terimakasih ya kadonya. Kamu memang paling baik dan paling bisa mengerti aku."
"Kado ? kado apaan ?" Ucapku mengelak.
"Ahh kamu, meskipun kadomu tak kamu kasih namapun aku akan tetap tau dari mana kado ini berasal. Aku sudah paham caramu membungkus kado, pasti hasilnya berantakan seperti ini, hehe." Indah menegaskan dalam smsnya.
"Hehe, iya sama-sama Ndah. Aku juga terimakasih ya, tidak nyangka deh kamu bakal mengerti ini"
Ouhh.. Aku tersipu malu ternyata bohongku yang kujadikan sebuah kejutan untuk Indah terungkap juga. Tapi tak apa, aku masih merasa sangat senang dengan semuanya ini.

*************

Semester ganjil telah berakhir di kebanyakan sekolah-sekolah, tak terkecuali sekolahku dan sekolah Indah. Kami berdua tak menyia-nyiakan kesempatan libur sekolah untuk menjadikan moment pertemuan, kebetulan kami yang selama kurang lebih 6 bulan tak bertemu, akhirnya bisa bertemu juga dalam liburan kali ini. Kami berdua menyambutnya dengan sangat dahsyat. Indah sudah berjanji akan peri kerumahku pada siang nanti. Kami berdua sangat bahagia, bak se-ekor kura-kura yang akan siap dilepas ke alam bebas dari penangkaran yang membelenggu. Ouh !! dirumah aku sibuk sendiri seperti sedang mempersiap kan kedatangan tamu presiden.

            Tepat pukul 11 di siang yang cukup menyengat ini, bel rumahku berbunyi, Tong Teng. Aku sudah merasa, wah pasti ini Indah. Ternyata benar saja, aku segera membukakan pintu untuknya. Aku melihat sosok wanita yang cukup tinggi berkulit sawo matang serta berambut panjang lurus, lalu aku segara memeluknya dengan sangat erat.
"Indahhh..., ya ampun 6 bulan tidak bertemu kamu makin cantik aja"
"Dinda, Dinda, Dinda, kamu makin putih aja sekarang, ihh gemes deh sama kamu." Indah sambil mencubit pipiku.
"Hehe sakit tauk, ayo masuk kedalam, cepet.. cepet.. Ndah"
Wow siangku kali ini sangat sempurna, bahkan melebih sempurna. Akhirnya aku dapat bertemu dengan sosok sahabat yang selama ini sangat dan sangat kurindukan. Aku sangat merasa sempurna,karena saay ini aku bisa kembali bercerita-bercerita dengan Indah. Waktu itu Indah langsung kuajak ke tempat dimana dulu kami sering berdua-duaan bareng melewati kebosanan, yaitu kamarku. Disana kami sambil mengingat-ingat kejadian dimasa-masa putih biru. Tak jarang sampai dengan tangisan kami bercerita, mungkin itu tanda kerinduan yang selama ini kualami. Kami juga berbagi cerita di sekolah baru kami masing-masing. Aku dan Indah saling mengungkapkan, meskipun kami telah mendapatkan kawan baru, namun tetaplah kami ini sebagai sepasang sahabat yang ternyaman dan paling sempurna.Tidak ada yang melebihi persahabatan kami. Kami adalah yang terhebat. Aku dan Indah tetap satu meskipun waktu, jarak dan banyak penghambat lainnya yang memisahkan persahabatan kitan namun sekali lagi,karena kami adalah yang terhebat, maka dengan sangat mudah kami menyingkirkan dan melewati hambatan-hambatan tersebut.

Ya Tuhan, akhirnya hari ini aku dapat menepikan sebuah kerinduan yang teramat sangat dalam jiwa ini selama berbulan-bulan. Akhirnya aku dapat bertemu lagi sengan sosok sahabat yang paling kubanggakan ini. Aku berterimakasih karena Engkau telah berkenan menjadi persahabatan diantara aku dan Indah. Engkau memang Maha Segalanya, aku merasa beruntung telah kau pertemukan dengan sahabat sedahsyat Indah. Akupun berdo'a kepadamu, semoga Engkau selalu dan selalu menjaga persahabatn ini. Semoga selalu Engkau kirimkan malaikat-malaikat untuk senantiasa menjaga kesucian diantara persahabatanku dengan Indah. Ya Tuhan, sekali lagi kuucapkan, aku berterimakasih, karena akhirnya Engkau tepikan rinduku kepada Indah, sahabat terdahsyat yang paling kusayangi ini.







PILIHANMU, IMPIANKU
Pagi yg indah ini, aku mulai beranjak dari tidurku, segeraku bersiap untuk memulai hari-hariku .
"Pagi Azfa putriku sayang" ayah
"Pagi juga ayah" balasku dgn senyum.
Lalu aku segera berangkat sekolah dengan sepeda kayuhku.
Disekolah aku selalu bersama sahabatku, Ariel. Aku sudah sejak SD bersahabat dengannya.
"Fa, katanya nanti akan ada anak baru loh dikelas kita. " ucap Ariel
"Hmmm baik dong, jadi makin rame deh ini kelas ntar"
"Tapikan nanti bisa-bisa dia meraup prestasimu"
"Hahahaha, ya biarlah Riel. Kan nanti makin seru jadinya, pokoknya kita harus tetep rajin belajar aja !"
Tiba-tiba guruku datang serta membawa satu cowok, dan cowok itu adalah siswa baru yg disebut Ariel tadi. Saat dia baru masuk, aku sudah merasa senang selali. Karena dia senyumnya manis bangettt. Lalu guruku menyuruh cowok itu untuk memperkenalkan dirinya .
"Hai teman-teman semua !"
"Hai jugaa... !!" jawab anak sekelas .
"Kenalin nama aku Aliff Alli, aku berasal dari Kuala Lumpur. Tapi kini kewarganegaraanku sudah Indonesia. Aku tinggal di sekitar perumahan Lintang Sari Bandung. Kalian bisa memanggilku Aliff. Sekian dulu perkenalanku, semnga kalian senang aku kehadiranku ini. Terimakasih" ucap Aliff panjang .
Saat istirahat Ariel mengajakku pergi kekantin. Nampaknya Aliff sedang makan disana. Ariel mengajakku mendekatinya, tapi aku tidak mau, karena aku merasa belum begitu kenal dengannya dan merasa sungkan. Lalu Arielpun aku ajak kemabali kekelas dengan segera.
Besoknya hari minggu aku pergi kerumah Ariel. Aku saling cerita dengannya. Ditenggah cerita, Ariel tiba-tiba menyebut nama Aliff. Aku jadi merasa kalau Arie suka kepada Aliff.
"Azfa, menurutmu Aliff itu gimana si orangnya ? Keren gak ? Cakep gak ?"
"Aliff ?? Kok tiba-tiba bahas Aliff sih ?" tanyaku penasaran .
"Hahaha, emang kenapa ? Gak boleh ?"
"Boleh lah, iya sih dia keren orangnya !. Emang kenapa sih ? Kamu suka ke dia ya ?"
"Aduhh.... Gak lah Azfa, aku malah pengen kamu jadian sama dia."
"????" otakku dipenuhi tanda tanya.

Waktu upacara, kak kelar aku yg bernama Irish terlihat pingsan. Lalu Aliff yg melihatnya segdra menggendongnya dan membawa ke ruang UKS. Tiba-tiba hatiku terasa sakit. Ntah apa yg membuat hatiku menjadi sakit."Azfa, lihat itu ! Gak cemburu kamu ?" ucap Ariel sambil menepuk bahuku."Cemburu ? Hadehh....gila kalik kamu Riel !. Dia kan bukan apa-apa aku. Jadi biasa aja kalik." jawabku bohong.

Siangnya waktu istirahat, Aliff mendekatiku dikelas. Pada saat itu dikelas hanya ada aku, Ariel, dan Aliff."Siang Fa, siang Riel""Siang juga" jawabku dgn Ariel"Azfa, Ariel salam kenal ya, aku boleh kan kenal sama kalian, jadi teman kalian .""Boleh kok, boleh banget" jawab Ariel kegirangan .

*****
Suatu hari, aku mendengar kabar jika Aliff telah jadian dgn kakak kdlas aku, kak Irish. Aku mendengar berita tersdbut dari kakak kelasku , kak Cantika. Ketika aku mendengar berita tersebut ntah mengapa wajah aku menjadi menciut, padahal aku tak ada rasa sdikitpun kepada Aliff. Waktu pulang sekolah emang benar Aliff berboncengan dengan kak Irish. Mereka tampak mesra berpelukan di atas speda motor.

Aku mulai risih setiap melihat kebersamaan kak Irish dengan Aliff. Tak sengaja kak Irish menyapaku, dia mulai bertanya-tanya tentang hal-hal yg selalu dilakukan Aliff dikelas. Dengan senyum kujawab semua pertanyaan kak Irish tersebut.

Pulang sekolah, Aliff menanggilku dari kejauhan"Azfa ! Tunggu !" teriak Aliff ."Apa ?""Pulang bareng yukk, soalnya kan Ariel gak masuk skolah, trus Irish masih ada exschool, jadi pulang bareng yuk ?""Enggak ahh, aku bawa sepeda kok""Ya udah kalo gitu. Aku mau ngikutin kamu dari belakang. Aku mau ngajak kamu ketaman, aku mau curhat kekamu Fa"

Curhat ?? Hatiku mulai bertanya-tanya mau curhat apa ya Aliff ke aku, gak biasanya dia kayak gini ke aku. Dijalan dia emang benar-bnar ngikutin aku sambil bawa motornya pelan-pelan . Setelah ditaman, dia banyak curhat ke aku .

Tiba-tiba dia bilang kalau mau mutusin kak Irish, karna dia lebih mencintai aku dan karna kak Irish sudah mulai cuek kepadanya ."Aku suka kamu Fa, aku mau mutusin Irish, soalmya kamulah yg lebih baik dari Irish"

Dirumah aku jadi galau tingkat dewa. Aku mau cerita ke Ariel, tapi nomor dia lagi gak aktif. Beberapa kali Aliff sms dan telfon aku, tapi gak aku gubris sama sekali. Saat ini aku sangat merasa bersalah. Karna aku telah merurak hubungan oramg, tapi disisi lain aku cinta kepada Aliff, tapi disisi lain juga aku tak mau menyakiti hati sesama cewek.

3 hari setelah itu. Lagi-lagi aku mendengar berita dari kan Cantika, kalau Aliff telah putus dan kak Irish . Mendengar berita itu, aku jadi takut kalau aku akan dimarahin kak Irish.

Besoknya istirahat sekolah, Aliff mendekatiku didepan sekolah."Azfa, aku mau bicara sama kamu " Aliff"Aku kesana dulu ya" Ariel"Eh Riel, gak usah. Biar disini aja kamu !" jelasku"hehee, iya deh. Gak apa-apa kan Liff ?" Ariel"Gak ko Riel. Fa, aku suka kamu, setiap haqi aku selalu memperhatikanmu. Meskipun aku udah punya cewe, tapi hatiku gak bisa bohong. Aku suka kamu Fa. Mungkin kau beranggapan aku playboy , karena baru beberapa jam putus langsung nembak cewe lain. Tapi aku gak kayak gitu Fa. Percaya sama aku ya Fa !. Kamu mau jadi cewek aku apa enggak Fa ?" kata Aliff sembari berlutut didepan aku."Tapi !""Udah Fa, terima aja Aliff" Ariel

Dari kejauhan kak Irish datang"Terima aja Fa, aku sama Aliff putusnya tadi baik-baik kok, kalau kamu nerima Aliff, aku malah seneng kok .""Makasih ya kak, kamu baik bgt deh, pengertian. Iya Liff, aku mau jadi cewe kamu""Makasih Fa" langsung memelukku.

Sejak saat itu, aku setiap hari selalu tersenyum. Karna aku jadi bisa bersahabat dgn kak Irish, kak Cantika, serta Ariel. Dan juga aku bisa berpacaran dengan Aliff cowo idaman aku.

AKU BAHAGIAAA...... !!!





SANG OKSEIGEN

Disaat pagi menyapa, mulai terlihat sedikit senyum sang mentari. Mulai terteteskan sebuah kasih dari sebuah embun . Serta mulai ditandainya sebuah kehidupan dari kicauan burung yang padu itu .
Hay sebelumnya, kenakin namaku Dinda. Aku sedang duduk dibangku SMA kelas X. Boleh dibilang aku orangnya cenderung suka menyendiri, upss... Tapi bukan berarti kuper ya . Hahaha
Aku orangnya sangat pengagum kepada Danau. Ya Danau, sebuah ciptaan dari sang Maha Kuasa yg selalu tenang dalam keadaan apapun, begitupun aku. Aku ingin selalu tenang, walaupun leukimia selalu menemaniku .
Leukimia, sahabat yg selalu menyakitiku sejak aku duduk dibangku kelas IX SMP. Ntah apa penyebanya, yang pasti aku sekarang mulai melupakannya. Karena adanya seorang sahabat sejatiku, Indah . Serta tak lupa sang mentariku, Mama dan Papa yg selalu ada untukku .
"Dinda mau naik sepeda atau dianterin Papa ?" tanya Mama waktu aku makan pagi bersama .
"Naik sepeda aja barengan sama Indah ma, kan aku sudah agak baikan"
"Ohh.. Ya sudah kalau gitu Papa berangkat dulu ya" ucap Papa .
Mama memang sangat menyayangiku, begitupun Papa. Aku sangat bangga kepada mereka berdua . Maka dari itu aku bertekad untuk selalu membahagiakannya . Apa lagi aku adalah anak satu-satunya untuk mereka .
"Dinda, ayo cepetan udah mau telat" teriak Indah dari depan rumah
"Iya bentar ."
Dan benar saja, aku dan indah telat. Aku langsung melemparkan sepedaku ditempat. Akupun berlari dengan kencang menuju kelas. Indah kesandung dan jatuh saat itu.
"Aduh sakit"
"Ayo cepat Ndah, nanti aja istirahatnya dikelas" ucapku sambil membangunkannya.
"Iya sudah ayo cepat !"
Dikelas sepertinya keadaan Indah sudah baik-baik saja. Akupun juga telah mengikuti pelajaran dengan mudahnya saat itu. Dan sampai rumahpun aku dan Indah juga pulang dengan selamat .

Seperti biasa, hari-hariku selalu bergantung kepada obat, obat dan obat . Kadang aku merasa bosan dengan semua ini, tapi juga ntah !. Mungkin ini betapa Tuhan sangat menyayangiku. Aku merara sangat merepotkan kedua orangtuaku. Ya, Mama menjadi meninggalkan pekerjaanya sejak aku menderita leukimia ini . Karena dia hanya ingin selalu menemaniku disisa-sisa hidupku ini. Dan Papa , dia terlalu membuang-buang uangnya untuk semua pengobatanku ini. Mama, Papa maafkanlah anakmu ini yg selalu merepotkan dan menyusahkanmu .

Diliburan kali ini, Indah mengajakku bermain ke Dnau. Memang Danau adalah tempat favorit kami dalam melepas semua kesedihan dalam hidup ini."Duduk sini aja Din. Kamu capek kan. Bersandar aja diaku, gak apa-apa kok""iya makari ya Ndah, kamu baik banget""Udahlah biasa aja, kayak kita baru kenal aja kalau kamu ngomongnya kayak gitu""hehe iya iya Indah manis"Dihari itu aku sangat senang sekali, kasena lagi-lagi aku dapat merasakan pelukan Indah. Sahabat yg selalt ada untukku dimanapun dan kapanpun . Dialah sang oksigenku. Dia udara setiap nafasku . Dia selalu kubutuhkan, dan tanpa dia mungkin aku hanya sehelai kain yg lemas dan tak berdaya. Dialah sang penopang hidup ini.
           
Suatu ketika aku sedang dirawat dirumah sakit. Disitu ada Mama, Papa dan teman-teman sekolahku. Banyak orang yg menyemangatiku. Sesunguhnya punggung aku ini terasa sakit sekali, tapi karna ada 3 senyum yg samgat bersinar ini. Maka selalu saja sakitku kuubah dengan senyum manisku. Aku tak mau orang tuaku tau bahwa aku merasa samgat kesakitan. Mungkin usiaku tak lama lagi, tapi ntahlah. Aku tak mau itu datang padaku dulu. Aku marih mempunyai banyak mimpi. Salah satunya aku ingin membahagiakan orang tuaku. 

Sudah beberapa hari itu, aku diizinkan pulang oleh Dokter. Hari-hariku mulai tak biasa. Sakitku selalu datang setiap waktu. Ntah inikah akhir dari kasih sayangku kepada orang-orang yg kusayangi. Atau inikah jalan dimana rasa sakitku akan hilang ? ."Udah baikan atau masi sakit Din ?""Aku gak apa-apa kok Ndah, aku udah baikan""Jangan bohong kamu Din, aku bisa rasakan sakitmu Din !" Indah mulai menangis dipelukanku ."Jangan nangis Ndah. Aku sayang banget sama kamu""Kamu jangan pergi dulu Din, kamu pasti dan harus sembuh sahabatku""Iya Ndah, aku janji akan sembuh" Aku sambil memeluk erat Indah .

Hari demi hari, perlahan-lahan mulai lenyap dari kehidupan. Beranjak akan naik kekelas XI, diriku mulai tak terkendalikan. Dan benar saja, hari ini nafasku telah musnah dari kehidupan di bumi ini. Oksigen mulai kutinggalkan, Indah mulai kulepaskan ."Dindaaaaaa, mengapa kamu ninggalin aku ? Mana janjimu sahabatku ?""Udah nak, biarkan saja Dinda pulang, biarkan dia merasakan sehat di surga sana" ucap Mama ."Iya tante, aku ngerti. Tapi Dinda udah janji akan sembuh !""Iya tante mengerti, tapi inilah takdir nak, saya Mamanya saja sudah ikhlas melepaskam Dinda, karna memang inilah yg terbaik untuk Dinda nak"

Maafkan aku Ndah, aku ingkari janjiku. Tapi ingat Ndah, aku akan selalu menyayangimu . Impikan aku ketika kau rindu aku, usaplah air matamu ketika kau menangis, bayangkan itulah jemari lembutku ini . Betapa aku menyayangimu dan semoga kita bisa bersahabat lagi di surga kelak . Amin .

Maafkan aku oksigenku. Ingat, masih banyak sahabat yg jauh lebih baik dariku yg telah Tuhan ciptakan untukmu. Sampai bertemu lagi ! .





IBU, AKU PADAMU !!
“Jangan pernah kalian beranggap Ibu tak akan memberi semua permintaan kita. Pasti semua akan dituruti oleh Ibu kita. Mungkin bila tak diberikan hanya 1 alasannya, yaitu memang waktu belum berkehendak. Sayangi Ibumu layaknya Ibu menyayangi kita dan jangan pernah kau menyesal karena baru sadar akan kasih sayang Ibu yang sangat tulus kepadamu. Segera sadarlah jika belum sadar !!”

             Titt.. Tit.. Tit… Titt.. Tit.. Tit… Titt.. Tit.. Tit… Titt.. Tit.. Tit…

            Terdengar nyaring dan semakin keras suara Alarm jam beker yang ada dikamarku waktu itu. Aku yang pemalas tidak terganggu sedikitpun oleh suara itu agar aku segera bangun untuk mempersiapkan sekolah. Waktu itu menunujukkan pukul 04.20 , setelah 10 menit Alarm tak kuhiraukan, kini saatnya suara Adzan Subuh yang mencoba membangunkanku. Yups ! suara paling merdu seantero jagat KATA IBU AKU sih . Tapi kata aku ENGGAK ! . Waktu itu suara Adzan pun sampai tak berhasil membangunkan aku. Akhirnya Ibu ku tergerak untuk membangunkanku .
"Adinda, bangun nak sudah Subuh. Ayo kita sholat" Suara Ibuku didepan pintu kamarku yang terdengar sangat kalem sekali .
"Adinda gak Sholat, males, ngantuk, udah Ibu Sholat sendiri aja. Adinda mau tidur"
"Nak, bukankah Adinda udah dewasa ? udah wajib untuk melaksanakan Sholat !"
Mulai terdengar suara Ibuku yang mulai ngoceh-ngoceh mirip seperti burung kenari itu, aku mulai merasa bosan dan hoax. Akhirnya aku berkata untuk Sholat sendiri dikamar, meskipun padahal aku berbohong. Tapi bodohnya Ibuku, dia percaya saja dengan bohongku. Lalu aku segera mandi dan mempersiapkan untuk pergi kesekolah .

            Aku terlahir didunia sebagai orang miskin Iya , miskin sekali ! . Bagaimana tidak, Ayahku yang telah meninggal dunia sekitar 3 tahunan lalu ialah seorang pemulung sampah . "Ihh jijik rasanya punya Ayah seorang pemulung" . Begitulah gumamku setiap saat, Dan Ibuku, orang yang sok sangat menayangiku. Aku benci kepadanya, tetapi anehnya dia malah selalu menyayangiku serta selalu merawatku. Ibuku hanya seorang pedangang kaki lima di pasar tradisional . Sungguh pekerjaan yang sangat memalukan menurutku .

              Usiaku 15 tahun dan aku sedang duduk dikelas X disebuah SMA yang cukup favorit di daerahku ini. Sekolahku mahal, dan sudah tak usah dikira, Ibuku tak akan sanggup membiayaiku sekolah. Tapi untungnya aku terlahir sebagai anak pintar, jadi aku bias mendapatkan beasiswa prestasi untuk sekolah gratis di SMA ini .

              Pasti semua orang tahu, kalau sekolah yang mahal pasti siswa-siswanya pada anak-anak dari golongan atas. Ya! semua disini adalah anak orang tajir. Tidak sepertiku yang hanya orang miskin. Tapi aku anak pintar, aku tak akan kehabisan cara. Jadi aku disini sok-sokan menjadi anak kaya dan aku bergaya diatas pendertiaan Ibuku yang hanya pedangan kaki lima itu .Disekolah aku mdnpunyai gank. Gank ku terdiri dari 4 anak. Aku, Agnes, Angel, dan Amora. Mereka semua anak usahawan kaya raya semua. Namtn tidak sepertiku yang hanya anak pedagang kaki lima ini. Setiap harinya aku mengaku-ngaku kepada teman temanku bahwa aku adalah anak seorang dokter spesialis kecantikan. Dan bodohnya mereka percaya saja dengan tipuku ini, padahal mereka tak pernah melihat ibuku langsung. Terkadang untuk memenuhi kebutuhanku untuk bersenang-senang dengan gank ku itu, aku sering memanfaatkan cowok-cowok disekolahku yang kaya mendekatiku, aku memoroti mereka. Semua itu aku lakukan untuk tetap menjaga existensiku di gank tersebut.

              Keseharianku selalu memaki, memarahi dan membuat ibuku repot. Kadang ibu sampai menangis setiap kali melihat kemarahanku ini dan sampai suatu saat aku meminta dibelikam mobil baru oleh ibuku .
"ibu, bisa gak ibu belikan Adinda mobil baru ?"
"Apa nak ? Mobil baru ? Untuk makan saja kita terkadang kesusahan nak, apalagi membelikanmu mobil nak ?. Tapi ibu berjanji kalau memang ada rezeki, pasti ibu akan belikan kamu mobil baru nak"
"hah ! Ibu kok bisanya ya cuma bilang janji janji dan janji doang. Makanya ibu kerja yang bener kek, kerja keras, biar kita ini cepat kaya bu !" bentakku pada ibuku.

              Lalu ibuku hanya bisa menanggis mendengar kemarahanku itu. Dan aku hanya bisa berfikir, aku sepertinya tidak akan bisa menyayangi ibuku kalau ibu masih tetap seperti ini saja, ibu selalu tak mampu memberikan apa yang aku mau.

              Suatu ketika sungguh hari yang tak pernah aku dan Ibuku duga. Ketika Ibu membeli sebuah produk sabun cuci di toko dekat rumah, Ibu terheran-heran dengan tulisan "Selamat Anda mendapatkan hadiah utama, Rp.200.000.000". Ibu terlihat shock , Ibu memanggilku untuk memastikan apakah hadiah itu benar. Lalu aku mencoba menghubungi Customer Servis nya dan ternyata hadiah itu memang benar adanya . Aku dan Ibu sangat senang. Dan hari ini sejarah untukku, hari ini pertama kalinya aku memeluk Ibuku. SubhanAllah rasanya seperti terdampar di Surga. Aku begitu merasakan kehangatan baru yang selama ini aku tak pernah mencoba untuk merasakannya lebih tulus. Lalu aku mulai menangis di pelukan Ibuku. Aku bertanya pada hati "Apakah ini kesadaranku ??"


             Dua hari setelahnya itu, Ibu langsung membelikanku mobil baru untukku, sebuah permintaan yang pernah Ibu janjikan untukku. Mobil mulus asli keluar dari dealer mobil baru berwarna putih mulus itu menghentakkan penglihatanku , lalu mataku . Aku berfikir bawah sesungguhnya Ibu memang sangat menyayangiku selama ini. Dan Ibu memang benar akan selalu menuruti semua permintaanku. Dan aku mulai berfikir keras, mengapa Ibu dulu tak pernah kesampaian menuruti semua permintaanku ?. Hanya 1 jawabannya, karena keadaan memang belum berkehendak. Dari uang hadiah itu Ibuku membelikan rumah dan mobil yang Ibu berikan secara khusus untuk kehidupanku kelak . Aku semakin menjadi manusia bodoh .  Betapa tidak ! mengapa tidak sedari dulu saja aku menyadari akan kasih sayang Ibu yang sangat tulus ini .
Aku sangat menyesal ya Allah. Astaqfiruwoh hal adzim ...

           Hari demi hari pemikiranku selalu berontak untuk diajak berfikir keras, dan semakin keras !. Suatu malam aku terbangun, dan aku menuju kamar Ibuku yang kini lebih terlihat rapi dengan cat putih saljunya . Aku melihat Ibu sedang melaksanakan Sholat Tahajud. Dan setelah Ibu selesai berdo'a, aku dengan segera menuju Ibuku .

           "Ibu, maafkan Adinda. Selama ini Adinda selalu membuat Ibu repot dan sakit hati. Maafkan Adinda yang selama ini tak pernah mempercayai kasih sayang Ibu kepada Adinda yang sebetulnya sangat tulus ini. Adinda dengan tulus ingin minta maaf pada Ibu. Adinda sayang Ibu, maafkan Adinda Ibu .." Ucapku dengan tangis sembari memeluk erat Ibu yang sedang mengenakan mukena itu.
"Enggak Adinda, Adinda tidak perlu minta maaf sama Ibu kok. Adinda gak pernah salah sama Ibu. Ibu yang" salah, yang selalu tidak pernah menurut setiap permintaan Adinda" Ucap Ibu sambil membelai rambutku dengan manja.

               Waktu aku mendengar kalimat Ibuku yang seperti itu, airmataku semakin tak terkendali, aku semakin terlihat bodoh ! betapa tidak ! Sedari dulu kemana saja aku ?? Aku tak pernah mengerti betapa Ibuku sangat menyayangiku dengan tulus . Aku semakin menangis, semakin menyesali semua kesalahanku yang pernag kulakukan pada Ibuku . Sampai aku berkata sesuatu yang mungkin bisa membuatku sedikit merasa tenang .
"Ibu alangkah lebih baiknya jika mobil yang Ibu belikan untuk Adinda, dijual saja. Untuk biaya naik Haji Ibu. Adinda terlalu murka kalau masih usia 15 Tahun sudah pnya mobil saja" . Ibu semakin tersenyum melihat aku yang semakin tersadar ini. Waktu itu Ibu mencium keningku, aku mencium pipi Ibuku. SubhanAllah, Allah Hu Akbar , rasanya seperti terdampar di surga lagi, terasa bahagia sekali . Waktu itu aku juga tersenyum sambil menangis sembari memeluk Ibu. Aku semakin menyayangi Ibuku, MY EVERYTHING .


                                                                                 ***

                Beberapa bulan berlalu, Ibuku berangkat ke tanah suci Makah. Aku senang melihatnya, lagi-lagi aku tersadar akan kasih sayang Ibuku. Ibuku memang hebat dan sangat menyayangiku. Ibu adalah segalanya bagiku. Aku terlalu bodoh karena tak pernah mau memahami keadaan Ibuku. Tak hanya Ibu, beberapa bulang yang lalu aku juga pergi kemakam Ayahku untuk mendo'akan Ayah. Aku brdoa sambil minta maag kepada Ayahku, SubhanAllah rasanya sangat tenang dan lega sekali bisa semakin menyayangi orang tuaku. Ibu juga pernah bilang waktu akan berangkat ke tanah suci 'Bemiliar Do'a untukmu Anakku sayang di tanah suci Allah ini' . Dan inti dari semua doa itu adalah betapa Ibuku sangat dan sangat menyayangiku. Dan aku semakin dan semakin menyayangi Orangtuaku, Ibu khususnya. Aku juga semakin tersadar akan keadaanku ini. Aku semakin menjadi anak Sholeh saat ini .








Sebelumnya maaf untuk para VIP, bukan mksud penulis untuk macam2 dengan BIG BANG, cuman ini untuk sekedar berkreasi aja kok :). oke selamt membaca dan sorry kalo bhs.ingnya banyak yg salah, hohoh. mklum gak bisa sih saya bhs.inggris dgn lancar kwkw :p


             BIG BANG BIG BANG BIG BANG BIG BANG BIG BANG BIG BANG  BIG BANG BIG BANG BIG BANG
Terdengan sangat keras suara para VIP di depan pintu loket antrian tiket Konser Big Bang yang akan dilaksanakan 2 minggu kedepan tersebut. Disana sangat ramai, sangat bising kedengaran teriakan para VIP yg sangat berkoar itu. Argh ! sungguh suara yg sangat menyesatkan. Saya rasa panitia tidak cukup pintar dalam memilih lokasi antrian tiket kali ini, bagaimana tidak coba , antrean tiket konser Boy Band asal Korea Selatan ini ditempatkan didekat toko buku. Saya berfikir lagi, andai saya yang punya Mall ini, pasti akan kuusir semua panitia konser ini. Hah ! sepertinya mereka tak tau sopan santun dan sikap saling menghargai. Jujur saja, aku terus mengomel-ngomel tiada henti ketika saya sedang beli buku dengan dua teman dekat saya, Dinda dan Indah. Seperti orang gila, saya yang paling ngoceh nyaring seperti burung kenari mahal, di susul dengan Dinda yang berkoar sendiri seperti orang yang gagal ditahan polisi saat demo. Tapi kali ini dengan Indah beda banget, dia nampak bertolak belakang dengan aku dan Dinda. Dia justru melawan semua perkataanku dan Dinda yang memang sangat menentang acara tersebut. Indah justru sangat respect dengan itu acara, sampai-sampai dia malah mengajak aku dan Dinda untuk ikut antri dengan VIP yang kebanyakan wanita tersebut, so tanpa sekatapun aku dan Dinda bulang "TIDAK INDAH, TIDAK PENTING !!"


              Dengan keluarnya kalimat dengan nada sedikit membentak dariku dan dari Dinda tersebut, Indah langsung terlihat lemas , mungkin dia shock dengan kalimat kasar pertama dari kedua sahabatnya.
"Sahabat, please .. tiketnya gak sampek 1 juta juga ada kok, apa mau aku bayarin sepero ?"
"Enggak Indah ! Mending buat beli buku aja uangnya, ya gak Git ?"
"Iya bener sekali tu Dinda" ucapku dengan penuh semangat.
"Tapi Dinda cantik, Gita manis,aku pengen sekali melihat mukanya Daesung secara langsung tauk. Please lah 1x ini aja, janji deh gak teriak-teriak kok aku pas konser nanti, terus dijamin deh gak senggol-senggolan kok sama penonton cowok. Please ya sahabatku" Indah terus memaksa.

            Setelah aku dan Dinda berdiskusi dengan waktu yang cukup lama, akhirnya aku dan Dinda memutuskan untuk mau menuruti kemauan Indah. Dengan sangat gembira Indah langsung mengajak aku dan Dinda masuk dalam antrean. Dengan sangat antusias Indah membayarkan 1/2 arga tiket kelas VIP. Yap! memang mahal harganya. Sungguh hal yang sangat gila, sangat konyol ! bagiku sudah cukup tidak lagi akan mengulangi kejadian seperti ini. Sungguh kejadian yang menghambur-hamburkan uang untuk hal yang sangat tidak penting ! .


             2 minggu sungguh terasa singkat bagi Indah yang memang diam-diam dia ternyata sangat menyukai Big Bang, boy band asal Korea Selatan ini. Hampir setiap kami bertiga sedang berkumpul bersama, woww sungguh deh kalau Indah ini, dia tak henti-hentinya memberi informasi mengenai Big Bang kepadaku dan Dinda.
"Ini foto-foto Big Bang, yang ini G Dragon dia tu leader, terus yang rambutnya keren ini Taeyang, dia leader setelah G Dragon. Terus yang manis banget ini Daesung dan yg ini TOP yang paling tua, serta ini Seungri yang paling muda." Indah ngoceh bak guru TK Profesional.
"Oh.. cakep juga ya Seungri" Ucapku sedikit cuek.
"Ohh iya dong, mereka emang cakep semua"
"Ye! cakepan juga Ustad.Felix Siauw tu, dia juga sama-sama imporkan !" Dinda mulai bercanda.
"HaHaHa, bener bener, bener banget kamu Inda" Ucapku dengan tawa


              I'm singing my blue .. .. .. .. .. Big Bang Big Bang Big Bang Big Bang Big Bang Big Bang.
Kembali lagi teriakan para VIP mengguncang gedung pertunjukan, kali ini sangat keras, suaranya aut-autan. Sepertinya konser dimalam ini akan sangat heboh, "Astaqfiruwoh hal adzim" ucapku dalam hati melihat seluruh isi gedung pertunjukan ini. Benar-banar memang remaja zaman sekarang fikirku. Setelah beberapa puluh menit para penonton menunggu kemunculan Big Bang di panggung, akhirnya tepat pada pukul 20.00 WIB konser Big Bang dimulai. Konser dubuka dengan lagu To Night, semua VIP ikut menyanyi dengan kompaknya. "Hello Indonesia!" ucap G Dragon pada seluruh isi gedung ini. Semua penonton ikut menari pula saat itu, tak terkecuali Indah. Lalu dengan sedikit kesal, aku dan Dinda menarik baju Indah dan memarahinya.
"Kau ini! bisa jaga sikap sih?. Apa mau melanggar perjanjian? Apa perlu kita pulang sekarang ?" Ucapku tegas.
"Iya .. Iya maaf Din, maaf Git. Iya sorry, gak aku ulangi lagi kok"


              Satu persatu lagu-lagu Big Bang dinyanyikan. Tidak hanya itu, mereka juga menyuguhkan beberapa atraksi Dance dan atraksi-atraksi lainnya. Saat itu Taeyang nge-Dance, nampak dia manarik-narik bajunya dan memamerkan perut sispecknya itu. Lalu datanglah Daesung dengan senyumnya dia menyapa penonton "Hello Indonesia,aku cinta kalian", dia pun mengatakan itu dengan terbata-bata tak lancar. Daesung mulai maju kedepan, dia semakin mendekat pada tribun dimanaaku berada, akupun terkaget, nampaknya dia memperhatikanku sambil tersenyum, diapun semakin dan semakin mendekat padaku.
"Hello Indonesian beuty girl, do you want up on stage with me ?" Ajak Daesung dengan senyum yang sangat mempesona itu.
"No" ucapku sedkit gugup, takut, campur aduk.
"Oh My God, why ?. Do you think i'm very ugly or .. ?" Daesung terlihat sangat shock.
"I'm sorry, you can invite another woman" Ucapku polos.
"Oh no! it s not real incident,it is only dream!" Daesung nampak tidak percaya, diapun langsung kembali ke stage.

              Indah dan VIP lainnya pun terlihat sangat kaget, sangat shock, mereka sangat menyayangkan penolakanku ini. Tetapi mau bagaimana lagi,aku memanglah wanita yg harus tetap menjaga perilaku dan sikap dimanapun itu aku berada. Dan sebagai wanita muslim, aku juga berhak menolak ajakan se orang laki-laki yang bukan mukhrimku. Waktu itu suasana konserpun langsung berubah drastis. Daesung nampak sangat kecewa begitupun penonton. Mereka semua nampak sangat kecewa denganku.


            TOP pun mulai mencairkan suasana, dia sedikit membe rikan candaan kepada Daesung, yang memang dimana Daesung juga sangat menyukai bercanda.
"Coba kau lihatkan senyummu yang sangat manis itu, kami semua ingin melihatnya.Sungguh mukamu teramat jelek jika murung seperti itu" TOP sedikit bercanda.
Dengan cepat Daesungpun kembali tersenyum. Penontonpun tak henti-hentinya meneriakan nama Daesung untuk memberinya semangat.

           Setelah selama 3 jam konser berjalan, akhirnya konser meriah inipun selesai. Hampir semua penonton membicarakan aku, apesnya lagi waktu aku nolak ajakan Daesung tadi, wajahku disorot dengan jelas dilayar sangat besar dalam gedung pertunjukan itu. Lalu yang sangat membuatku terkaget-kaget adalah saat aku sedang dimobil dalam perjalanan pulang, aku membuka twitter melalui Handphoneku, woww ini sangat gila. Tiba-tiba followersku bertambah sangat banyak. Akupun tak tau darimana orang-orang semua ini mengetahui akunku. Terlebih lagi baru saja 2 jam konser selesai, aku menjadi TTWW. Inipun mungkin membuat Daesung dan para member Big Bang lainnya mengetahui akun twitterku ini. Daesung dan Seungri mengirimiku message. Waktu itu aku binggung, aku kaget. Ahh, lagi-lahi aku gundah oleh hal yang tak terlalu penting.

            Sudah 4x Daesung mengirimiku message dan tak 1x pun aku membalasnya. Dia nampaknya sangat penasaran denganku. Sampai- sampai diapun membuat tweet yang isinya "Oh My God, Indonesia girl ... :o". HaHaHa aku tertawa membacanya. Tweet itu ter lihat sangat polos, lucu dan tidak umum. Akupun juga menyindir Daesung lewat tweet "I Will Be the Perfect Muslimah". Sepertinya ini perang twitter yang paling popular ditahun ini, woww begitu banyak yang mere-tweet tweetku, bahkan tidak jarang sampai ada yang mem-favoritkannya. Aku sangat terkaget-kaget, tiba-tiba Seungri ikut-ikutan me-mention aku, dia berkata "Are you Muslim ? I love Muslim, can you see me?". Ya Allah, apalagi ini. Aku benar-benar kaget dengan tweet Seungri tersebut.


           Setelah adanya perang twitter antara aku, Daesung dan Seungri tersebut, publikpun tercenggang,dibuatnya, sampa-sampai aku masuk dalam berita di beberapa media massa Indonesia. Beberapa kali aki diajak untuk menemui Big Bang oleh pihak management Big Bang, akupun menolaknya. Waktu itu aku sampai kebingungan, gelisah, dan ntahlah !. Akhirnya aku menumpahkan semua kegelisahanku ini kepada 2 sahabatku, Indah dan Dinda.
"Indah, Dinda, gimana ni ? aku harus berbuat apa?"
"Maaf ya Git, gara-gara aku ngajak kamu dan Dinda nonton konser, jadinya gini deh, kamu yang jadi korban"
"Udah udah gak usah saling menyalahkan Ndah, ini emang ujian buat kita dari Allah, ini cobaan buat Gita khusunya " Dinda mencoba menenangkan keadaan.
"Iya sih, terus aku harus gimana nih ?"
ucapku gelisah.
"Kamu berdoa aja, dan nanti kalau kamu diajak menemui Big Bang, sebaiknya kamu ikut aja, siapa tahu setelah bertemu dengan mereka, masalah ini cepat dan dapat terselesaikan" Dinda memberi pencerahan

           Dengan adanya sedikit pencerahan dari Dinda, aku mulai berfikir, memang iya, ini memang cobaan untukku, serta apa salahnya jika aku menuruti pihak YG Management, mungkin jika nanti aku telah bertemu dan berbicara dengan Big Bang, mungkin masalah ini akan cepat terselesaikan, dan aku akan cepat bebas dari pemberitaan.

                                                                    ***


             Pagi hari yang sangat sejuk ini, tiba-tiba datanglah tamu dirumah putih mungilku ini, aku terkaget. Ternyata mereka adalah pihak YG Management beserta G Dragon sang leader Big Bang. G Dragon mengetuk pintu rumahku ,aku masih belum berani membukakan pintu, aku hanya berani melihat mereka dari balik hendela berukuran 1/2 x 1 Meter di salah satu kamar yang ada dirumahku. Nampaknya G Dragon mengetuk pintu berkali-kali, dia mulai kesal, lalu penterjemah bahasa yang mereka bawa sedikit membisikan sesuatu kepada G Dragong. Tiba-tiba "Assalamualaikum" G Dragon memberi salam, aku tersentak. Tak lama kemudian akupun keluar dan membukakan pintu untuk mereka.
"Wa'alaikumsalam, silahkan masuk"


            Susah payak aku dan pihak YG Management berkomunikasi karena memang aku tak sedikitpun mengerti tentang Bahas Korea .Akhirnya ditemukan juga titik temu dri masalah ini
"Pihak YG Management beserta Daesung menginginkan kamu untuk menemui  Daesung serta member Big Bang lainnya. Big Bang,Daesung khususnya akan berminta maaf kepadamu tentang kejadian di konser kemarin. Daesung dan Seungri juga akan berbicara yang cukup penting kepadamu, jadi apakah kamu bersedia ?. Besok kamu akan kami jemput untuk menuju Bali" Penterjemah bahasa itu mencoba menjelaskanpanjang lebar kepadaku.
"Baik, saya setuju besok saya akan siap dijemput".
      
    Hari ini, tiba waktunya aku berangkat ke Bali untuk menemui Big Bang, dengan hati yg sedikit kacau, kuberanikan diri untuk terbang menuju pulau indah itu. Diperjalanan aku hanya ditemani
G Dragon dan penterjemah bahasa. G Dragon terlebih dahulu meminta maaf kepadaku didalam pesawat.

             Beberapa jam sudah aku mengudara, akhirnya sampai juga aku di Bali. Tanpa basa-basi aku langsung di ajak menuju hotel dimana Big Bang menginap. Disana aku bertemu dengan Big Bng dan beberapa crew mereka.
"Hello Gita, i'm sorry for insident in concert" TOP mendahului pembica raan.
"I'm Taeyang, i'm sorry"
" Ketikkan teks atau alamat situs web atau terjemahkan dokumen.
Batal
Contoh penggunaan "":
diterjemahkan oleh Google secara otomatis

        Alph Gita, I am ready to become a Muslim, I admire you. Can you accept my statement this?" Daesung dengan cepat menyatakan perasaan suka kepadaku.
"Pilihan ada pada tanganmu sendiri, terserah engkau pilih kepercayaanmu yang mana, mohon jangan tanya padaku tentang ini"
" Daesung, I just Gita.Gita first love will be mine. Gita, I have brought a Ustadz for guided reading two sentences Creed " Seungri sedikit mencemaskan perkataan Daesung.

         Tiba-tiba datang seorang Ustadz, Seungri mulai akan membaca 2 kalimat Syahadat, namun semua rencana gagal, aku membanting pot yang ada di ruangan itu, lalu aku berlai keluar, mereka semuapun mengejarku. Tiba-tiba dari arah utara daang sebuah mobil dengan kecepatan sangat cepat, akupun tak tahu dengan datangnya mobil tersebut. BRAKKKKK !!!. Dengan sangat tak terduga perjalanan didunia berakhir disini, usiaku usai pada hari ini.

        Aku meninggal dunia dengan banyak menyisakan permasalahan, tentang Big Bang utamanya. Akupun tak tahu,ntah Daesung dan Seungri telah masuk Islam apa belum. Ntahlah aku tak tahu. Aku juga telah menyisakan kesedihan untuk ke dua sahabatku. Indah, Dinda, maafkan aku karena aku cepat berlalu dari drama yang telah kita buat selama ini. Kalian tetaplah sahabatku
Kini aku talh berada disebuah alam yang sangat indah, sangat nyaman. Aku merasa tenang disini. Disini tak ada sedikitpun masalah yang membebaniku, selamat tinggal untuk semuanya.
Rhyme In Peace For Me .




       




              Ketika cahaya mentari mulai tersibak dan angin-angin kecil mulai membuat embun tertetes dari dedaunan. Serta mulai nyatalah awal dari pagi ini dengan bersiulnya burung-burung dilangit. Dan yang tak kalah membuat nyata hari ini adalah menerobosnya pancaran cahaya matahari kesudut kamarku. Aku mencoba melawan cahaya itu, tetapi aku terlalu lemah,akhirnya aku terkalahkan juga oleh cahaya matahari itu. Ouhh .. Mulutku menganga dengan bau yang tak cukup wangi. Aku mulai ingat ini adalah hari Senin, dam aku semakin igat "Hari Senin upacara bendera, sekolah masuk jam 06.15" .
"Kakakkk... kenapa gak bangunin Alxi ?" Teriakku dari kamar, sembari bergegas bangun.
"Kata siapa ? dari tadi dibangunin malah bilang 5 menit lagi 5 menit lagi terus"
"Ohh hhe, masak kak ? hhe" Aku tersipu malu.


             Sebelumnya kenalin, namaku Alxi Dinata dan biasa dipanggil Alxi. Aku mempunyai 1 kakak kandung, dia bernama Kak Indah. Aku sangat menyayanginya, 1 hal yang membuatku bangga, dia mampu menjadi sosok orangtua, kakak, serta sahabat bagiku. Dia memang hebat,karena mampu membiayai sekolahku dan kuliahnya, serta dia mampu membiayai semua keperluan sehari-hari aku dan kak Indah sendiri. Dulu memang kami terlahir sebagai anak manja, tetapi perpisahan orangtua kami yang menjadikan kami sebagai anak mandiri. Dulu kami mengambil keputusan untuk hidup terpisah dari orangtua, karena aku dan kak Indah sudah tak sanggup lagi menahan derita pertikaian antara Mama dan Papaku. Dan yang paling membuat kami tidak betah adalah Mama dan Papa slalu main tangan dalam setiap pertikaiannya. Lalu sebagai kakak yang merasa bertanggung jawab terhadap adiknya, kak Indah mencoba mengajakku lari ke kota Malang dari Jakarta ini untuk berpisah jauh dengan orangtua kami. Sudahlah, aku mulai bosan jika terlalu banyak membicarakan orangtuaku. Kakakku yang sedang duduk di bangku kuliah terasa berat dengan keadaan ini, tetapi karena rasa sayangnya kepadaku, dia selalu menikmati hari-hari beratnya ini.
"Dek, maaf ya hari ini cuma sarapan sama telor dan nasi aja"
"Yes Asik ! pakai telor lagi, enak nih" Jawabku mencoba mengelak kebosananku yang sering kali hanya makan nasi + telor saja.

           Hari-hariku memang sangat terasa indah, karena aku bisa menjalani hari-hari ini dengan dia yang sangat menyayangiku serta yang sangat aku sayangi. Iya, dia adalah kakakku, kak Indah. Dia adalah bidadari hidupku .Dialah yang membiayaiku sekolah, memberiku makan, serta dialah yang membayar seluruh jalan hidupku sekarang. Terkadang aku merasa kasihan dengan kak Indah, karena dia selalu banting tulang untukku. Dia kerja sebagai pelayan toko roti pada siang hari, dan malamnya dia kuliah dengan jurusan arsiteknya. Dulu aku sempat bertanya pada kak Indah mengapa dia lebih memilih arsitek daripada bidang jurusan yang lainnya. Jawabnya hanya 1, karena kak Indah bercita-cita membangun sebuah Villa di daerah Lembang Kabupaten Bandung dengan desain dari pemikirannya sendiri. Lalu aku yang penasaran mencoba ber tanya lagi, kenapa kok harus di Bandung, kenapa kok gak di daerah lainnya ?. Diapun hanya tersenyum menjawabnya, lalu berkata "Bandyng dek, indahlah Bandung itu, kayak nama kakak hehe. Iya atau iya, asik atau asik ?". *Iya asik, sekali.


            Kakakku memang sangat menyukai Bandung. Dia begitu mengagumi Paris Van Java itu. Apalagi di daerah Lembangnya. Bahkan sudah banyak kali aku mengetahui tweet kak Indah yang mengatakan ingin sekali pergi kesana. Tetapi aku merasa kasihan  kepada kak Indah, karena dia tak pernah kesampaian bisa berlibur ke daerah Lembang sana. Jika dulu hanya waktulah penghambatnya, tetapi kini waktu dan biayalah yang menghambat semuanya. Memang selepas kepergianku dan kak Indah ke kota Malang ini, kami tak pernah sekalipun meminya uang pada Mama dan Papa. Jangankan meminta uang, berkomunikasipun sekarang kami sangat jarang. Terakhir kemarin kakak ditelfon oleh Mama, akupun sempat mendengar percakapan mereka
"Apa kabar Ndah ?" Ucap Mama ditelefon
"Baik Ma, Mama apa kabar?, ohhya Mama tahi kabar Papa sekarang gimana ?"
"Mama baik juga Ndah. Mama gak tau lagi dengan kabar Papamu. Sudah jangan bahas dia. Alxi gimana ?. Apa kamu dan Alxi tidak ingin tinggal di Jakarta sini dengan Mama?"
"Adek baik kok, dia sekarang rajin loh ma. Maaf Ma, Indah bukan bermaksud ingin durhaka sama Mama, tapi Indah dan Alxi cuma pengen menenangkan diri, ingin mencoba hidup sendiri, ingin hidup mandiri. Suatu saat, Indah dan Alxi akan kembali ke Jakarya kok Ma"
"Rekening kamu berapa Nak"
"Maaf Ma, Indah gak pengen nyusahin Mama"

           Aku yang mendengarnya waktu itu, langsung menangis. Aku semakin mengerti betapa kakakku sangat menyayagiku. Betapa dia ingin mendidiku. Dia selalu menasehatiku tanpa batas, dia selalu berkata padaku, jangan pacaran dek, rajin sholat dan belajar, jadi anak yang bisa di endelin keluarga, yang bisa di banggain sama semua orang. Jangan pernah main-main sama yang namanya Ibadah dan sekolah.

         Jika boleh jujur, pernah sih aku ngebantah nasihat kak Indah. Waktu itu aku sempatpacaran sama kakak kelas aku, terus aku ketahuan. Ya udah deh, 2 hari jadian langsung putus. Kakak sempat marah dengan perbuatanku tersebut. Tetapi karena sangking baiknya dia, diapun mau memafkanku dengan cepat. Dan akupun telah berjanji padanya untuk senantiasa tidak membantah nasihat darinya lagi.

         Aku dan kak Indah mempunyai hobby yang sama, yaitu sama-sama hobby menggambar, tetapi aku lebih ke lukisan pemandangan, dan jika kak Indah lebih ke seperti bidang arsitek. Sering kali kami pada waktu luang suka menggambar bersama-sama.Pernah suatu saat kanvasku hilang ntah kemana.Lalu dengan siap siaga, kak Indah jauh-jauh membelikan kanvas untuk menggantikan kanvasku yang hilang tersebut. Cita-citaku memang menjadi pelukis handal, dan aku mulai membangun mimpiku dengan hal-hal sederhana,seperti mengikuti lomba-lomba misalnya. Aku memang rajin browsing di internet untuk mencari informasi tentang lomba melukis. Tapi tidak jarang juga aku mencari informasi lomba melukis di koran-koran ataupun majalah-majalah.


          Suatu hari aku mendapati lomba melukis bertemakan pemandangan alam Danau di Lembang Bandung.Aku sangat tertarik dengan lomba itu,terlebih jika menang nanti, bisa mendapat paket hadiah berlibur berpasangan ke Danau Situ Lembang di Bandung tersebut selama seminggu GRATIS !. Wow ucapku.Fikirku ini ialah satu jalan yang bisa membalas kebaikan kak Indah selama ini padaku. Aku mulai baca-baca persyaratan lomba, dan salah satunya ternyata harus membayar uang pendaftaran senira Rp.250.000-, .Lalu dari situ semangatku mulai turun 1derajat dari semangatku tadi. Tidak lama aku melamun, imajinasiku mulai bermain dan berkembang, bagaimana aku jual saja Handphoneku ini, bukankah jika nanti aku menang, aku akan mendapat balikan uang lagi buat beli Handphone baru lagi. Setelah lama kufikirkan ini, dengan kuberanikan aku berkata pada kak Indah. Waktu kak itu kak Indah sedang mainin laptop nya sambil tengkurap. Akupun sediit menggangunya.
"Kak Indah cantik tersayang, lagi ngapain kak?" Rayuku sambil memeluk kak Indah dari belakang.
"Lagi main aja sebentar dek"
"Kak Indah, Handphoneku mau aku jual" Ucapku langsung
"Buat apaan? " Kak Indah terlihat kaget.
"Ini kak, aku butuh uang Rp.250.000-, .Terus sisanya mau aku buat beli peralatan melukis"
"Gak sampek Rp.500.000-, kan kalau ditotal semua, nanti deh kakak kasih uangnya ya. Handphone adek gak usah dijual. Ohya emangnya uang Rp.250.000-, mau buat apa?"
"Buat itu kak, buat keperluan" Aku mulai binggung, karena mau merahasiakan ini semua dari kak Indah.
"Keperluan? Keperluan apa?" Kak Indah mulai penasaran.
Setelah beberapa kali aku mengelak, akhirnya kak Indah menyerah juga untuk membujukku agar jujur kepadanya.
    
                                                                            ***

             Ketika angin mulai menyisir kota Malang ini, suatu sore dengan ditemani sepeda motornya kak Indah berangkat ke toko peralatan melukis. Dia berjalan sangat cepat dengan dorongan angin yang begitu kuat,tak sampai 30 menit, kak Indah sudah dengan membawa lengkap peralatan melukis untukku.Aku merasa senang sekali,dengan cepat aku mulai menggambil nya dari kak Indah,lalu langsung kubawa ketempat dimana aku dan kak Indah sering melakukan kegiatan melukis bersama-sama

             Aku memang tak cukup tau tentang keadaan di Lembang sana, tapi itu bagiku hanyalah secuil penghambat, karena masih ada internet. Beberapa hari lalu, aku sudah browsing untuk mencari-cari informasi tentang keadaan alam yang sesungguhnya di Lembang sana. Dan akupun juga sudah menemukan satu titik temu yg pas tentang disana.

          Dengan perlahan mulai kucoret lembut kanvasku dengan kuas mungil ini, satu persatu warna mulai tertumpah baik pada kanvas putih ini. Hamparan gunung ,tenangnya air,serta beberapa perahupun telah tergambar pada kanvasku ini. Selama pengerjaan lukisan ini,aku benar-benar sangat merahasiakan dari kak Indah. Aku memang benar-benar ingin menjadikan ini surprise untuknya. Dan yang paling mendu kung surpriseku kali ini adalah kesibukan kak Indah. Dengan kesibukannya menyelesaikan tugas skripsinya, dia tak sekalipun disempatkan menengok ruangan melukis kami ini. Dan akupun sangat bersyukur dengan kesibukannya itu.

          4 hari sudah lukisanku kuselesaikan, dengan bangga aku segera mengirimnya ketempat penjuian disertai uang Rp.250.000-, yg sudah kak Indah janjikan. Dengan bermodalkan 3 jurus jitu dalam hidupku, yaitu Optimis, Kerja Keras, serta Do'a. Aku dengan PD nya sangat merasa bahwa lukisankulah yang nantinya akan menjadi pemenang. Ditempat penjurian sana sebelumnya telah diberitahukan bahwa pengumuman pemenang akan di umumkan dalam waktu 2 hari lagi.

           2 hari kutunggu-tunggu dengan hati penuh penasaran. Aku sangat gelisah memikirkan siapa nanti pemenangnya. Biasanya untuk meyakinkan hatiku ini, aku senan tiasa berdoa kepada Allah, aku terus memohon kepada-Nya agar akulah pemanang dalam lomba kali ini. Woww rasanya nunggu 2 hari ini seperti menunggu selama 2 bulan. Ntah aku yang lebay atau memang perasaan dalam hati ini terlalu dahsyat dalam menunggu pengumuman ini.


            Setelah 2 hari kulewati, datanglah pada siang yang menyengat ini seorang Pak.Pos yang membawa surat pemberitahuan Lomba. Kak Indah yang menerimanya saat itu dengan sangat penasaran aku segera menanyakan pada kak Indah.
"Kak Indah.. kak Indah bagaimana hasilnya kak ?"
"Hasil apa dek ? ini surat untuk adek nih"
"Hasil cangkok tanam, ya lombalah kak, hehe"
"Lomba apaan?" kak Indah terheran
"Hehe ohhyaya, aku kan merahasiakan sama kak Indah.Hehe itu kan yang uang Rp.250.000, kan aku buat ikutan lomba melukis, dan surat ini hasil lombanya, gitu kak. Coba aku buka dulu ya kak" Ucapku sedikit malu, sedikit cengengesan sembari mengambil urat dari tangan kak Indah .


           Dengan perlahan kubuka surat itu, dengan gemetar sepertinya inilah pembalasanku pada kak Indah akan kutaruhkan. Apakah sia-sia aku menyusahkan kak Indah, atau malah sebaliknya. Ya! atau malah mimpiku yang satu ini akan segera terwujud. Setelah lama kubuka seperti nya susah sekali, akhirnya aku sobek angklop ini dengan cepat dan hati-hati.
"Alhamdlilah Ya Allah .. Alhamdulilah kakak .... Hari Minggu depan kita ke Lembang kak" Ucapku haru langsung memeluk erat kak Indah
"Alhamdulilah, kamu menang lomba dek?. Terus hadiahnya ke Lembang gitu?. Alhamdulilah, terimakasih adekku, kamu memang patut dibanggakan. Kamu hebat !" Kak Indah ikut menangis.

             Ya Allah, sungguh hari ini sangat membahagiakan, akhirnya aku dapat mewujudkan cita-cita kak Indah untuk bisa pergi ke Lembang Kab.Bandung. Aku sangat bersyukur bisa membuat sedikit kebahagiaan untuk kak Indah yg selalu menjadi panutan untukku, sosok kakak yang sangat menyayangi dan selalu perhatian padaku. Aku benar-benar bangga memilikinya. Dia memang membuat hidupku semakin dahsyat.

                                                                   ***


            Hari ini, saat tiba keberangkatanku bersama kak Indah menuju Lembang Kab.Bandung. Selama seminggi nanti aku dan kak Indah akan berada disana. Aku sangat bahagia bisa membawa kak Indah kesana, dan aku sangat bahagia bisa melihat wajah putih cantik kak Indah tersenyum indah ketika akan berangkat menuju Lembang ini. Dan syukur Alhamdulilah setelah beberapa jam perjalanan, aku bersama kak Indah sampai juga di tempat tujuan. Dengan ucapan Alhamdulilah yang sangat banyak, aku dan kak Indah sangat bersyukur. Kini aku telah siap melangkah kan kaki ke Danau Situ Lembang untuk mewujudkan sediit mimpi dari kak Indah.
Alhamdulilah ..
"Lembang !! WE ARE COMING!"


















Lanjutan Bandung Untuk Kakak “BAB II (LIBURAN DATANG, PETAKAPUN MENYAMBUT)”
Gemercik hujan menyambut kedatanganku dan kak Indah di Kabupaten Bandung. Suasana disini teramat dingin, untung saja My Super Hebat selalu siap siaga dalam setiap kebutuhkanku. Dia membawakan jacket bulu yang sangat hangat untukku. Aku sangat tahu ini mahal harganya, namun apalah fikir kak Indah. Yang penting aku bahagia, katanya.


              Dengan keadaan sedikit mengigil, kami menuju Villa didekat Danau Situ Lembang, tempat yg kurang lebih selama satu minggu akan kami tinggali. Kami kesana naik mobil warna putih silver milik salah satu pengurus perlombaan yang aku menangkan waktu itu. Aku dan kak Indah sangat menikmati perjalanan. Hamparan pegunungan dan hijaunya perkebunan Teh yang sangat luas itu membuat hati kami teramat senang. Aku melihat kak Indah sangat menikmati pemandangan ini, diapun sampai bengong. Mungkin ia sangat bahagia.


             Terlihat jelas, mentari saat itu tersenyum lebar melihat kebersamaan kami, mungkin ia kagum dengan kekompakan seorang adik beserta kakak. Saat itu perjalanan memakan waktu yang cukup lama, aku melihat kak Indah mulai kecapekan, lalu ia tertidur. Aku faham betul dengan keadaan kedinginannya. Sebagai adik, aku segera melepas jacket buluku, lalu kupakaikan pada tubuh putih kak Indah. Segera kupeluk kak Indah. Rasanya seperti terdampar di teras Surga. Terlihat sopir mobil yang kami tumpangi tersenyum melihat tingkahku yang mungkin terlalu over.


            Setelah hampir 3,5 jam perjalanan, akhirnya kami sampai pula di Villa.

"Alhamdulilah sudah sampai"

"Loh kok jacketnya dipakai kak Indah ?" ucap kak Indah kebingungan.

"Iya tadi aku lihat kak Indah kedinginan, jadi aku pakaikan saja sama kakak" aku sambil tersenyum.

            Ketika sore, cuaca terasa sangat dingin. Aku masih ingat betul, kak Indah pernah pingsan karena tidak tahan dengan hawa dingin. Mungkin ia terasa hidup di Jakarta. Akupun sempat khawatir, namun kak Indah terus menenangkanku, dia selalu berkata "Kakak gak kenapa-kenapa kok dek, kakak baik-baik saja". Pasti itu hanya kata-kata palsu dari bibir kak Indah. Lalu aku membuatkan teh untukknya. Pada teh panas nan manis ini aku berharap dingin dalam tubuh kak Indah akan cepat berganti dengan suatu kehangatan yang menenangkan.

           Aku sedikit cemas dengan keadaan ini. Niatku yang ingin membuat bahagia kak Indah justru membawa petaka padanya. Sore hingga malam tak ada kegiatan apapun yg kami lakukan dalam Villa selain merenung. Aku merenung didalam kamar, waktu itu kamarku dan kamar kak Indah terpisah, namun tak ada jarak pembatas selain kaca yang cukup tebal itu. Tak sengaja saat sekitar pukul 19.00, aku melihat kak Indah menangis.Aku tak tahu jelas apa maksud tangisan kak Indah itu. Dia masih dibalut oleh mukena putih suci, aku hanya mendengar 1 kalimat terakhir dari Do'a nya "..... Papa Ya Allah".
           Aku tak tahu apa yang dikamsud dunia ini. Apa dunia ini terlalu sibuk dengan kesunyianku saja ?. Apa bintang-bintang dan bulan dilangit terlalu sibuk dengan kebahagiaannya mereka sendiri-sendiri. Sedang aku ingin bahagia sejenak saja rasanya sulit sekali.

          Hangatnya pagi kini menyapa Bandung,aku teramat senang melihatnya. Akhirnya kehangatan menghampiri My Super Hebat. Aku mulai tenang dengan cuaca ini. Dihari 1, 2, 3 tak ada kegiatan yang berarti yang kami lakukan. Namun dihari ke-4 ini, kak Indah mengajakku ke tempat impiannya yang sebenarnya, Danau Situ Lembang. Dengan boncengan sepeda mini,kak Indah membawaku meluncur ketempat impian, ia mengayuh sepede dengan sangat tenang, akupun menikmati setiap jengkal roda sepeda yang memutar itu dengan sangat tenang.

           Sekitar pukul 09.30 kamu sampai di Danau Situ Lembang, kak Indah langsung bengong. Lalu satu kalimat terlontar dari bibir manisnya "Subhanallah dek, Subhanallah, indah, indah, indah banget". Aku hanya tersenyum mendengar kalimat itu. Saat kak Indah sedang asyik memandangi Danau dari tempat yang sedikit jauh, aku segera mengajaknya ke jembatan yang ada pada pinggir Danau.

"Kak, ke jembatan itu yuk, kita nenangin diri disitu"

"Iya hayuk dek" Kak Indah terlihat sangat sumringah.

            Dipinggir Danau, aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Aku bersandar dibahu kak Indah. Cukup lama aku menikmati sandaran ternyaman ini, aku mulai sedikit terlelap. Diterlelapanku itu aku sedikit mulai mengembangkan imajinasiku.Didalam otakku selalu terbayang-bayang sosok bidadari penyemangat yang sedang kedinginan, inginku bermaksud mendekapnya, namun bidadari itu dengan sigap menolak keinginanku. Beberapa waktu dari keterlelapanku itu, rasa dingin dan basah menerpa tubuhku. Aku langsung terbangun, Astaga! hujan deras menguyur daerah Bandung lagi. Bingung, panik, kacau. Itulah yang aku rasakan. Fikirku,aku harus segera menyelamatkan kak Indah dari rasa dingin akibat hujan. Tetapi aku tak membawa payung atupun lainnya.

           Dengan di iringi runtuhan buliran-buliran hujan yang sangat deras ini, kakiku juga semakin cepat melangkah ke tempat yang sekiranya dapat menyelamatkan kak Indah dari rasa dingin. Dengan sangat tergopoh-gopoh aku mencoba mengendong kak Indah. Hanya 100 M aku berhasil membawa lari kak Indah dari Danau. Tiba-tiba kak Indah pingsan, aku semakin panik. Ditambah tak ada 1 orangpun disana. Aku terus berteriak mencari bantuan "Tolong.. Tolong... Tolong... kak Indahhhh... haa... aaaa ..." teriakku sambil terus menangis. Berat badan kak Indah yang 5 KG diatasku membuat pundakku terasa pegal dan sakit.

           Hampir 300 M aku mengendong kak Indah, lalu kecapekanku nampak terlihat oleh seorang laki-laki, kira-kira usianya hampir sama dengan kak Indah. Dia langsung mendekatiku.

"Kenapa kalian ?"
"Tolong, tolong aku, kakakku pingsan, tolong bawa dia ke Villa itu" ucapku tergesa-gesa sambil menunjuk Villa.
"Baik, tolong kamu bawa payungnya ini" Laki-laki tersebut sambil menarik kak Indah dari pundakku.

          Aku cukup lega dengan adanya bantuan. Terimakasih kuucapkan kepada laki-laki berpostur tubuh cukup tinggi tersebut.


          Sekitar 1 jam kami sampai di Villa, kak Indah tersadar , akhirnya ... rasa tenangpun mulai sedikit menghampiriku. Namun, aku juga masih sangat sedih. Lagi-lagi aku bertanya-tanya kepada dunia, ada apa ini ?. Mengapa usahaku untuk membahagiakan kakaku justru malah hancur, membuat kak Indah terus kesakitan. Inikah yang dinamakan takdir Ya Allah ?, atau ini sebuah mimpi yang selalu tertunda ?. Sedang aku termenung, kak Indah mendekatiku dan menanyakan laki-laki yang telah menolongnya tadi. Bodohnya aku ! aku tak ada menanyakan siapa laki-laki tadi, padahal dia telah menyelamatkan My Super Hebat. Tetapi biarlah !, itu tak terlalu penting. Yang terpenting aku sudah mengucapkan terimakasih dengan teramat ikhlas kepadanya.

          Dimalam dingin yang ditemani rintikan hujan ini, aku masih bersama kak Indah di Villa yang berhadapan langsung dengan hamparan pegunungan dan kebun teh. Kak Indah terus mengarahkan pandangannya ke jendela yang menghadap langsung ke pegunungan itu. Cukup lama ia melamun, aku mencoba memanggilnya dengan nada yang cukup keras.

"Kak, ayo melukis !"
"Iya dek" ia nampak kaget.

          Dengan iya-annya kak Indah tersebut, lalu aku langsung mengajaknya ke ruang depan untuk melukis bersama. Kali ini tak seperti biasanya, kak Indah tak menampakkan sedikitpun lukisan bangunan-bangunannya, ia justru melukis sebuah taman yang terdapat dua wanita yang nampak duduk bersamaan sedang menatap cahaya disore hari.Kulihat wanita satunya dalam lukisan itu sedang mengenakan jacket yang sangat tebal. Aku tak cukup faham dengan maksud dari lukisan kak Indah. Dalam hatiku terselip untuk bertanya, namun gigi dan lidah dalam mulut ini mengunci rapat-rapat setiap kata-kata yang akan keluar dari mulutku. Argh !!! ntahlah, lagi-lagi aku tak faham dengan maksud dari Dunia ini.

         Hari ini, hari ke-enam aku menapakkan kaki di bumi impian kak Indah. Suasana rindang menyelimuti hati yang nampak akan mengucurkan hujannya. Hatiku masih kacau karena telah merobohkan kebahagiaan yang telah kususun dengan sangat rapi. Aku masih gundah, aku terlalu memikirkan kebodohanku yang sangat fatal ini. Dihari ke-enam ini, kondisi kak Indah masih kurang hangat. Sungguh cuaca disini tak mendukungnya sedikitpun. Ia semakin parah, ia semakin sering pingsan, aku tak tahu harus bagaimana, aku tak mengerti dengan sakit yang diderita kak Indah. Setiap hari, hanya dengan teh dan jacket aku mampu melindungi My Super Hebat ini.

             Malam sunyi membawaku kedalam sebuah percakapan haru dengan kak Indah.

"Dek, besok hati terakhir kita ada disini. Tetapi kakak belum merasa puas untuk bisa memandangi Danau Situ Lembang"
"Kakak sekarang tidur aja ya, istirahat. Besok kita kesana ya kak"
"Tapi bagaimana kalau kondisi kakak masih seperti ini saja dek ?"
"Kakak harus optimis dong, besok kakak pasti bisa melihat Danau Situ Lembang dengan puas. Ingat salamku kak, #semangkA. Jika sudah menyebut Allah, yakinlah didunia ini tak ada yg tak mungkin. Pasti semua bakal terjadi" ucapku terus memberi semangat kepada kak Indah.

            Sedang aku terus menyemangati kak Indah, air tak mampu terbendung oleh kelopak matanya. Ia menangis, kali ini dia tak menjadi sosok kak Indah yang seperti biasanya. Jika biasanya ialah yang selalu menyemangati dan mengusap air mataku, namun malam ini sungguh sangat terbalik. Kali ini benar-benar kedudukannya terbalik olehku. Sekarang justru aku yang mengusapkan air matanya dengan lembut, serta selalu menyemangatinya.


                                                                                ***


              Kring.. Kring.. Kring.. Pagi ini aku terbangun kaget oleh suara bel sepeda. Aku segera melebarkan mataku, nampak pedih mata bengap yang kumiliki ini untuk kupaksakan terbuka. Terlihat sosok cantik dibalik jendela sana, aku sangat faham dengan postur tubuhnya itu. Yups ! ternyata dia adalah My Super Hebat. Aku segera meluncur dari ranjang persegi panjang ini. Kamar mandi adalah tujuan pertamaku. Mandi kulewatkan, aku hanya cuci muka. "3 menit lagi kak Indah !" teriakku sambil cepat memakai jilbab warna putih.

             Sebuah kebanggaan kuberikan kepada hari ini,akhirnya kak Indah dapat pergi ke Danau Situ Lembang dengan keadaan yang cukup Fit. Namun aku terkaget saat mendekap tubuh kak Indah. Suhu tubuhnya nampak tidak normal, mungkin dia terlalu memaksakan tubuhnya untuk dapat melangkahkan kaki menuju Danau. Argh !! ternyata firasat baikku berujung pada sebuah kenyataan yang sangat menghawatirkan.

             Dengan terlihat sangat kelelahan, akhirnya kami berdua sampai di Danau. Pemandangannya masih terlihat sama dengan yang kemarin. .Namun nampak beda dari sudut jembatan, terlihat satu anak penyu disana. Kak Indah sangat kagum dengan pemandangan itu. Ia langsung manarikku, mengajakku mendekati penyu itu. Dengan cepat, penyu kecil yang mungkin merasakan hentakan kaki kamu berdua, penyu itu langsung meloncat ke air, mungkin ia merasa keamanannya terancam.

             Saat sedang asik menikmati Pemandangan danau, kejadian beberapa hari lalu terulang lagi. Hujan yang sangat deras ini adalah hujan yang paling deras pernah kurasakan menguyur aku dan kak Indah. Tak lama badan kak Indah terguyur hujan, iapun pingsan lagi. Aku panik lagi, berharap seseorang kan membantuku lagi. Lalu datanglah laki-laki kemarin , ia bagai pahlawan dalam setiap kepanikanku. Lgi-lagi ia datang, tanpa banyak celoteh darinya, ia langsung menggendong kak Indah. Aku mencoba menanyakan namanya, namun dia terlalu sibuk untuk menolong kak Indah.

            “Kak, kenalin aku Alxi, adiknya orang yang kakak gendong ini. Kakak namanya siapa sih ? kok selalu ada disini dan selalu menolong kakak aku ?. Terimakasih ya kak atas pertolongannya ” ucapku sambil terus megikuti langkah cepatnya.

             Setelah tiba di Villa, nampak pengurus perlombaan itu sedang menunggu aku dan kak Indah. Mereka terlihat kaget dengan kejadian ini, lalu mereka membawa kak Indah ke Rumah Sakit. Aku lesu, rencanaku benar-benar gagal dalam perwujudan mimpi kecilku untuk memberikan sedikit kebahagiaan kepada kak Indah ini.

           Ya Allah, ntahlah aku semakin tidak faham dengan yang dimaksud dunia ini. Harapanku benar-benar kacau balau untuk meujudkan mimpi kak Indah. Ya Allah aku berharap semoga selanjutnya tak akan ada lagi yang namanya ketertundaan pewujudan mimpi..



Tidak ada komentar: