Trainer, itulah sebuah julukan yang memang pantas ditujukanpada laki-laki yang masih berusia tak lebih dari 17 tahun itu. Bagas namanya.Ia cukup pandai, dalam usianya yang masih 17 tahun kini ia sudah menempatibangku kuliah. Tepatnya semester 1 jurusan Ekonomi Syariah.
Selain menggeluti dunia kuliah, ia juga sedanghobby-hobbynya mengikuti berbagai acara trainning kewirausahaab serta tak luputpula terainning-trainning y ang berbau ke-Islaman. Sudah sejak kelas X SMA iahampir tak p ernah absen dari mengikuti kegiatan tersebut. Ada perasaanmenambah ilmi lebih bila seusai mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.
Berkat kerajinan ia mengikuti berbagai acara training, kiniia bertekat untuk menjadi seorang Trainner. Ia ingin mengadakan banyak trainingmotivasi diberbagai sekolah maupun kampus dikotanya.
Anggan Bagas mulai terlihat menjadi nyata, ia telahmengadakan sebuah kerjasama dengan salah satu organisasi/badan dakwahkeremajaan dikotanya, Bogor.
Berbagai persiapan telah ia lakukan agar acara tersebutdapat dihadiri banyak audience nantinya. Pun begitu dengan segala perlengkapantelah ia siapkan. Mulai dari sewa gedung, cathring, promosi, dan sebagainya.Geudng yang ia piloh pun tak tanggung-tanggung. Yakini gedung terkenal yang adadi pusat kota Bogor.
Kini saatnya tiba di hari H, nampaknya ada kesalahan besardalam promosi kemarin. Ia lupa tak mencantumkan apa tema acara dan juga contacperson yang bisa dihubungi. Namun h al itu nampaknya tak membuat kacau acara.Buktinya saja acara tetap dihadiri oleh banyak akhwat dan ikhwan. Ada sekitar300 an, 200 akhwat dan 100 ikhwan.
Tepat pukul 09.00 WIB pun acara dimulai. Dibuka oleh Bagassendiri. Ia memulai salam pada audience.
“assalamualaykum wr.wb”
“wa’alaykumsalam wr.wb” salam Bagas dijawab serentak olehaudience.
“baik, mungkin training kali ini adalah yang belum pernahhadirin datangi. Ini oertama kalinya di Bogor, bahkan mungkin di Jawa Barat.Sungguh tema kali ini sangatlah unik dan pas untuk kita semua” Bagas saatmenyampaikan pembukaan.
Sesaat bebrapa audience saling bertukar bisikan, :memangapaan sih temanya?”
“ntahlah mbak, saya juga tidak tahu”
Tiba-tiba Bagas mengambil kata “sudah tau kana pa tema dariacara hari ini?”
“belummm…” lagi-lagi audience menjawab dengan serentak.
“ohh hmm belum: Bagas sedikit mendehem “Baiklah akan sayakatakana, tema kali ini adalah tentang bagaimana kita menjadikan adik kandungkita sebagia lahan dakwah”
Tiba-tiba suasana meriuk dan tak terkendali, “waduhh !! sayatidak punya adik, saya anak terakhir, saya anak tunggal, adik saya baru lahirkemarin….”
“jadi disini tidak ada yang punya adik kandung ?” wajahBagas mulai pucat.
Terlihat semuanya menjawab iya, hanya 4 orang saja ternyatayang mempunyai adik kandung. Trainningpun berubah tanpa tujuan. Bagas layaknyaorang payah. Jadi, materi yang telah berhari-hari, bahkan berminggu-minggu iabuat ternyata hanyalah sia-sia.
semoga dpt mengambil hikmah dr cerita singkat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar