Sabtu, 25 Oktober 2014

Senyuman

Setiap diri hampir mengartikan bahwa dibalik setiap senyuman pasti ada kebahagiaan. Lalu pertanyaannya sekarang, tiada-kah mungkin bagi yang tak bahagia untuk tersenyum?

Kita pernah merasai bahwa diri kita sedang gundah gulana, masalah senantiasa menghampiri, belum lagi ada pekerjaan yang belum terselesaikan, parahnya kita juga manusia biasa yang mempunyai rasa capek.

Namun saudara fillah, apakah hal-hal yang menghampiri kita tersebut dapat kita jadikan sebagai alasan agar kita tak tersenyum kepada setiap saudara muslim yang kita temui, dimanapun dan kapanpun. Tidakkah kita ingat dengan hadits ini :

"Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang datang dari saudaramu), dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan" (HR. Muslim) 

Saudara fillah, sering tidak kita sadari. Pasti ada orang-orang diluar sana yang senantiasa menunggu senyuman kita kala kita bertemu dengannya. Lalu, jika saja saat kita bertemu dengannya dan kita tidak memberikan senyuman kepadanya. Alsannya, karena kita merasa banyak beban dalam hidup ini, karena kita sedang merasakan capek, dan tentu segudang alasan lainnya. Saudara fillah, bisa saja terjadi saat kita bertemu dengannya dan kita tak memberikan senyuman kepada mereka, hati mereka membisu sejenak hingga mereka mengartikan pertemuan itu adalah suatu musibah. Ya, musibah karena tidak menemui pancaran kebahagiaan dari senyum kita.

Sahabat fillah, memang hal itu sangat aneh. Namun kita tidak bisa memungkiri bahwa kejadian itu pasti pernah terjadi. Hanya saja kita tidak peka dengan hal-hal tersebut.

Sahabat fillah, senyum itu tidak ada ruginya. Senyum itu tidak membuat apa-apa yang kita miliki akan berkurang. Senyum juga tidak membuat kita turun derajatnya atau bahkan berdosa. Namun sahabat fillah, justru dengan senyum kita akan untung, sesuatu yang kita miliki akan bertambah, menjadikan kita naik derajat (tentu dimata Allah, insya Allah), dan senyum juga akan menjadikan pahala kita terus bertambah. SubhanAllah, begitulah sekiranya senyum. Suatu hal kecil namun fadhilahnya sangatlah banyak. Senyum itu mudah caranya, mudah prakteknya, semoga dengan demikian kita dapat senantiasa membagi senyuman tatkala kita bertemu saudara-saudara kita sesama muslim ; dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun.
Bagi saudara kita, pastilah setiap senyuman kita adalah berharga. Ketika mereka melihat senyum kita, pasti mereka juga akan ikut bahagia. Namun sahabat fillah, jika saudara kita melihat wajah murung tanpa hiasan senyum diwajah kita, pastilah mereka akan merasa jengkel bahkan akan ikut berekspresi seperti kita tersebut.

Sahabat fillah, demikian kiranya celotehan yang saudaramu tulis ini. Semoga dapat bermanfaat bagiku dan bagimu, baik untuk kita di dunia ini juga di akhirat. Semoga. Aamiin.

Tidak ada komentar: